Youth & Sports Diplomacy Semakin Kuat, Masuk Capaian Strategis dalam MoU Presiden Prabowo-PM Lawrence Wong
Jakarta: Pemerintah Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian besar pada bidang kepemudaan dan keolahragaan. Perhatian tersebut salah satunya diwujudkan melalui kerja sama dengan negara-negara sahabat, sebagaimana capaian Nota Kesepahaman (MoU) antara Indonesia dengan Singapura.
Pada Senin (6/7), Presiden Prabowo dan Perdana Menteri (PM) Singapura Lawrence Wong menyepakati 26 capaian konkret dalam Leaders’ Retreat Indonesia–Singapura yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta. Kesepakatan itu terdiri dari 18 kerja sama antarpemerintah dan 8 kerja sama antarpelaku usaha yang mencakup berbagai sektor strategis. Kerja sama kepemudaan dan keolahragaan termasuk dalam salah satu 18 kesepakatan kerja sama tersebut.
“Kemitraan yang kuat dibangun atas dasar kepercayaan, tidak hanya antara pemerintah tapi juga di antara rakyat kedua negara. Karena itu, konektivitas, pariwisata, pendidikan, kerja sama antara pemuda menjadi sangat penting,” ucap Presiden Prabowo dalam sambutannya.
Presiden menegaskan komitmen Indonesia untuk terus memelihara persahabatan dan memperkuat kolaborasi strategis dengan Singapura. Khususnya menjelang peringatan 60 tahun hubungan diplomatik Indonesia–Singapura, supaya mampu memberikan manfaat nyata bagi kedua negara serta masyarakatnya.
Sebelumnya dalam rangkaian Southeast Asia Ministerial Meeting on Youth and Sports (SEAMMYS) 2026 di Sanur, Bali, Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Singapura resmi memperkuat pilar youth diplomacy melalui penandatanganan MoU baru di bidang kepemudaan dan keolahragaan. Penandatanganan dilakukan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir bersama Acting Minister for Culture, Community and Youth David Neo.
Penandatangan MoU ini bertujuan mempererat kerja sama antara kedua negara dalam meningkatkan ketahanan dan daya saing generasi muda di kedua negara. Menpora Erick menegaskan kolaborasi ini merupakan langkah konkret dalam meningkatkan kualitas kerja sama Indonesia.
"Kerja sama ini adalah wujud nyata youth diplomacy Indonesia untuk memastikan pemuda Indonesia menjadi pemuda yang gigih di kancah global. Melalui kerja sama dengan Singapura, kita ingin mencetak pemimpin masa depan yang adaptif terhadap teknologi serta memiliki jiwa empati dengan pengabdian sosial yang tinggi," urai Menpora.
Berdasarkan MoU tersebut, kedua negara berupaya memperluas kolaborasi pada aspek pemberdayaan pemuda, kewirausahaan, kepemimpinan, hingga aksi kesukarelawanan melalui sinergi antarorganisasi kepemudaan. Kerja sama ini juga menitikberatkan penciptaan ekosistem digital yang aman dalam mendukung inovasi pemuda.
Selain fokus pada kepemudaan, MoU ini juga mencakup akselerasi prestasi olahraga melalui integrasi sport science dan teknologi olahraga.
“Melalui penguatan youth diplomacy ini, diharapkan tercipta people-to-people connectivity yang lebih erat untuk mencetak generasi pemimpin serta atlet unggulan yang berdigdaya di panggung dunia,” tegas Menpora Erick. (luk)










