Anggito Abimanyu Dorong ASN Kemenpora Bangun Organisasi Unggul Lewat Self Leadership
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar sesi Leaders Talk dalam rangkaian kegiatan Penguatan Kompetensi ASN untuk Mewujudkan Transformasi Tata Kelola yang Akuntabel dan SDM Unggul, yang diikuti oleh Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenpora, yang dilaksankan di Auditorium Wisma Kemenpora Selasa (28/4).
Pada sesi kedua tersebut, Kemenpora menghadirkan Anggito Abimanyu, seorang birokrat sekaligus akademisi yang saat ini menjabat sebagai Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Kehadirannya mampu membangkitkan antusiasme peserta melalui pemaparan yang interaktif dan inspiratif.
Dalam presentasinya, Anggito menekankan bahwa dunia olahraga memiliki peran strategis sebagai alat pembangunan multidimensi, baik dari aspek sosial, ekonomi, maupun keadilan. Ia pun menyoroti pentingnya self leadership sebagai fondasi utama dalam membangun organisasi yang sukses.
“Untuk menjadi sukses, setiap orang perlu memiliki pengendalian diri, baik dalam emosi, niat, ucapan, maupun tindakan. Mengalahkan diri lebih sulit daripada mengalahkan orang lain, dan itu merupakan faktor penting dalam meraih kesuksesan,” ujarnya.
Ia pun menyoroti tantangan yang seringkali dialami dalam sebuah organiasi ataupun lembaga yakni dalam ranah pengambilan keputusan. Ia menilai masih banyak pemimpin yang belum percaya diri dalam menentukan pilihan dan cenderung bergantung pada arahan atasan tanpa menyampaikan argumentasi yang jelas.
"Seorang pemimpin harus mampu memiliki alasan yang logis dalam setiap keputusan yang diambil. Jika alasan tersebut kuat dan memberikan manfaat bagi organisasi, saya yakin pimpinan akan mendukung,” jelasnya.
Mengakhiri paparannya, Anggito mengajak seluruh ASN untuk terus membangun pola pikir positif, memperkuat integritas, serta meningkatkan semangat kolaborasi dalam bekerja. Ia mengajak seluruh peserta untuk mulai membangun organisasi yang sukses melalui tiga aspek utama, yaitu lembaga yang terpercaya, kepemimpinan birokrasi yang kuat, serta kerja sama tim yang solid.
Sesi yang berlangsung dengan dinamis tersebut ditutup dengan quiz leadership yang diikuti oleh seluruh peserta, mulai dari staf hingga jajaran pimpinan eselon I dan II, staf ahli, staf khusus, serta tenaga ahli. (thi)










