Siap Sambut Asean Para Games 2022, Bendera APSF Resmi Diserahkan Kepada Wali Kota Solo

Senin, 30 Mei 2022
Bagikan:
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti meyaksikan penyerahan bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Senin (11/5) malam di Istana Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. (foto:dok/n
Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti meyaksikan penyerahan bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Senin (11/5) malam di Istana Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. (foto:dok/n

Solo: Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Chandra Bhakti meyaksikan penyerahan bendera ASEAN Para Sports Federation (APSF) kepada Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka, Senin (11/5) malam di Istana Mangkunegaran, Solo, Jawa Tengah. 

Dalam upacara penuh warna yang kental dengan tradisi, budaya dan suasana Jawa tersebut, Presiden APSF Mayor Jenderal Osoth Bhavilai menyerahkan bendera tersebut kepada Ketua National Paralympic Committee (NPC) Indonesia, Senny Marbun yang selanjutnya diserahkan kepada  Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

Serah terima bendera APSF tersebut menandai kota Solo resmi menjadi tuan rumah ASEAN Para Games (APG) 2022. Pesta Olahraga dua tahunan paling bergengsi bagi para atlet disabilitas dari 11 negara di kawasan Asia Tenggara akan berlangsung dari tanggal 30 Juli - 6 Agustus.

Dalam sambutannya, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka menyampaikan terima kasih kepada APSF atas dukungan dan bantuan dalam memberikan masukan yang berharga, terutama dalam persiapan tempat kompetisi
dan olahraga. 

“Solo siap menerima peserta, atlet, ofisial dan tamu dan kami akan lakukan yang terbaik untuk mensukseskan APG 2022 ini," kata Gibran.

Di tempat yang sama, Ketua NPC Senny Marbun mengatakan, sejak pembatalan APG  Manila pada tahun 2020 dan Vietnam pada tahun 2021, para atlet dibiarkan tanpa adanya kompetisi sehingga mereka sangat mendambakan kompetisi.

"Sekarang ini perhatian akan tertuju ke Kota Solo dimana APG  dilaksanakan. APG ini adalah satu-satunya turnamen disabilitas tingkat regional tahun 2022. Jadi bersiaplah untuk APG di Kota  Solo," kata Senny.

Sementara itu, Mayor Jenderal Osoth Bhavilai mengatakan pentingnya semua pihak bekerja sama untuk memastikan APG berjalan lancar meskipun situasi Covid masih belum sepenuhnya hilang.

“Setelah berbagai pertemuan dan diskusi, yang sebagian besar dilakukan secara virtual selama beberapa bulan terakhir, APSF, NPC, dan LOC akhirnya menyepakati cara terbaik untuk menyelenggarakan APG ini. Dan  kurang dari 80 hari lagi sebanyak  14 cabang olahraga sudah terdaftar sehingga semua perlu bekerja sama dan meningkatkan upaya persiapan,” kata Mayor Jenderal Osoth.

"Dua bulan ke depan sangat penting, tetapi saya memiliki keyakinan penuh bahwa Solo akan dapat mensuksekan  APG 2022 ini.  Tentunya saya berharap yang terbaik untuk semuanya dalam beberapa minggu dan bulan mendatang," dia menambahkan.

Tim Tinjauan Proyek APSF yang dipimpin oleh Kolonel Senior Wandee Tosuwan juga telah menyelesaikan Memorandum of Understanding yang akan ditandatangani secara resmi antara APSF dan panitia lokal dalam beberapa pekan mendatang.

“Penandatanganan secara resmi akan dilakukan setelah Keputusan Presiden dari Presiden Indonesia diterima dalam beberapa minggu mendatang. Baik APSF dan NPC serta perwakilan hukum dari panitia telah mencapai konsensus di berbagai bidang fungsional seperti operasi, venue, medis dan anti-doping, klasifikasi, akreditasi, akomodasi, makanan dan minuman, transportasi, teknologi informasi, pemasaran, media, dan penyiaran,” kata Wandee.

Selama sepekan terakhir, tim APSF melakukan inspeksi terhadap 14 venue kompetisi di dalam dan sekitar Solo. Empat belas cabang olahraga akan dipertandingkan dengan lebih dari 1.600 atlet dan sekitar 600 ofisial dari 11 negara diharapkan hadir di kota tersebut pada bulan Juli.

Hasil temuan dan rekomendasi tersebut disampaikan dalam rapat Coordination Committee di Hotel Alila yang dihadiri juga oleh perwakilan NPC Indonesia yang dipimpin oleh Presiden NPC Indonesia Senny Marbun, Sekretaris Jenderal Rima Ferdianto, serta perwakilan dari berbagai departemen di Local Organizing Committee.

Hadir dalam upacara penyerahan bendera tersebut Raja Mangkunegara X, Gusti Pangeran Harya Bhre Cakrahutomo Wira Sudjiwo, anggota Sekretariat APSF, anggota dari Lokal Organizing Committee dan anggota sekretariat NPC Indonesia. (dok/rep)

Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Indonesia Raih 15 Emas dan Tembus Delapan Besar Asian Para Games 2026, Menpora Erick: Bukti Kekompakan NPC dan CdM serta Strategi Target Prestasi yang Terukur

Kontingen Indonesia menutup perjuangan di Asian Para Games Aichi-Nagoya 2026, Jepang, dengan capaian membanggakan. Para atlet yang membawa nama bangsa berhasil mengoleksi 15 medali emas atau lebih dari dua kali lipat target awal tujuh emas, serta mengumpulkan total 73 medali dan menempati peringkat kedelapan ranking perolehan medali.

Tim boccia Indonesia melengkapi kesuksesan di Asian Para Games 2026 dengan raihan emas keempat lewat nomor mixed team BC1/BC2.(Foto:raiky/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Raih Empat Emas di Asian Para Games 2026, Boccia Indonesia Percaya Diri Menatap Paralimpiade Los Angeles 2028

Tim boccia Indonesia melengkapi kesuksesan di Asian Para Games 2026 dengan raihan emas keempat lewat nomor mixed team BC1/BC2. Prestasi ini membuat Gischa Zayana dkk. semakin percaya diri menatap Paralimpiade Los Angeles 2028.

Tim para angkat berat Indonesia berhasil menambah perolehan medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10).(foto:Agung/NPC Indonesia)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Diwarnai Duel Sengit Kontra Irak, Para Angkat Berat Indonesia Bangga Raih

Tim para angkat berat Indonesia berhasil menambah perolehan medali perak menjelang upacara penutupan Asian Para Games 2026 di Nagoya, Jepang, Sabtu (24/10).

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026