Mengenal Sirilus Siko, Kurir Disabilitas yang Wujudkan Impian Bela Timnas Sepak Bola Amputasi Indonesia

Kisah hidup Sirilus Siko (24), atau yang akrab disapa Rilus, adalah cerita tentang keberanian, ketekunan, dan semangat yang tak mengenal kata "batas". Lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rilus telah menghadapi tantangan sejak lahir dengan disabilitas pada kaki kanannya. Namun, segala halangan itu tidak menghentikan langkahnya untuk mengejar impian, terutama dalam dunia sepak bola.
Kamis, 06 Februari 2025
Kisah hidup Sirilus Siko (24), atau yang akrab disapa Rilus, adalah cerita tentang keberanian, ketekunan, dan semangat yang tak mengenal kata "batas". Lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rilus telah menghadapi tantangan sejak lahir dengan disabilita

Jakarta: Kisah hidup Sirilus Siko (24), atau yang akrab disapa Rilus, adalah cerita tentang keberanian, ketekunan, dan semangat yang tak mengenal kata "batas". Lahir di Ende, Nusa Tenggara Timur (NTT), Rilus telah menghadapi tantangan sejak lahir dengan disabilitas pada kaki kanannya. Namun, segala halangan itu tidak menghentikan langkahnya untuk mengejar impian, terutama dalam dunia sepak bola.

Sejak usia lima tahun, Rilus sudah menunjukkan minat besar dalam sepak bola. Meski kondisi fisiknya terbatas, ia tidak merasa hal itu menjadi penghalang. Bahkan, ia bermain bola dengan teman-temannya yang non-disabilitas di Ende.

"Mereka (teman-teman) mungkin melihatnya kasihan, cuma dari diri saya nyatanya emang tak apa-apa, tak ada rasa takut. Saya main bola dengan tongkat," ujarnya saat ditemui di Wisma Kemenpora, Selasa (4/2). 

Keterbatasan, semangat, dan rasa percaya dirinya menjadi cikal bakal perjalanan panjangnya dalam dunia si kulit bundar. Selepas lulus SMA, Rilus mulai mencari informasi lebih lanjut tentang sepak bola amputasi melalui media sosial. 

Kala itu, dia melihat sebuah konten yang menunjukkan adanya komunitas sepak bola amputasi di Surabaya. Tanpa ragu, Rilus memutuskan untuk berangkat ke Kota Pahlawan meskipun dia tahu bahwa pengurus sepak bola amputasi di daerah tersebut belum memiliki sekretariat yang tetap. 

Kendati demikian, niat yang kuat tak membuatnya gentar. Beruntung, pengurus sepak bola amputasi Surabaya memberikan tempat tinggal kos untuk Rilus.

Selama disana, Rilus saban harinya tidak hanya berlatih tanpa mengenal lelah, tetapi juga terus memperjuangkan peluang yang ada. Kesempatan yang dinantinya tiba, dia mengikuti seleksi tim nasional sepak bola amputasi. 

"Saya bersyukur saya bisa lolos seleksi dan terpilih untuk memperkuat tim nasional untuk kejuaraan Artalive Challenge Cup 2023 di Malaysia," katanya. 

Kejuaraan tersebut menjadi pengalaman tak terlupakan bagi Rilus. Indonesia berhasil meraih juara, dan dia turut berperan dengan mencetak satu gol. Meskipun posisinya sebagai winger tidak mudah, dia menunjukkan bahwa keterbatasan fisik tidak membatasi kemampuan dan semangatnya dalam bertanding.

Selepas turnamen itu, Rilus balik ke Surabaya. Guna menghidupi kebutuhan sehari-hari, dia pun memutuskan untuk mencari pekerjaan agar bisa tetap mandiri. Tekadnya itu membawa dia mendapatkan pekerjaan sebagai kurir pengiriman di JNE. 

Menariknya, pihak perusahaan tidak mempersoalkan kondisi disabilitasnya. Rilus menggunakan motor modifikasinya dalam menjalankan tugas. Dia membuktikan bahwa apapun hambatan fisik yang ada, bukanlah halangan untuk berkarya dan memberikan kontribusi.

"Perusahaan mendukung saya untuk berkarier sebagai atlet. Kini saya fokus bersama tim nasional amputasi yang akan berlaga di Kejuaraan Sepak Bola Amputasi Asia 2025 di Bangladesh. Mohon doa dan dukungan agar kami bisa meraih hasil maksimal disana," pungkas Rilus. (jef)

Bagikan:
Menpora RI Erick Thohir, mengajak organisasi kepemudaan Gemura bersinergi menyusun blueprint kepemudaan nasional menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028. (foto:raiky/Kemenpora.go.id)
Sabtu, 05 September 2026

Menpora Erick Ajak Gemura Susun Blueprint Kepemudaan Menuju 100 Tahun Sumpah Pemuda

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, mengajak organisasi kepemudaan Gerakan Muda Untuk Rakyat (Gemura) serta seluruh elemen pemuda untuk bersinergi menyusun blueprint (cetak biru) kepemudaan nasional dalam menyongsong 100 tahun Sumpah Pemuda pada 2028 mendatang.

Menpora RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan PB IPSI periode 2026-2030 di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9) pagi.(foto:Herry/kemenpora.go.id)
Sabtu, 05 September 2026

Hadiri Pelantikan PB IPSI Periode 2026-2030, Menpora Erick Dorong Kerja Sama Semua Pihak Bawa Pencak Silat Mendunia

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menghadiri Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus Besar (PB) Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) periode 2026-2030 di Gedung Serba Guna Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Sabtu (5/9) pagi.

Olahraga kini bergerak jauh melampaui pertandingan dan kompetisi. Melihat perkembangan tersebut, Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menghadirkan para pemimpin nasional dan global membicarakan masa depan ekosistem olahraga Indonesia. (foto: dok/Kemenpora)
Jumat, 04 September 2026

Indonesia Sports Summit 2026 Hadirkan Para Pemimpin Nasional Hingga Global, Bahas Masa Depan Ekosistem Olahraga Indonesia

Olahraga kini bergerak jauh melampaui pertandingan dan kompetisi. Di balik sebuah pertandingan terdapat industri, investasi, infrastruktur, teknologi, komunitas, hingga diplomasi yang saling terhubung. Melihat perkembangan tersebut, Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 menghadirkan para pemimpin nasional dan global untuk membicarakan arah masa depan ekosistem olahraga Indonesia.

Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.
Rabu, 02 September 2026

Kenzie Bawa Isu Hankam Lebih Dekat ke Anak Muda

Saat banyak anak muda lebih akrab dengan isu viral di media sosial, Kenzie Sultan Ryvantya justru tertarik membicarakan pertahanan, keamanan, dan geopolitik.

Setiap orang datang ke lintasan dengan tujuan masing-masing. Ada yang mengejar catatan waktu, menguji kemampuan diri, hingga menikmati kebersamaan bersama komunitas. (foto: dok/Kemenpora)
Senin, 31 Agustus 2026

Berlari Membawa Pesan, Bangkit Saputra Sampaikan Suara untuk Indonesia di Merdeka Run 2026

Setiap orang datang ke lintasan dengan tujuan masing-masing. Ada yang mengejar catatan waktu, menguji kemampuan diri, hingga menikmati kebersamaan bersama komunitas. Bangkit Saputra datang dengan misi lain: membawa pesan untuk Indonesia melalui setiap langkahnya.

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kemenpora RI, Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.(foto: dok/Kemenpora)
Rabu, 26 Agustus 2026

Dari Bingung Pilih Karier hingga Melirik PBB, Cerita Katelyn di Wirasena Youth Career Hub 2026

Bagi Niputu Sarasdewi Katelyn, program unggulan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI), Wirasena Youth Career Hub 2026 merupakan program yang bisa membantu peserta mengenali potensi diri sekaligus menentukan langkah setelah lulus kuliah nanti.

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuatnya merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar. (foto: Gilang/Kemenpora)
Senin, 24 Agustus 2026

Sempat Ingin Menyerah, Imam Bangkit demi Anak hingga Jadi Atlet Blind Judo

Imam Bahroni pernah berada di titik terendah dalam hidupnya. Kehilangan penglihatan pada 2018 membuat pria yang saat itu berusia 28 tahun tersebut merasa terpuruk, malu bertemu orang lain, hingga lebih banyak menghabiskan waktu di dalam kamar.

Deretan Juara Naik Podium di Berbagai Kategori Merdeka Run 2026
Senin, 31 Agustus 2026

Deretan Juara Naik Podium di Berbagai Kategori Merdeka Run 2026

Momen penyerahan penghargaan di berbagai kategori ini menegaskan bahwa Merdeka Run 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga wadah apresiasi bagi semangat juang, kreativitas, dan kebersamaan seluruh peserta dalam merayakan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.

Musik Wali dan Moluccan Soul Meriahkan Panggung Hiburan Merdeka Run 2026
Senin, 31 Agustus 2026

Musik Wali dan Moluccan Soul Meriahkan Panggung Hiburan Merdeka Run 2026

Penampilan Wali dan Moluccan Soul menunjukkan bahwa Merdeka Run 2026 tak hanya menghadirkan tantangan fisik lewat lintasan lari, tetapi juga ruang hiburan dan kebersamaan yang membuat perayaan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia semakin berkesan bagi seluruh peserta.

Usai Garis Finis, Peserta Nikmati Kemeriahan Race Village Merdeka Run 2026
Senin, 31 Agustus 2026

Usai Garis Finis, Peserta Nikmati Kemeriahan Race Village Merdeka Run 2026

Suasana penuh keceriaan di Race Village menegaskan bahwa Merdeka Run 2026 bukan sekadar ajang lari, melainkan juga ruang perayaan yang menyatukan olahraga, kuliner, dan kebersamaan masyarakat dalam semangat kemerdekaan.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner destkop HUT RI 81 Banner mobile HUT RI 81