Delegasi Indonesia Dorong Peran Pemuda dalam Keselamatan Jalan di Forum ASEAN 2026
Bangkok: Delegasi Indonesia menegaskan pentingnya keterlibatan pemuda dalam upaya mewujudkan sistem transportasi yang aman dan berkelanjutan pada ajang ASEAN Youth United for Road Safety 2026 yang berlangsung di Bangkok, Thailand, pada 1–5 Juli 2026.
Keikutsertaan delegasi Indonesia yang difasilitasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi pemuda serta meningkatkan kontribusi generasi muda Indonesia dalam forum regional ASEAN.
Mengusung tema “Move Together, Move Safer”, forum ini mempertemukan pemuda dari berbagai negara ASEAN untuk berdiskusi, berbagi praktik baik, dan merumuskan rekomendasi terkait keselamatan jalan.
Delegasi Indonesia yang terdiri atas Mahdaviqia Dharmawan (UGM), Aisha Putri Safrianty (UI), dan Muhammad Juliansyah Akbar (UIN Sunan Ampel Surabaya) memaparkan sejumlah inisiatif keselamatan lalu lintas yang melibatkan pemuda, seperti Zona Selamat Sekolah (ZoSS), Duta Lalu Lintas, dan Pelajar Pelopor Tertib Lalu Lintas.
Dalam forum tersebut, delegasi Indonesia Muhammad Juliansyah Akbar menekankan bahwa pemuda perlu dilibatkan tidak hanya sebagai sasaran kampanye keselamatan jalan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam penyusunan kebijakan.
“Pemuda memiliki kedekatan dengan isu mobilitas dan keselamatan jalan. Karena itu, suara dan pengalaman mereka penting untuk menjadi bagian dari proses perumusan kebijakan,” ujar Muhammad Juliansyah Akbar perwakilan delegasi Indonesia.
Selain mengikuti diskusi bersama sejumlah lembaga internasional seperti WHO, UNICEF, dan Youth for Road Safety (YOURS), delegasi Indonesia juga berkontribusi dalam penyusunan rekomendasi pemuda ASEAN yang menyoroti pentingnya edukasi keselamatan jalan, pemanfaatan teknologi, kampanye kreatif, serta penguatan jejaring pemuda di kawasan.
Partisipasi ini sekaligus memperluas kolaborasi pemuda Indonesia dengan negara-negara ASEAN dan memperkuat komitmen generasi muda dalam mendorong terciptanya sistem transportasi yang lebih aman, inklusif, dan berkelanjutan. (uci/amr)











