ASEAN Perkuat Komitmen Kepemudaan: Tinjau Capaian 2021-2025 dan Finalisasi Rencana Strategis 2026-2030

Jumat, 10 April 2026
Bagikan:
Delegasi Indonesia pada pertemuan yang digelar ASEAN Secretariat diwakili oleh Esa Sukmawijaya selaku Asdep Pengembangan Kepemudaan Global dan Elvi Susanti, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora. (foto:istimewa)
Delegasi Indonesia pada pertemuan yang digelar ASEAN Secretariat diwakili oleh Esa Sukmawijaya selaku Asdep Pengembangan Kepemudaan Global dan Elvi Susanti, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora. (foto:istimewa)

Manila: Pemerintah negara-negara anggota ASEAN melalui perwakilan pemuda dan pejabat terkait menyelenggarakan pertemuan  strategis di Manila, Filipina, Kamis (9/4). Pertemuan yang dihelat ASEAN Secretariat ini fokus pada End-Term Review of the ASEAN Work Plan on Youth 2021-2025 serta Workshop on the Finalization of the ASEAN Work Plan on Youth 2026-2030.

Indonesia, sebagai salah satu anggota ASEAN, menegaskan komitmennya dengan  
mengirimkan delegasi ahli untuk memastikan kepentingan pemuda nasional terakomodasi dalam kerangka kerja regional. Delegasi Indonesia diwakili oleh Esa Sukmawijaya selaku Asdep Pengembangan Kepemudaan Global dan Elvi Susanti, Analis Kebijakan Ahli Madya Kemenpora. 

Kehadiran delegasi ini merupakan bagian dari diplomasi pemuda untuk mengawal penyusunan kebijakan agar selaras dengan visi pembangunan pemuda nasional. 
Kegiatan tingkat regional ini secara resmi dibuka oleh Chairperson dan CEO National  
Youth Commission (NYC) Filipina, Joseph Francisco Ortega. “Peran pemuda sangat  
penting dalam menghadapi tantangan global, khususnya krisis energi yang saat ini melanda dunia. ASEAN harus tampil solid, untuk itu," ujar Ortega.

Ia menegaskan bahwa masukan dan kontribusi para pengambil kebijakan  
kepemudaan ASEAN sangat dibutuhkan untuk merumuskan arah kebijakan yang tepat sasaran. Ortega secara khusus menyoroti perlunya fokus pada tiga area prioritas utama dalam perumusan kebijakan tersebut, yakni Food sustainability for youth (ketahanan pangan pemuda), Disaster risk and management (manajemen risiko bencana), serta Digital resilience Program (program ketahanan digital).
 
Pertemuan ini bertujuan untuk melakukan evaluasi komprehensif terhadap efektivitas  
inisiatif kepemudaan selama periode lima tahun terakhir, sekaligus merumuskan arah  
kebijakan baru yang adaptif terhadap dinamika tantangan global di masa depan. 

Dalam sesi End-Term Review, para delegasi melakukan pembahasan mendalam  
mengenai keberhasilan dan hambatan dalam implementasi rencana kerja sebelumnya. Evaluasi ini berfokus pada penilaian lima domain ASEAN Youth Development Index (YDI), yang mencakup aspek Pendidikan, Kesehatan dan Kesejahteraan, Ketenagakerjaan dan Peluang, Partisipasi dan Keterlibatan, serta Literasi Digital.
 
Selanjutnya, agenda workshop difokuskan pada proses finalisasi draf ASEAN Work  
Plan on Youth 2026-2030. Rencana kerja baru ini disusun untuk menjawab isu-isu  
kontemporer, meliputi: 
1. Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan (AI): Persiapan kompetensi  
pemuda dalam menghadapi ekonomi digital. 
2. Ketahanan Iklim: Penguatan peran aktif pemuda dalam aksi keberlanjutan  
lingkungan.
3. Kesehatan Mental: Pengembangan sistem dukungan sosial yang kuat bagi  
generasi muda. 
4. Kewirausahaan Sosial: Stimulasi inovasi pemuda dalam penyelesaian masalah  
komunitas.
 
Melalui forum ini, ASEAN menegaskan peran strategis pemuda sebagai agen perubahan dan penggerak utama integrasi kawasan. Dengan keterlibatan aktif dari ASEAN Senior Officials Meeting on Youth (SOMY), diharapkan draf rencana kerja ini mampu memberikan kerangka kerja yang aplikatif dan berdampak signifikan bagi lebih dari 200 juta pemuda di kawasan ASEAN.
 
Dokumen ASEAN Work Plan on Youth ini merupakan pedoman kerja sama resmi  
negara-negara anggota ASEAN dalam upaya meningkatkan kapasitas dan kesejahteraan pemuda, demi tercapainya komunitas ASEAN yang kohesif, responsif, dan berpusat pada manusia.(dok/amr)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026