Komisi X DPR Apresiasi Menpora Amali yang Berusaha Efektifkan Penggunaan Anggaran Dalam Pagu Indikatif 2022 Tanpa Minta Tambahan

Rabu, 16 Juni 2021
Bagikan:
Upaya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang berusaha mengefektifkan penggunaan anggaran pagu indikatif belanja pada RAPBN 2022 sebesar Rp.1.948.783.392.000 tanpa mengajukan penambahan anggaran pada usulan perubahan mendapat apresiasi d
Upaya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang berusaha mengefektifkan penggunaan anggaran pagu indikatif belanja pada RAPBN 2022 sebesar Rp.1.948.783.392.000 tanpa mengajukan penambahan anggaran pada usulan perubahan mendapat apresiasi d

Jakarta: Upaya Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali yang berusaha mengefektifkan penggunaan anggaran pagu indikatif belanja pada RAPBN 2022 sebesar Rp.1.948.783.392.000 tanpa mengajukan penambahan anggaran pada usulan perubahan mendapat apresiasi dari Komisi X Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI).

Hal ini disampaikan sejumlah anggota Komisi X DPR RI dalam Rapat Kerja (Raker) pembahasan lanjutan terkait RKA K/L dan RKP K/L Tahun 2022 setelah sebelumnya dilakukan konsenyering antara DPR dan Kemenpora di ruang rapat Komisi X, Komplek Parlemen, Senayan Jakarta Pusat, Selasa (15/6) siang.

Namun sebelumnya, pada Raker kali ini, Menpora Amali diberi kesempatan untuk memaparkan bahwa pihaknya mengajukan anggaran pagu indikatif belanja pada RAPBN 2022 sebesar Rp.1.948. 783. 392. 000. Menpora menjelaskan anggaran ini terbagi untuk sejumlah unit utama diantaranya Sekretariat sebesar Rp.300. 317. 508. 800, Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda dan Pemberdayaan Pemuda Olahraga Nasional sebesar Rp. 66. 000. 000. 000, Deputi Pengembangan Pemuda Rp.128. 878.339. 200. 

Sementara itu, untuk Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga, Museum Olahraga dan 34 Staker Dekontrasi sebesar Rp. 194.904. 419. 000. Selanjutnya untuk Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga ditambah biaya PPITKON, ROSN dan LPDUK sebesar Rp1.258. 683. 125. 000. 
Anggaran ini terbagi juga untuk pagu Program dan Antar Fungsi. Untuk program antara lain program dukungan manajemen sebesar Rp.323.317.508.800, program kepemudaan sebesar Rp.183.878. 339. 200, dan program keolahragaan sebesar 1.441.587.544.000.  

Sementara untuk anggaran fungsi, antara lain untuk fungsi layanan sebsar Rp.323.317.508.800, fungsi pendidikan sebesar Rp.412.360.387.200, dan fungsi pariwisata sebesar Rp.1.213.105.496.000.

Meski tidak mengusulkan tambahan anggaran, Menpora Amali mengatakan akan memaksimalkan anggaran yang ada.

“Kalau di Komisi X saya minta tambahan berapa pun pasti akan dipenuhi. Tetapi kan urusan kita juga dengan tempat-tempat yang lain, sehingga sudah kita maksimalkan saja, kita efektifkan apa yang sudah menjadi bagian kita dalam pagu indikatif ini. Sehingga kita tidak bermimpi terlalu besar dan berkhayal,” ungkapnya.

Setelah mendengar paparan Menpora Amali, Komisi X menyetujui anggaran dan memberikan apresiasi karena dinilai mampu memaksimalkan anggaran. Salah satu yang menyampaikan apresiasi adalah Anggota DPR RI dari fraksi PDI Perjuangan (PDIP) Andreas Hugo Pareira. Dia menilai anggaran Kemenpora senilai Rp1.948.783.392.000 tidak sebanding dengan tugas dan kewenangannya yang melakukan tugas pembinaan atlet dan pengembangan pemuda.

“Kalau di dalam rapat kemarin saya sempat sampaikan begini ini Kementerian Pemuda dan Olahraga ini kalau kata orang NTT itu besar di nama, berat di ongkos. Kemudian kalau kata Putra Nababan (anggota F-PDIP) ini mau ikan besar tapi kasih umpan teri,” kata Andreas menanggapi paparan Menpora Amali terkait RKA K/L dan RKP K/L Tahun 2022.

Namun demikian, Andreas mengamini pernyataan Menpora Amali yang mengupayakan dan memaksimalkan pengunaan anggaran yang ada. 

Andreas pun mengapresiasi kepada Kemenpora karena telah menyampaikan secara detail terkait penganggaran dan juga target-target pencapaian untuk atlet.

“Bahkan sampai medali-medali pun dihitung semua. Ini luar biasa, memang itu, kalau olahraga harus ada ukurannya yang dicapai dan apa targetnya,” pungkas Andreas.

Hal senada juga disampaikan anggota F-Gerindra, Elnino Mohi yang menilai Menpora walaupun anggarannya kecil tapi mampu dioptimalkan untuk kegiatan keolahragaan dan kepemudaan.

“Kami berharap Kemenpora ini walaupun anggarannya kecil ya kalau orang lain juga ada yang bilang Pak Andres, ini kementerian yang fasilitasnya bintang satu tapi tuntutannya bintang lima. Tetap menjadi salah satu menteri yang terbaik, sukses dan tetap mengharumkan nama kami keluarga beliau semua yang ada di Gorontalo,” ucap Elnino Mohi.

Apresiasi juga disampaikan anggota dari Fraksi PKB, Muhammad Kadafi. Dia secara khusus memuji upaya Menpora Amali yang menaikan anggaran kepemudaan dari total anggaran yang diajukan tersebut. Untuk anggaran kepemudaan naik menjadi Rp.183.878. 339. 200 dari yang diajukan sebelumnya sebesar Rp.118.694.371.000.

“Kami memberikan apresiasi atas inisiasi dari Kemenpora untuk menaikkan anggaran bagian kepemudaan. Ini merupakan suatu terobosan agar para pemuda kita dalam kondisi pandemi ini bisa tetap produktif dan aktif. Dan mudah-mudahan pemuda pemudi sesudah ini bisa menjadi agent untuk mendorong bagaimana pemuda bisa tetap punya daya saing yang cukup luar biasa dalam kondisi pandemi yang melanda saat ini,” harapnya.

Sementara itu, anggota F-PKS, Ledia Hanifa Amaliah juga mengapresiasi Menpora Amali yang mengupayakan meningkatkan anggaran fungsi kepemudaan dalam RKP tahun 2022.

“Terimakasih pak menteri karena telah meningkatkan anggaran fungsi kepemudaan. Apalagi jika kemudian nanti kita mengarahkan kepada pengarusutamaan pemuda,” katanya.

Kemudian selanjutnya, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mendorong Kemenpora untuk mengumpulkan kembali Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibra) dari tahun-tahun sebelumnya dalam sebuah forum. Mereka kemudian diharapkan menjadi penjuru pemuda pancasila dan menjadi panutan supaya dalam hari-hari mereka dapat diteladani oleh pemuda-pemuda seusianya yang tinggal di sekitarnya.

“Untuk para pemuda kita, pak menteri walaupun kami yakin ini sedikit sekali anggarannya tidak akan mengurangi semangat dari Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk terus memberikan yang terbaik untuk pemuda-pemuda Indonesia,” harapnya.(ded)

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Mentalitas Juara Subhan/Rina Marlina Berbicara di Asian Para Games 2026, Sukses Lawan Rasa Sakit dan Trauma Paris

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Naik dari Medali Perunggu ke Perak, Fredy Setiawan Bidik Paralimpiade

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, di kampung halamannya di Sumsel justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata.(dok.Beny/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Desa untuk Indonesia Emas 2045, Misi Irfan Bangun Generasi Melek Digital di Wirasena Youth Camp 2026

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, kenyataan yang ia temui di kampung halamannya di Sumatera Selatan justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata, keterbatasan fasilitas komputer, hingga penggunaan gawai yang belum sepenuhnya produktif.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026