Menpora Amali Jadi Penguji Mahasiswa Doktor Universitas Pakuan

Kamis, 22 Juli 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi penguji eksternal dalam Sidang Terbuka Program Doktor atas nama Ibnu Hasan, M.Pd di Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat secara virtual, Kamis (22/7) pagi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi penguji eksternal dalam Sidang Terbuka Program Doktor atas nama Ibnu Hasan, M.Pd di Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat secara virtual, Kamis (22/7) pagi.

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi penguji eksternal dalam Sidang Terbuka Program Doktor atas nama Ibnu Hasan, M.Pd di Universitas Pakuan, Bogor, Jawa Barat secara virtual, Kamis (22/7) pagi.

Adapun disertasi yang diujikan dalam Sidang Terbuka ini berjudul ‘Penguatan Iklim Organisasi Kepemimpinan Transformasional, dan Ketahanmalangan dalam Upaya Meningkatkan Kinerja Guru’, Studi Empirik Menggunakan Analisis Korelasi dan Anlisis Sitorem pada Guru Sekolah Menengah Pertama (SMP) Swasta di Kota Depok.

Selain Menpora Amali, turut hadir Dewan Penguji antara lain Prof. Dr. Thamrin Abdullah, MM. M.Pd dan Dr. Widodo Sunaryo, S. Psi, M. BA sekaligus promotor dan co promotor. Hadir pula dosen penguji lainnya, Prof. Dr. Bibin Rubini, M.Pd (Rektor Univeritas Pakuan), Dr. Eka Suhardi, M. Si, Dr. Widodo Sunaryo, S. Psi, M. BA, Prof. Dr. H. Thamrin Abdullah, MM, M.Pd dan Prof. Dr. Ing. H. Soewarto Hardhienata.

Pada kesempatan ini, Menpora Amali selaku penguji eksternal mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Ibnu Hasan M.Pd, promovendus. Salah satu yang diperntanyakan Menpora Amali yaitu alasan promovendus memilih judul tersebut dan memilih sekolah swasta di kota Depok sebagai lokasi dalam penelitiannya disertasinya.

“Apa yang saudara promovendus lihat sekarang ini tentang kinerja guru, sampai anda mau membuat satu penelitian tentang kinerja guru dan tempat penelitiannya adalah SMP (swasta) itu kenapa?” tanya Menpora Amali

Menjawab pertanyaan Menpora Amali, Ibnu Hasan mengungkapkan alasannya melakukan penelitian di SMP swasta karena dulu dirinya pernah mengajar selama 16 tahun siswa SMP di kampung terpencil, sebelum dirinya menjadi pegawai Kemenpora. 

Selain itu, sekolah swasta jumlahnya sangat besar dan jauh lebih banyak dibandingkan dengan sekolah negeri meskipun sumber daya, anggaran dan fasilitasnya terbatas.

“Ini perlu ada upaya sungguh-sungguh agar juga meningkat proses belajar mengajar hasil pendidikan tersebut. Karena sangat mempengaruhi dunia pendidikan karena jumlahnya sangat besar. Tapi masih sangat terbatas dalam banyak faktor baik pendanaan fasilitas. Agak berbeda dengan negeri yang sudah cukup memadai dengan anggaran yang tinggi dari pemerintah,”jawabnya.

Menpora Amali juga mempertanyakan alasan peneliti menggunakan istilah ketahanmalangan dan kepemimpinan transformasional dalam judul penelitiannya yang dikaitkan dengan peningkatan kinerja guru.
“Anda bisa jelaskan tentang apa yang anda maksud dengan kepemimpinan transformasional dan ketahanmalangan tetapi dikaitkan dengan kinerja guru,” tanyanya lagi.

Ibnu Hasan kemudian memaparkan bahwa ketahanmalangan memiliki makna kesanggupan yang dimiliki seseorang dalam merespon hambatan yang dihadapi dalam melaksanakan tugas. Ketahananmalangan ini memiliki sejumlah indikator yakni daya tahan, rasa memiliki tanggung dan pencapaian dari visi bersama.

Sementara terkait kepemimpinan transformasional yakni perilaku seorang pemimpin harus menginspirasi, mempengaruhi, menggerakkan dan bahkan mengembangkan orang lain dalam mencapai visi bersama. Bahakn menurut dia, sebagai pejabat di Kemenpora Ibnu Hasan menilai kepemimpinan transformasional telah diterapkan Menpora Amali dalam kepemimpinannya yang gigih, sejuk dan selalu mengarahkan bawahan. 

Hasilnya, Kemenpora yang selama selama ini disclaimer dalam laporan keuangannya di BPK, justru dibawah kepemimpinan Amali mendapat WTP. “Dibawah kepemipinan bpak, semua pihak bahu lembahu, keteladanan akhirnya WTP diberikan kepada kita berturut-turut dua tahun. Karena itu sebuah prestasi besar bahwa sebuh institusi itu dikelola dengan baik, Wajar Tanpa Pengecualian,” pungkasnya.

Menurut dia, salah satu faktor penting keberhasilan suatu organisasi sekolah tidak  terlepas dari kualitas kerja guru dalam melaksanakan tugas sebagai profesinya. Demikian juga penguatan iklim organisasi yang sangat penting karena iklim organisasi di sekolah akan menjadikan seseorang menjadi nyaman. 

“Proses belajar akan berjalan dengan baik harus juga ditopang oleh kepemimpinan transformasional, pimpinan harus mampu menentukan arah dan masa depan organisasi. Kemudian dilaksanakan secara matang dengan perencanaan, mengaktualisasikan tujuan organisasi dengan mendorong dan memotivasi, dan mempengaruhi individu guru,” katanya.

Mendengar paparan Ibnu Hasan, Menpora Amali menilai promovendus memahami yang apa yang ditelitinya. Dia pun berpesan agar Ibnu Hasan lebih bersabar karena tanggungjawabnya semakin bertambah dengan bertambahnya gelar.

Karena sekarang sudah jadi doctor kesabarannya harus ditambah, harus lebih sabar, senang, sebab apapun persoalan kalau kita hadapi dengan emosional dengan tdaik sabar maka tentu kita tidak bisa menyelsaikan itu,” pesannya.

Dari hasil penelitian ini, Ibnu Hasan telah melahirkan Jurnal internasional: Strengthening Organizational Climate, Transformational Leadership and Adversity to improve Teacher performance: An Empirical on private High School Teacher in Depok City dan Buku Panduan Penguatan Iklim Organisasi, Kepemimpinan Transformational, dan Ketahanmalangan dalam upaya meningkatkan kinerja guru.(ded)

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 menjalani sesi terakhir di ruang kelas bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Agenda ini, yaitu refleksi dan Deklarasi Wirasena Community, berlangsung di keempat kelas dengan fasilitator. (dok.Bagus/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Sesi Terakhir Wirasena Youth Camp 2026 di Ruang Kelas: Peserta Tulis Komitmen Nyata sebagai Penggerak

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 menjalani sesi terakhir di ruang kelas bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Rabu (28/10). Agenda ini, yaitu refleksi dan Deklarasi Wirasena Community, berlangsung di keempat kelas dengan fasilitator masing-masing. Di Kelas 1 yang bertempat di Artotel Taman Ismail Marzuki (TIM), peserta menuliskan perasaan selama kegiatan dan komitmen yang akan dibawa pulang sebagai penggerak di daerah masing-masing.

Para peserta Wirasena Youth Camp 2026 memanfaatkan jeda antarkelas untuk berlatih pertunjukan yang akan tampil pada Malam Inagurasi Wirasena Youth Camp.(dok.Suci/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Di Sela Kelas, Peserta Wirasena Youth Camp Siapkan Pertunjukan Musikal Malam Inagurasi

Para peserta Wirasena Youth Camp 2026 memanfaatkan jeda antarkelas untuk berlatih pertunjukan yang akan tampil pada Malam Inagurasi Wirasena Youth Camp. Latihan berlangsung di Teater Mini Taman Ismail Marzuki (TIM), Senin (26/10), dengan peserta berbaur dalam busana yang beragam, termasuk kain batik dan sarung bercorak.

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Pelatihan Pelatih Nasional Pencak Silat Tingkat Muda (III) di Ole Suites Hotel, Sentul, Bogor, pada 21–25 Oktober 2026.(foto:Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Kemenpora Cetak Pelatih Pencak Silat Berkualitas untuk Perkuat Pembinaan di Daerah

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) bersama Pengurus Besar Ikatan Pencak Silat Indonesia (PB IPSI) menggelar Pelatihan Pelatih Nasional Pencak Silat Tingkat Muda (III) di Ole Suites Hotel, Sentul, Bogor, pada 21–25 Oktober 2026. Kegiatan ini diikuti 44 peserta dari Sumatra dan Jawa untuk meningkatkan kompetensi pelatih dan memperkuat pembinaan pencak silat di daerah.

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.(dok.Gilang/Kemenpora)
Rabu, 28 Oktober 2026

Dari Kelas Bahasa hingga Beasiswa, Fira Ajak Pemuda Indonesia “Tumbuh”

Bahasa bisa membuka pintu ke bangku kuliah, beasiswa, bahkan dunia usaha. Pintu-pintu itulah yang ingin Fira Nursyahyuni, pemuda asal Jawa Barat, bukakan bagi sebanyak mungkin anak muda Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026