Hadiri Launching Fornas 2022, Menpora Amali Pastikan Olahraga Rekreasi Diatur Dalam DBON

Kamis, 09 September 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tidak hanya memuat masalah olahraga prestasi. Namun juga mengatur desain olahraga rekreasi masyarakat.(foto:raiky/kemenpor
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tidak hanya memuat masalah olahraga prestasi. Namun juga mengatur desain olahraga rekreasi masyarakat.(foto:raiky/kemenpor

Jakarta:Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali mengungkapkan bahwa Desain Besar Olahraga Nasional (DBON) tidak hanya memuat masalah olahraga prestasi. Namun juga mengatur desain olahraga rekreasi masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Menpora Amali saat memberikan sambutan dalam acara Launching ¬¬Festival Olahraga Rekreasi Masyarakat Nasional (Fornas) 2022 Sumatera Selatan dalam rangka peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas) ke-38, Kamis (9/9) sore. Fornas 2021 sendiri akan digelar Juli tahun 2022 mendatang.

Menurut Menpora Amali, DBON yang Perpresnya telah ditandatangani Presiden Joko Widodo sebagai payung hukum akan mengatur persoalan olahraga dari hulu sampai ke hilir. Hulunya adalah bagaimana meningkatkan kebugaran masyarakat sehingga hilirnya tercipta atlet berprestasi.

“Desain Besar Olahraga Nasional tidak hanya olahraga prestasi yang tertuang di dalamnya. Tetapi juga termasuk olahraga masyarakat. Makanya saya sampaikan tadi, ini mengatur dari hulu ke hilir. Dan hulunya kebugaran itu banyak tentu lahir dari aktivitas-aktivitas induk-induk organisasi yang berhimpun dalam Kormi,” ujar Menpora Amali.

Menpora Amali meyakini dengan meningkatnya kebugaran masyarakat, maka akan sangat mudah untuk mendapatkan talenta-talenta dan bibit-bibit atlet yang nantinya akan dibina untuk menjadi atlet internasional. 

“Hanya dari masyarakat sehat dan bugar akan tumbuh bibit-bibit atlet-atlet yang kita harapkan bisa berprestasi di tingkat Olimpiade dan Paralimpiade,” tukasnya.

Disamping itu, di dalam DBON ini Kemenpora menempatkan kesetaraan antara atlet olimpiade dan paralimpiade, dan tidak ada lagi perbedaan antara atlet difabel dan non difabel.

“Semua difasilitasi, semua diberi ruang,” jelasnya.

Dan yang membanggakan, atlet paragames tersebut mampu berprestasi pada Paralimpiade Tokyo 2020 lalu dengan torehan prestasi 9 medali yakni 2 emas, 3 perak dan 4 perunggu. Hasil ini kemudian menempatkan Indonesia berada di rangking 43 dunia.

Capaian ini meningkat tajam dari capaian di Olimpiade Rio de Janeiro 2016 lalu, dimana kala itu Indonesia hanya mendapatkan 1 medali perunggu dan menduduki peringkat 76.

“Dengan keseriusan kita membina atlet yang difabel yang kita hadirkan di dalam Paralimpiade. Kita dapat 9 medali, 2 emas 3 perak dan 4 perunggu. Sehingga loncatan peringkat Indonesia dari yang tadinya 76 langsung ke 43 dunia,” jelasnya.

Dengan dukungan kepala daerah, Menpora Amali yakin capaian atlet di Olimpiade dan Paralimpiade Paris tahun 2024 nanti semakin meningkat dari perolehan ini.

“Saya meyakini dengan dukungan dari pemerintah daerah, Gubernur Sumatera Selatan yang luar biasa perhatiannya terhadap olahraga. Kami meyakini bahwa target-target itu akan bisa dicapai,” harapnya.

Sebagai daerah penghasil atlet-atlet nasional berprestasi, Menpora Amali yakin Sumatera Selatan dapat menjalankan kegiatan Fornas 2021 dengan baik dan juga menjadi tuan rumah penyelenggaraan FIFA World Cup U-20 Tahun 2023.

“Mudah-mudahan Sumatera Selatan akan semakin dikenal dan bukan hanya di tingkat nasional tetapi juga di tingkat dunia,” harapnya.

Sementara itu, Gubernur Sumsel Herman Deru, mengatakan Fornas merupakan ajang kompetisi olahraga rekreasi yang bertujuan tidak hanya untuk kebugaran jasmani. Namun berupaya untuk melestarikan budaya daerah dan nasional.

“Olahraga rekreasi yang sudah jarang dikenal oleh masyarakat diharapkan dengan adanya Fornas, olahraga rekreasi tersebut dapat dikenal oleh masyarakat dan dapat meningkatkan partisipasi serta agar dapat terjalin dan meningkatnya hubungan sosial,” harapnya.(ded)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026