Hadiri Pelantikan PB IPSI Periode 2026-2030, Menpora Erick Dorong Kerja Sama Semua Pihak Bawa Pencak Silat Mendunia

Sabtu, 05 September 2026
Bagikan:
Menpora RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan PB IPSI periode 2026-2030 di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9) pagi.(foto:Herry/kemenpora.go.id)
Menpora RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan PB IPSI periode 2026-2030 di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9) pagi.(foto:Herry/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) periode 2026-2030 di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9) pagi.

Menpora Erick dalam sambutannya memberikan selamat kepada kepengurusan baru PB IPSI di bawah pimpinan Ketua Umum (Ketum) Sugiono yang juga menjabat Menteri Luar Negeri (Menlu) RI. Menpora menaruh harapan kepengurusan yang baru ini bisa membawa pencak silat sebagai bela diri asal Indonesia menjadi platform global bangsa sesuai visi Presiden Prabowo Subianto. 

“Seperti yang selalu Bapak Presiden sampaikan selama ini, bahwa bangsa besar adalah bangsa yang mengerti, mencintai, dan melakukan kebudayaan dan tradisi secara kontinyu. Di situlah ada peran pencak silat yang berdasarkan budaya bangsa kita. Jadi pencak silat harus jadi napas dan gerakan  nasional sebelum ke internasional,” terang Menpora.

Gerakan nasional ini, papar Menpora Erick, bisa diwujudkan selama ada kemauan bersama. Salah satunya melalui program kerja sama Kemenpora dengan Kementerian Perencanaan Pembangunan (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yaitu Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang melingkupi 241 ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia. 

“Kalau masing-masing SD dan SMP itu punya satu pelatih pencak silat, itu bisa jadi gerakan nasional. Bayangkan 241 ribu SD dan SMP di seluruh Indonesia kalau bisa mengampanyekan gerakan nasional pencak silat, pasti sangat maksimal,” sebut Menpora.

Menpora juga mendorong jajaran TNI dan Polri untuk menjadikan pencak silat sebagai bela diri wajib, menjadi inti dari bela negara. Sehingga diperlukan komitmen dari para pimpinan TNI dan Polri untuk makin memasifkan olahraga bela diri ini di negeri sendiri.

“Kalau Korea punya taekwondo, Jepang punya karate dan judo, kenapa indonesia tidak bisa?” tutur Menpora.

Kemenpora mendukung penuh rencana membawa pencak silat diakui secara luas dan mendunia, khususnya bisa dipertandingkan dalam Olimpiade sebagaimana keinginan Presiden Prabowo. Namun perlu disadari bahwa perjuangan untuk membawa olahraga ini menuju panggung internasional terbilang kompleks, sehingga harus benar-benar serius dilakukan. Mulai dari memenuhi segala regulasi global, hingga keaktifan dalam badan anti-doping dunia WADA, perlu menjadi perhatian bersama.

Penyebaran pencak silat ke berbagai belahan dunia pun perlu menjadi perhatian sehingga bisa memenuhi persyaratan yang diberikan. 

“Kuota penyebaran secara global kepengurusan pencak silat di mancanegara itu minimal 75 negara di empat benua. Alhamdulillah saya mendapat laporan kalau kepengurusan ini sudah ada di 83 negara. Artinya untuk syarat minimal 75 negara sudah tercapai,” urai Menpora.

“Tetapi pertanyaannya, (pencak silat) sudah ada di empat benua belum? Ini kembali yang harus kita hitung ulang. Lalu harus ada menggelar kompetisi kontinental secara reguler, yaitu ada pertandingan di Asia, Eropa. Pan Amerika, Afrika, dan Oceania. Jadi tentu ini yang harus kita mulai disiplinkan,” imbuh Menpora Erick.

Lebih lanjut Menpora Erick berharap pencak silat bisa ikut berkontribusi dalam industri olahraga dan sport tourism Tanah Air.

“Supaya bisa memberikan dampak, menjadi pergerakan yang tidak hanya bermanfaat bagi kemanusiaan, tetapi tentu juga pertumbuhan ekonomi yang dicita-citakan Bapak Presiden. Saya punya banyak harapan, dan insyaallah dengan kerja sama yang makin kuat, stakeholder dari pemerintah pusat, daerah, TNI-Polri, dan tentu kita semua, apa yang diimpikan Bapak Presiden bisa terjadi,” pungkas Menpora Erick.(luk)

Menpora Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick menghadiri pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030 di Hallf Patiunus, Jakarta, Kamis (15/10).(foto:Andre/Kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pelantikan PB Esports Indonesia, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Presiden Perkuat Pelatnas dan Kesejahteraan Atlet

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan bahwa olahraga merupakan instrumen penting untuk mencerminkan kedigdayaan bangsa sekaligus membangun jenama nasional di tingkat global.

Kegiatan Rabu Bugar melalui Senam Jantung Sehat bersama komunitas Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026).(Foto:Kemenpora/Bagus)
Rabu, 14 Oktober 2026

Senam Rabu Bugar di Kemenpora Dihadiri Klub Jantung Sehat dan Komunitas Tai Chi ADYTI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kegiatan Rabu Bugar melalui Senam Jantung Sehat bersama komunitas Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Saskia Mayesa, anak umur 4 tahun yang menginspirasi pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.(dok.Suci/Kemenpora)
Jumat, 11 September 2026

Kehilangan Orang Tua di Usia 2 Tahun, Semangat Belajar Saskia Tak Pernah Padam

Saskia Mayesa, 4 tahun, yang dengan penuh percaya diri mampu melafalkan Surat Al-Fatihah di hadapan para tamu undangan pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026