Kemenpora Tegaskan Komitmen Indonesia dalam Konferensi Perwakilan Pemerintah SSEAYP di Thailand
Bangkok: Indonesia kembali menunjukkan komitmen kuatnya dalam pengembangan kepemudaan dan diplomasi internasional. Melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI), pemerintah Indonesia aktif berpartisipasi dalam The Conference of Government Representatives, sebuah forum bagian dari program The Ship for Southeast Asian and Japanese Youth Program (SSEAYP).
Pertemuan diselenggarakan pada tanggal 15 Februari 2026, bertempat di Centara Hotel Bangkok, Thailand. Kehadiran Indonesia dalam forum ini menegaskan peran aktif Pemri dalam memastikan kelancaran dan keberlanjutan program SSEAYP sebagai wadah penting bagi pertukaran budaya dan persahabatan antar generasi muda Asia Tenggara dan Jepang.
Pertemuan strategis ini menjadi ajang konsolidasi dan perencanaan bagi negara-negara peserta SSEAYP. Dihadiri oleh perwakilan pemerintah dari berbagai negara peserta seperti Singapura, Thailand, Brunei Darussalam, Kamboja (secara daring), Laos, Malaysia, Filipina, Vietnam, Timor Leste, serta tuan rumah Jepang, konferensi ini berlangsung dengan semangat kebersamaan dan kolaborasi.
Tidak hanya itu, perwakilan asosiasi Alumni SSEAYP, yakni SSEAYP International, dari negara-negara peserta turut hadir, menunjukkan kuatnya jalinan persaudaraan antar-alumni dan dukungan berkelanjutan terhadap program.
Delegasi Indonesia diwakili oleh Analis Kebijakan Ahli Madya Yossi Ahmad Falah,. Beliau secara aktif mengikuti jalannya diskusi yang dipimpin langsung oleh Mr. Makino Masahiro selaku Administrator Cabinet Office of Japan. Mr. Makino didampingi oleh Mr. Kaneko Shoichi selaku Deputy Administrator Cabinet Office, dan Ms. Takeda Yukako selaku Chief of Cabinet Office, yang menunjukkan keseriusan dan dukungan penuh dari pihak Jepang terhadap program kepemudaan ini.
"Kehadiran kita dalam forum ini sangat krusial dan strategis. Ini bukan hanya tentang memenuhi undangan, tetapi juga menunjukkan komitmen Indonesia dalam membina generasi muda yang berwawasan global, adaptif, serta mampu memperkuat hubungan antar-negara. Kami di Kemenpora melihat program SSEAYP ini sebagai investasi jangka panjang yang sangat bernilai bagi masa depan diplomasi dan persahabatan regional, serta pengembangan karakter pemuda Indonesia," kata Yosi.
Mr. Makino Masahiro dalam sambutannya menyampaikan agenda utama pertemuan, yaitu evaluasi laporan pelaksanaan Port of Call SSEAYP Tahun 2026 yang telah sukses digelar. "Tahun ini, kami bangga dapat melihat keberhasilan pelaksanaan Port of Call di Singapura dan Thailand. Para pemuda telah menunjukkan semangat kebersamaan dan pertukaran budaya yang luar biasa, sejalan dengan tujuan SSEAYP," ujar Mr. Makino Masahiro.
Forum ini juga membahas perencanaan Port of Call SSEAYP Tahun 2027 yang akan diemban oleh Kamboja, Malaysia, dan Filipina. Tahun 2027 akan menjadi momentum bersejarah karena menandai perayaan 50 tahun pelaksanaan SSEAYP. Program akan berlangsung dari tanggal 3 hingga 31 Januari 2027, diawali dengan serangkaian aktivitas di Jepang dari tanggal 3 hingga 12 Januari 2027.
Kemudian dilanjutkan dengan Port of Call di Kamboja selama 3 hari 2 malam pada tanggal 14-16 Januari 2027, di Malaysia pada tanggal 19-20 Januari 2027, dan di Filipina pada tanggal 24-26 Januari 2027.Sebagai penanda perayaan emas ini, akan ada acara khusus pada tanggal 1 hingga 3 Februari 2027, sebelum para peserta kembali ke negara asal masing-masing pada tanggal 5 Februari 2027.(dok)










