Emas Andri Irawan di SEA Games 2025 Jadi Bukti Potensi Petanque Indonesia di Kancah Internasional

Senin, 05 Januari 2026
Bagikan:
Keberhasilan medali emas yang di raih atlet petanque putra, Andri Irawan mengejutkan negara-negara kuat di SEA Games 2025
Keberhasilan medali emas yang di raih atlet petanque putra, Andri Irawan mengejutkan negara-negara kuat di SEA Games 2025

Jakarta: Indonesia awalnya tak menjadi favorit di cabang olahraga petanque yang dipertandingkan di SEA Games 2025 Thailand. Namun, keberhasilan medali emas yang di raih atlet petanque putra, Andri Irawan mengejutkan negara-negara kuat di cabor ini.

Indonesia tidak disebut-sebut sebagai favorit mutlak pada nomor tunggal putra petanque. Tuan rumah (Thailand), Laos, Malaysia, dan Vietnam selama ini dikenal memiliki atlet-atlet level dunia dan berstatus juara dunia.

Ii sapaan Andri, dikenal memiliki konsistensi lemparan, fokus tinggi, serta ketenangan dalam situasi tekanan. Tiga kualitas yang ia tunjukkan secara maksimal di arena final hingga meraih prestasi tertinggi.

Penampilannya yang tenang, efektif, dan penuh akurasi membuat banyak orang terpukau, sekaligus menegaskan bahwa Indonesia memiliki potensi besar di cabang olahraga yang satu ini.

Kemenangan Andri di nomor perorangan putra dan penampilannya yang tanpa gentar menghadapi wakil Laos, Southammavong Bountamy yang digelar di Valaya Alongkorn Rajabhat University under the Royal Ratronage, Pathum Thani (10/12) menjadi bukti bahwa regenerasi atlet petanque Indonesia berjalan dengan baik.

"Terima kasih untuk semua warga Indonesia yang sudah mendukung kami, Tim Petanque Indonesia, dan bisa berhasil meraih satu emas. Terima kasih untuk doa dari orang tua saya yang saya cintai," ujarnya.

Andri pernah tercatat sebagai atlet Petanque pada SEA Games 2019 Filipina, serta meraih medali emas di PON 2024 di Aceh, membuktikan bahwa kemampuan dan pencapaiannya bukan kebetulan semata. Meski sempat tak diperhitungkan dan absen dalam beberapa edisi SEA Games, petanque Indonesia justru tampil impresif di Thailand. 

Prestasi ini juga menunjukkan bahwa cabang olahraga yang sering dipandang sebelah mata itu justru menyimpan peluang besar untuk menyumbang medali pada ajang multievent internasional.(ben)

Capaian Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 sudah jauh melebihi target. Kini, fokusnya mulai memikirkan kesiapan menuju ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Lebihi Target di Asian Para Games 2026, Kontingen Indonesia Siap Tatap ASEAN Para Games 2027 dan Paralimpiade 2028

Capaian Kontingen Indonesia di Asian Para Games 2026 sudah jauh melebihi target. Kini, fokusnya sudah bukan sekadar Nagoya lagi, namun mulai memikirkan kesiapan menuju ASEAN Para Games 2027 di Kuala Lumpur, Malaysia dan Paralimpiade 2028 di Los Angeles, Amerika Serikat.

Pelari Indonesia, Partin Muhlisin menutup pertandingan cabor para atletik di Asian Para Games 2026, Jumat (23/10/2026) dengan raihan medali emas. (foto:agung/NPC Indonesia)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Medali Emas Penutup Para Atletik di Asian Para Games 2026, Kemenangan Emosional Partin

Pelari Indonesia, Partin Muhlisin menutup gelaran pertandingan cabang olahraga (cabor) para atletik di Asian Para Games 2026, Jumat (23/10/2026) dengan raihan medali emas. Hasil ini menggenapkan perolehan emas Indonesia menjadi 14 keping.

Sebuah unggahan yang dianggap sepele di media sosial bisa berubah menjadi badai yang menghancurkan reputasi, karier, bahkan kehidupan seseorang. Pesan itulah yang membekas bagi peserta WYC 2026 setelah menyaksikan film Budi Pekerti.(dok.Gilang/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 Petik Pelajaran dari Film Budi Pekerti, Waspada Bahaya Viral di Media Sosial

Sebuah unggahan yang dianggap sepele di media sosial bisa berubah menjadi badai yang menghancurkan reputasi, karier, bahkan kehidupan seseorang. Pesan itulah yang membekas bagi peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 setelah menyaksikan film Budi Pekerti di Hotel Artotel, Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta, Jumat (23/10).

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026