Hadirkan Maman Suherman, Kemenpora Gelar Bincang Literasi Sambut HUT Kemerdekaan Ke-79 RI

Rabu, 14 Agustus 2024
Bagikan:
Dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Perpustakaan Pungkas Tri Baruno (PTB) menggelar acara “Bincang Literasi”, Rabu (14/8) pagi di Media Center Kemenpora RI, Jalan Gerbang Pemud
Dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Perpustakaan Pungkas Tri Baruno (PTB) menggelar acara “Bincang Literasi”, Rabu (14/8) pagi di Media Center Kemenpora RI, Jalan Gerbang Pemud

Jakarta: Dalam rangka menyambut peringatan HUT ke-79 Kemerdekaan RI. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI melalui Perpustakaan Pungkas Tri Baruno (PTB) menggelar acara “Bincang Literasi”, Rabu (14/8) pagi di Media Center Kemenpora RI, Jalan Gerbang Pemuda Nomor 3, Senayan, Jakarta. 

Pada edisi kedelapannya ini Bincang Literasi mengangkat tema “Membangun Negeri dengan Literasi”. “Hari ini kita bicara tentang literasi dan kemerdekaan. Kebetulan ini dalam rangka untuk merayakan hari ulang tahun ke-79 kemerdekaan Republik Indonesia,” kata Sekretaris Kemenpora (Sesmenpora) Gunawan Suswantoro yang membuka acara.

Disampaikan, literasi dan kemerdekaan saling berkaitan satu sama lain. Literasi salah satunya berhubungan dengan kegiatan menulis, sementara untuk menulis diperlukan setidaknya kemerdekaan pikiran supaya mampu mengeksplorasi apa yang hendak ditulis.

“Definisi minimal literasi itu adalah kemampuan untuk menulis dan membaca, walaupun dalam perkembangannya bahwa literasi itu bukan hanya tentang menulis membaca, tetapi juga tentang literasi digital,” jelas Sesmenpora.

Kegiatan Bincang Literasi kali ini menghadirkan Maman Suherman, sosok penulis, pegiat literasi, serta konsultan media dan kreatif kenamaan Indonesia. Pria yang karib disapa Kang Maman ini membahas perihal literasi serta kaitannya dengan perpustakaan dan juga berbagi pengalamannya sebagai pegiat literasi.

Maman menyebut, literasi bukan hanya tentang membaca tulis-numerasi. Melainkan memiliki peran dalam mengurangi ketertinggalan, keterbelakangan, ketidakberdayaan, dan kemiskinan.

“Literasi meningkatkan kemampuan berpikir kritis, pemahaman, dan pemberdayaan dalam berbagai bidang,” ujarnya.

Menurut Maman, perlu dilakukan pembenahan pada setiap perpustakaan sebagai jantung literasi di Indonesia untuk dapat menjalankan fungsinya dengan maksimal. Salah satu yang menjadi perhatian yaitu masih minimnya pustakawan sebagai penggerak aktivitas di perpustakaan.

“Perpustakaan Indonesia terbanyak kedua di dunia, tetapi lebih dari 50 persen tidak memiliki pustakawan. Indonesia kekurangan hampir setengah juta pustakawan, hal ini yang perlu menjadi perhatian,” terang Maman.

Dalam kaitan dengan literasi, pembenahan perpustakaan merupakan hal yang penting dilakukan. Sehingga dalam menjalankan peran literasinya, perpustakaan haruslah hidup. Masyarakat pun perlu mendapatkan akses yang mudah ke perpustakaan yang tidak berbelit-belit.

“Akses masyarakat untuk ke perpustakaan harus dipermudah. Misalnya keberadaan perpustakaan di suatu gedung instansi, semestinya berada di lantai pertama yang mudah dicapai. Perpustakaan semestinya juga tidak terbatas pada sekat-sekat atau ruangan,” jelas Maman.

Karenanya Maman memberikan apresiasi kepada Kemenpora yang telah menghidupkan perpustakaannya melalui beragam kegiatan yang dilakukan. Salah satunya melalui gelar wicara Bincang Literasi yang rutin digelar.

“Acara ini adalah sesuatu yang luar biasa. Karena menurut saya perpustakaan itu bukan semata-mata suatu koleksi yang kemudian menyediakan buku semata. Salah satu tugas perpustakaan adalah membuat buku itu hidup dan bernafas untuk bisa didiskusikan, didialogkan, disosialisasikan, yang salah satu di antaranya adalah seperti acara hari ini,” urai pria yang telah menulis puluhan buku ini.

Diketahui, Bincang Literasi kali ini diikuti puluhan peserta yang terdiri para pejabat dan pegawai Kemenpora, perwakilan kementerian/lembaga Pemerintah, Perpustakaan Nasional (Perpusnas), hingga para guru, mahasiswa, media, dan masyarakat umum. 

Salah seorang pesertanya adalah Dewi Indriyanti, Guru SMAN 1 Jakarta yang juga pengelola perpustakaan sekolah. Duta Baca Jakarta Utara ini mengaku mendapatkan ilmu baru terkait literasi dari kegiatan Bincang Literasi.

“Terima kasih kepada Kemenpora, kepada Perpustakaan Pungkas Tri Baruno. Saya senang sekali hari ini mendapatkan penguatan dan banyak ilmu dari Kang Maman serta dari Perpustakaan Kemenpora,” tutur Dewi dalam sesi tanya jawab dan diskusi. (luk)

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Mentalitas Juara Subhan/Rina Marlina Berbicara di Asian Para Games 2026, Sukses Lawan Rasa Sakit dan Trauma Paris

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Naik dari Medali Perunggu ke Perak, Fredy Setiawan Bidik Paralimpiade

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, di kampung halamannya di Sumsel justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata.(dok.Beny/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Desa untuk Indonesia Emas 2045, Misi Irfan Bangun Generasi Melek Digital di Wirasena Youth Camp 2026

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, kenyataan yang ia temui di kampung halamannya di Sumatera Selatan justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata, keterbatasan fasilitas komputer, hingga penggunaan gawai yang belum sepenuhnya produktif.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026