Menpora Amali Bersama Sekjen PBSI, Sekjen KONI dan Sekjen NOC Indonesia Sambut Atlet Bulutangkis All England di Bandara Soetta

Selasa, 23 Maret 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut kedatangan tim bulutangkis Indonesia di Bandara Soekarno - Hatta, Senin (22/3) malam. Menpora Amali didampingi Sekjen PBSI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekjen KO
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut kedatangan tim bulutangkis Indonesia di Bandara Soekarno - Hatta, Senin (22/3) malam. Menpora Amali didampingi Sekjen PBSI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekjen KO

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menyambut kedatangan tim bulutangkis Indonesia di Bandara Soekarno - Hatta, Senin (22/3) malam. Menpora Amali didampingi Sekjen PBSI Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Sekjen KONI Pusat Ade Lukman, Sekjen NOC Indonesia, Ferry J Kono. 

Mereka menunggu tim Indonesia di Gedung VIP Terminal III Bandara Soekarno Hatta sejak pukul 19.00 WIB. Sementara para atlet bulutangkis Indonesia baru tiba di bandara Soekarno-Hatta sekira pukul 20.00 WIB. 
Para Atlet Bulutangkis yang tiba di tanah air antara lain Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo, Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan. Fajar Alfian/Muhammad Rian Ardianto, Jonatan Christie, Anthony Ginting, Greysia Polii/Apriyani Rahayu dan Praveen Jordan/Melati Daeva Oktavianti. 

Menpora Amali mengatakan, kehadiran dirinya untuk memberikan semangat kepada atlet bulutangkis tanah air setelah mereka dipaksa mundur dari turnamen All England Open 2021 yang digelar di Birmingham, Inggris. 

"Pada malam hari ini tim Indonesia yang rencananya akan mengikuti turnamen bulutangkis All England terpaksa mereka tidak bisa ikut karena ada satu kejadian yang tentu bagi kita masyarakat Indonesia pada umumnya dan stakeholder bulutangkis khususnya merasa sakit hati atas kejadian ini," kata Menpora Amali dalam sambutannya di Bandara Soekarno - Hatta, Senin (22/3). 

Menpora Amali menegaksan bahwa kejadian ini dimonitor dan dipantau langsung oleh Presiden Joko Widodo dan meminta kepada Kemenpora dan stakeholder untuk melakukan melakukan langkah-langkah yang cepat dan tepat. Sehingga pihak Kemenpora dan Kementerian Luar Negeri dan PSSI melakukan berbagai upaya untuk memulangkan lebih awal tim Indonesia karena sudah tidak bisa lagi bertanding. 

"Kemenpora dan Kemenlu melalui Duta Besar Indonesia yang ada di London, tentu telah melakukan berbagai upaya dan juga atas koordinasi dari PBSI dimana begitu sudah tidak memungkinkan lagi bagi tim kita untuk bertanding yang akhirnya diputuskan mereka segera kembali atas upaya-upaya dari Duta Besar kemudian juga dari komunikasi-komunikasi dari berbagai jalur maka Indonesia bisa lebih awal dari yang harusnya sesuai aturan yang ada di Inggris," ungkapnya. 

Menpora Amali juga menyampaikan bahwa presiden federasi bulutangkis dunia (BWF) sudah menyampaikan permintaan maaf kepada Indonesia. 

"Presiden BWF menyampaikan permohonan maaf kepada yang mulia bapak presiden RI bapak Joko Widodo, pada Menteri Luar Negeri, kepada kami, kepada PBSI dan seluruh stakeholder bulu tangkis yang ada di tanah air," jelasnya. 

Menpora Amali menjelaskan bahwa permohonan maaf dari BWF itu merupakan bagian dari kerja sama dan kekompakan semua pihak baik Kemenpora, PBSI, Kemenlu, NOC dan Duta Besar Indonesia untuk Inggris."Harapan kita tidak terulang lagi pada saat yang akan datang," harapnya. 

Sementara Sekjen PBSI yang juga Kapolri RI, Listyo Sigit Prabowo menyampaikan apresiasi kepada Presiden Jokowi, Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, Menpora Amali dan semua pihak yang menaruh perhatian terhadap para atlet All England 2021. 

"Kita tetap menghormati apa yang terjadi dan tentunya saya ucapkan terimakasih kepada bapak Menpora, ibu Menlu dan Duta Besar Indonesia yang ada di Inggris yang sudah berjuang keras untuk rekan-rekan kita sehingga rekan-rekan kita bisa kembali ke tanah air," ujarnya. 

Listyo menegaskan bahwa perjuangan para atlet bukan hanya sampai di All England saja. Akan tetapi banyak event-event internasional kedepan yang harus mereka jalankan sehingga mereka harus tetap semangat dan menyiapkan diri menghadapai kompetisi itu. 

"Seorang pejuang yang tangguh adalah yang mampu bangkit pada saat menghadapi permasalahan. Karena seorang yang mampu bangkit dia lah yang memiliki mental juara . Rekan-tekan kita memiliki itu semua," pungkas Listyo kepada para atlet. 

Untuk diketahui tim Indonesia dipaksa mundur dari All England Open 2021. Alasannya, pihak NHS (Otoritas Kesehatan) Inggris mendapati bahwa tim Indonesia berada satu pesawat dengan salah satu penumpang yang positif terpapar Covid-19. 

Berdasarkan protokol kesehatan di Inggris, siapapun yang terdeteksi berada satu pesawat dengan penumpang positif Covid-19 dianggap sebagai close contact alias kontak dekat dan diharuskan menjalani karantina selama 10 hari. Karena tidak bisa bermain, tim Indonesia akhirnya memutuskan pulang dibantu Dubes RI untuk Inggris.(ded)

Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Indonesia Raih 15 Emas dan Tembus Delapan Besar Asian Para Games 2026, Menpora Erick: Bukti Kekompakan NPC dan CdM serta Strategi Target Prestasi yang Terukur

Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal tujuh emas, serta mengumpulkan total 73 medali dan menempati peringkat kedelapan ranking perolehan medali.

Tim boccia Indonesia melengkapi kesuksesan di Asian Para Games 2026 dengan raihan emas keempat lewat nomor mixed team BC1/BC2.(Foto:raiky/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Raih Empat Emas di Asian Para Games 2026, Boccia Indonesia Percaya Diri Menatap Paralimpiade Los Angeles 2028

Tim boccia Indonesia melengkapi kesuksesan di Asian Para Games 2026 dengan raihan emas keempat lewat nomor mixed team BC1/BC2. Prestasi ini membuat Gischa Zayana dkk. semakin percaya diri menatap Paralimpiade Los Angeles 2028.

Tim para angkat berat Indonesia berhasil menambah perolehan medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10).(foto:Agung/NPC Indonesia)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Diwarnai Duel Sengit Kontra Irak, Para Angkat Berat Indonesia Bangga Raih

Tim para angkat berat Indonesia berhasil menambah perolehan medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10).

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026