Dari TPON hingga CFD, Menpora Erick Paparkan Program Pembudayaan Olahraga dalam Raker dengan Komisi X DPR RI
Jakarta: Membudayakan olahraga pada seluruh masyarakat Indonesia merupakan salah satu tanggung jawab Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora). Serangkaian program dalam rangka pembudayaan olahraga pun dijalankan Kemenpora di bawah kepemimpinan Menpora Erick Thohir.
Seperti disampaikan Menpora Erick dalam rapat kerja (Raker) dengan Komisi X DPR RI, Selasa (2/6) sore, yang dipimpin Wakil Ketua Komisi X Lalu Hadrian Irfani di Kompleks Parlemen Senayan.
Kemenpora melalui Deputi Pembudayaan Olahraga, sebut Menpora, telah memiliki program-program dalam rangka memasifkan olahraga di kalangan masyarakat. Seperti pelatihan Tenaga Penggerak Olahraga Nasional (TPON) yang kompeten dalam menggerakkan olahraga.
TPON ini diikuti para peserta dari berbagai daerah di Indonesia, yang berasal dari berbagai kalangan. Program ini merupakan bagian dari Manajemen Talenta Nasional (MTN), yang termasuk bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan konsolidasi pembinaan olahraga melalui akademi olahraga terpadu, modern dan berbasis teknologi.
Melalui Deputi Pembudayaan Olahraga pula, Kemenpora melakukan penguatan ekosistem olahraga bagi penyandang disabilitas di Tanah Air. Salah satunya lewat Training of Trainers (ToT) kepada 200 Penggerak Olahraga Disabilitas “Berdaya” bersama National Paralympic Committee (NPC) Indonesia.
“ToT pertama telah menghasilkan 200 penggerak olahraga yang terlatih. Target kami menghasilkan dua ribu trainer terlatih di tahun 2026. ToT ini ditujukan memperkuat ekosistem olahraga disabilitas untuk meningkatkan partisipasi dan prestasi,” terang Menpora Erick.
“Penggerak ini diharapkan memotivasi dan menggerakkan kelompok disabilitas untuk berolahraga, serta menghubungkan talenta olahragawan disabilitas dengan NPC Kabupaten dan Provinsi. Sehingga melalui inklusi bisa menjadi prestasi,” sambung Menpora.
Selain itu, Menpora Erick turut memaparkan perihal target penyelenggaraan olahraga masyarakat dalam kegiatan Car Free Day (CFD) atau hari bebas kendaraan bermotor di 514 kabupaten/kota di Indonesia. Kegiatan ini perlu dimasifkan kembali dalam rangka menuju indeks olahraga bermasyarakat yang lebih baik.
“Car Free Day adalah ruang olahraga rakyat, ruang kebersamaan, sekaligus ruang tumbuhnya ekonomi masyarakat. Dengan program CFD di 514 kabupaten/kota, kami ingin menghadirkan akses olahraga yang lebih mudah, murah, inklusif, dan berdampak langsung bagi kesehatan serta perekonomian warga,” papar Menpora.
Dalam hal ini Kemenpora juga terus berkoordinasi dengan berbagai kementerian, pemerintah daerah, dan komunitas olahraga. Untuk menjadikan CFD sebagai bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
“Makin banyak masyarakat berolahraga, semakin sehat dan kuat bangsa Indonesia. Kami ingin mendorong masyarakat berolahraga di daerah ini menjadi lebih masif, yang salah satunya melalui Car Free Day,” sebut Menpora Erick.
Disampaikan, penyelenggaraan CFD sempat menyentuh angka 230 daerah sebelum pandemi Covid-19. Selepas pandemi, jumlahnya mengalami penurunan drastis. Karenanya Kemenpora ingin kembali mendorong pelaksanaan CFD khususnya pada 514 kabupaten/kota di Indonesia.
“Kalau ini bisa kita dorong kembali, saya rasa peningkatan indeks olahraga bermasyarakat ini akan bisa tumbuh signifikan,” tegas Menpora.
Paparan Menpora Erick mendapat apresiasi dari Komisi X DPR RI. Dalam hal ini Komisi X memberikan rekomendasi kepada Kemenpora untuk meningkatkan peran dan keterlibatan aktif dalam penyelenggaraan olahraga masyarakat melalui perluasan program olahraga massal, penguatan komunitas olahraga, serta optimalisasi pemanfaatan sarana olahraga publik. (luk)










