Kemenpora Gandeng UN Youth Office Perkuat Partisipasi Pemuda di Kancah Global: Susun Pedoman Partisipasi Pemuda di Tingkat Global
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga melalui Deputi Pelayanan Kepemudaan tengah menyusun kebijakan tentang Pedoman Penyelenggaraan Keikutsertaan Pemuda pada Kegiatan Global sebagai langkah strategis memperkuat peran pemuda Indonesia di kancah internasional.
Inisiatif ini dilakukan sebagai bentuk pelaksanaan amanat Peraturan Menteri Pemuda Nomor 6 Tahun 2026 tentang Pelayanan Kepemudaan.
Sebagai bagian dari proses tersebut, Kemenpora mendapatkan pemaparan mengenai “Partnership Mechanisms and Global Standards for Youth Participation in International Organizations” secara daring pada Jumat (8/5) malam, oleh Nina Brandt, Chief of Partnerships, Advocacy and Communications, UN Youth Office.
Dalam sesi tersebut, didiskusikan berbagai agenda, seperti: pengenalan UN Youth Office dan potensi kerjasama dengan Kemenpora, penguatan kemitraan internasional dan advokasi pemuda oleh Kemenpora, serta pembahasan isu-isu pemuda di kancah global saat ini yang berbasis pada prinsip bekerja bersama dan untuk pemuda.
Nina Brandt mengapresiasi langkah proaktif Indonesia dalam melibatkan pemuda pada penyusunan kebijakan. Ia menegaskan pentingnya menciptakan ruang yang inklusif agar pemuda dapat menjadi agen perubahan yang solutif. “Youth possess a strategic opportunity to drive social and economic access through inclusive, youth-oriented policies," imbuh Nina.
Karena itu, penting bagi pemuda untuk terus mengembangkan kompetensi masa depan, mulai dari kreativitas, penguasaan teknologi, kemampuan berpikir kritis dan kreativitas, hingga semangat kolaboratif di kalangan pemuda. “The main key for all young people in the world are critical thinking and creativity," tambah Nina.
Dengan kapasitas tersebut, pemuda diharapkan mampu hadir sebagai agen perubahan yang terlibat aktif dalam proses pembangunan serta membangun koordinasi dan dampak yang lebih luas di tengah masyarakat.
Terkait dengan hal ini, Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global, Esa Sukmawijaya menyatakan bahwa “Kami memohon masukan dari perspektif PBB agar pedoman yang kami rancang dapat terimplementasi maksimal bagi perkembangan kepemudaan di Indonesia” ujarnya saat membuka diskusi.
Esa menambahkan bahwa pedoman ini bertujuan memastikan setiap pemuda yang membawa nama bangsa memiliki landasan yang kuat, terstruktur, dan diakui secara internasional.
Dalam forum ini juga dihadiri oleh Tenaga Ahli Menpora Bidang Deregulasi dan Kelembagaan, seluruh Katim dan Anggota Tim serta staf di lingkungan Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global. (can/thi)











