Konsisten Bergerak, Kemenpora Kembali Sukses Gelar Gemar CFD di Kabupaten Semarang
Semarang: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus konsisten melanjutkan safari bugar ke berbagai wilayah di tanah air demi mewujudkan masyarakat yang aktif dan sehat. Setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di beberapa titik di Indonesia, kali ini rangkaian program nasional GEMAR (Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar) kembali hadir dan memadati momentum Car Free Day (CFD) di Alun-Alun Bung Karno, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Acara yang berlangsung meriah sejak pagi hari ini dihadiri langsung oleh Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, serta Analis Kebijakan Ahli Madya pada Asisten Deputi Olahraga Masyarakat Kemenpora, Yuslan. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan menggunakan alat hitung (hand counting), tercatat sebanyak 14.832 masyarakat tumpah ruah memadati area Alun-Alun Bung Karno untuk berolahraga bersama. Tidak hanya itu, gelaran ini juga diramaikan oleh sedikitnya 100 pelaku UMKM lokal yang turut menggerakkan roda ekonomi daerah.
Dalam sambutannya, Ngesti Nugraha menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dipilihnya Kabupaten Semarang sebagai salah satu titik prioritas pelaksanaan program Gemar. Ia menyampaikan bahwa kegiatan CFD ini rutin dilaksanakan setiap hari Minggu di Alun-Alun Bung Karno. Ke depan, pemerintah daerah juga berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan secara bertahap di wilayah lain seperti Ambarawa, Suwono, hingga Tengaran.
"Kita berharap gerakan olahraga ini terus menggema di seluruh penjuru Kabupaten Semarang yang kita cintai ini. Melalui olahraga, kita harapkan seluruh masyarakat sehat, panjang umur, dan selalu diberkahi Allah SWT," ujar Ngesti Nugraha sembari membuka acara secara resmi. Beliau juga mengajak seluruh warga untuk menyambangi dan mendukung produk-produk UMKM yang hadir di sekitar lokasi.
Sementara itu, Yuslan menegaskan bahwa program Gemar merupakan komitmen berkelanjutan dari Menpora guna memaksimalkan potensi area CFD di berbagai daerah di Indonesia. Menurutnya, pemanfaatan ruang publik untuk aktivitas fisik masih perlu dioptimalkan agar tidak sekadar menjadi zona pengurangan emisi karbon.
"Pak Menteri melihat ada peluang besar untuk memanfaatkan area CFD ini agar masyarakat lebih aktif berolahraga. Melalui Deputi Pembudayaan Olahraga, khususnya Olahraga Masyarakat, sasaran utama kami ada tiga, yaitu peningkatan partisipasi masyarakat dalam berolahraga, peningkatan kebugaran, dan penggerakan ekonomi masyarakat dari sektor olahraga melalui UMKM," jelas Yuslan.
Ia juga menambahkan bahwa Kemenpora, bekerja sama dengan Kementerian Dalam Negeri melalui edaran resmi, terus mendorong seluruh kabupaten/kota untuk menambah jalur CFD sebagai ruang gerak masyarakat. Guna mengukur efektivitas program, tim pendataan dari Dispora Kabupaten Semarang yang dipimpin oleh Kabid Pembudayaan Olahraga turut diterjunkan langsung untuk mendata partisipasi masyarakat serta perputaran UMKM selama acara berlangsung.
Antusiasme Warga dan Dampak Positif Ekonomi UMKM
Kehadiran program Gemar Kemenpora di area CFD ini disambut dengan antusiasme yang luar biasa oleh warga sekitar. Salah satu pengunjung CFD, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya hampir setiap minggu meluangkan waktu bersama untuk berolahraga di Alun-Alun Bung Karno.
"Biasanya kalau pagi kami jogging biasa, terus habis itu nyari sarapan favorit, biasanya soto. Aktivitas favorit utama ya jogging sama main bola bersama anak-anak," ujarnya.
Ia juga memberikan saran agar kebersihan area CFD tetap dijaga bersama. "Mari kita sama-sama meningkatkan kebersihan, karena masih banyak yang membuang sampah sembarangan padahal sudah disediakan tong sampah. Harapannya semua sadar saling menjaga kebersihan," tambah Langgeng Putra.

Dampak positif dari membeludaknya pengunjung CFD kali ini juga dirasakan langsung oleh para pelaku UMKM yang berjualan di sekitar alun-alun. Sriyanti, seorang pedagang jajanan pasar dan nasi jagung asal Ambarawa, mengaku meraup keuntungan yang jauh lebih besar berkat adanya acara dari Kemenpora ini.
"Kalau setiap ada acara seperti ini, ya lumayan pengunjungnya jauh lebih banyak daripada hari Minggu biasa. Rasanya seperti ada pasar malam, jadi lumayan lebih ramai. Alhamdulillah, hari ini rame banget," kata Sriyanti dengan wajah semringah.
Ia menjelaskan bahwa dagangan kulinernya dijual dengan harga berkisar Rp5.000 hingga Rp8.000 per porsi. Sriyanti mengaku bisa mengantongi omset hingga kisaran Rp1.000.000 sebelum menutup lapaknya pada jam 10 pagi saat cuaca mulai terik. "Harapan ke depannya, maunya kalau bisa acara seperti ini diadakan setiap minggu, biar ramai terus," harapnya.
Rangkaian acara Gemar ditutup dengan sesi foto bersama, senam kebugaran jasmani, serta peninjauan stan UMKM. Melalui kelanjutan sinergi ini, Kemenpora optimistis tingkat kebugaran masyarakat Indonesia di berbagai daerah akan terus meningkat demi terciptanya generasi yang produktif dan sehat.(dok)










