Kunjungi PAUD dan LKS Srimpi Gunung Kidul, Ini Pesan Penasehat DWP Kemenpora

Jumat, 25 Agustus 2023
Bagikan:
Dalam rangkaian kunjungan kerja  Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ke Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Penasehat DWP Kemenpora Niena Kirana Riskyana Dito Ariotedjo, berkesempatan mengunju
Dalam rangkaian kunjungan kerja Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ke Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Penasehat DWP Kemenpora Niena Kirana Riskyana Dito Ariotedjo, berkesempatan mengunju

Gunung Kidul: Dalam rangkaian kunjungan kerja  Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) ke Kabupaten Gunung Kidul, DI Yogyakarta, Penasehat DWP Kemenpora Niena Kirana Riskyana Dito Ariotedjo, berkesempatan mengunjungi PAUD An Nur Srimpi dan Lembaga Kesejahteraan Sosial (LKS) Lanjut Usia Almarina Srimpi, Karang Mojo, Gunung Kidul, DI Yogyakarta.

"Terima kasih banyak sudah berkenan mengurus, merawat anak-anak ini. Karena bagaimanaun merekalah nanti yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan bangsa negara kita di masa depan dan merekalah nantinya yang akan berkontribusi besar untuk negara kita, terima kasih untuk PAUD An Nur," pesan Niena berkaca-kaca saat memberikan sambutannya di PAUD An Nur Srimpi, Jumat (25/8). 

Niena merasa senang, haru dan bangga dapat hadir bersama ratusan anak-anak yatim, piatu dan yatim piatu di PAUD yang huni ratusan calon penerus bangsa ini.

"Terima kasih saya senang sekali bisa hadir disini bersama anak-anak yang pintar-pintar ini. Saya punya anak baru satu dan usianya tidak jauh beda dengan mereka. Jadi tiap lihat anak kecil, selalu ingat anak saya terus. Saya harap anak-anak disini itu pinginnya bagaimana mereka bisa dijaga, dirawat, diperhatikan tumbuh kembangnya pendidikannya seperti anak saya di rumah karena mereka adalah generasi bangsa," jelasnya.

Niena juga memberikan apresiasi kepada para pengurus PAUD dan LKS Srimpi ini. Ia berharap mereka terus bersemangat untuk menjaga dan merawatnya putra putri bangsa dengan tulus dan ikhlas.

"Semoga semangat terus untuk menjaga anak-anak ini dengan tulus dan ikhlas. Semoga bantuan yang tidak seberapa ini bisa menyemangati kaka disini untuk menjaga anak-anak kita. Terima kasih banyak," pungkas Niena.

Direktur PAUD An Nur Srimpi Alifatun Mardiyah menyampaikan, PAUD An Nur merawat 119 anak-anak usia 0 hingga 6 tahun. Ia sampaikan terima kasih atas kunjungan Penasehat DWP Kemenpora dan jajarannya.

"Terima kasih banyak ibu selamat datang di PAUD Terpadu An Nur Srimpi, saya merasa bersyukur dan sangat bahagia. Kehadiran ibu menjadi semangat kami untuk mengasuh merawat anak-anak ini lebih baik lagi," ujarnya.

"Jadi kami menerima nol (usia) itu ketika misalnya memang kedaruratan dengan perjanjian orang tua harus mengantar ASI nya. 0-2 tahun, 2-3 tahun, kelompok bermain dan TK. Di usia anak-anak ini kami 50% berbayar dan 50% tidak berbayar. Jadi termasuk anak-anak panti asuhan yang bayi di buang itu masuk disini tanpa berbayar," urai Alifa.

Jumlah semuanya anak-anak di PAUD ini yakni ada 119 anak mulai dari 0-6 tahun dengan latar belakang berbeda-beda. Di PAUD ini juga telah melakukan PAUD Holistic Integrated antara lain pendidikan, perawatan, pengasuhan, perlindungan.

Sementara, Yayasan Almarina merupakan pengembangan dari An Nur Srimpi yang menerima 0-100 tahun dengan beberapa syarat-syarat. Yakni, semua yang ada di Yayasan Almarina 90% adalah tidak memiliki orang tua atau sanak keluarga. 

"Jadi kalau mereka sebatang karang itu baru bisa kami terima disini. Ada juga bayi yang rata-rata mereka dibuang, perempuan tindak kekerasan, korban pemerkosaan dan kemudian kami edukasi agar tidak bunuh diri dan bisa kuat menjalani kehidupannya," tambah Alifa.

"Disini tidak dipungut biaya semua 0 rupiah. Kami juga membuka jika ada yang ingin adopsi anak-anak kami. Ada juga anak dengan HIV AIDS, anak dengan organ tidak lengkap, disabilitas, gelandangan dan pengemis," pungkasnya.

Turut hadir dalam kesempatan ini, Ketua DWP Kemenpora Sunarti Gunawan Suswantoro dan jajaran pengurus lainnya, Penasehat DWP Kabupaten Gunung Kidul Dyah Purwanti Sunaryanta, Ketua DWP Kabupaten Gunung Kidul Eki Sunartanto dan Ketua KONI Kab. Gunung Kidul Irvan Ratnadi. (ben)

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Mentalitas Juara Subhan/Rina Marlina Berbicara di Asian Para Games 2026, Sukses Lawan Rasa Sakit dan Trauma Paris

Pasangan ganda campuran para bulu tangkis Indonesia, Subhan/Rina Marlina, menunjukkan mentalitas juaranya ketika berhasil mempertahankan medali emas klasifikasi SH6 di Asian Para Games 2026.

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jumat, 23 Oktober 2026

Naik dari Medali Perunggu ke Perak, Fredy Setiawan Bidik Paralimpiade

Atlet para bulu tangkis andalan Indonesia, Fredy Setiawan, mempersembahkan medali perak dari nomor tunggal putra SL4 di Asian Para Games 2026.

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, di kampung halamannya di Sumsel justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata.(dok.Beny/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Dari Desa untuk Indonesia Emas 2045, Misi Irfan Bangun Generasi Melek Digital di Wirasena Youth Camp 2026

Bagi Irfan Syah, teknologi seharusnya membuka jalan bagi anak-anak desa untuk meraih masa depan yang lebih luas. Namun, kenyataan yang ia temui di kampung halamannya di Sumatera Selatan justru menunjukkan tantangan berbeda, akses internet yang belum merata, keterbatasan fasilitas komputer, hingga penggunaan gawai yang belum sepenuhnya produktif.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026