Berbekal Literasi Keuangan dari Pemerintah, Edgar Xavier Jadikan Bonus untuk Investasi dan Bangun Sasana Latihan Wushu
Jakarta: Pengelolaan keuangan/literasi yang baik tentang pentingnya mengatur dan memanfaatkan bonus yang nilainya hingga miliaran rupiah, menjadi hal yang amat penting bagi atlet. Berbekal dari itu, Edgar Xavier Marvelo mengaplikasikan bonus yang ia terima diinvestasikan untuk masa depan dan bangun sasana latihan untuk calon atlet wushu tanah air.
Sikap dan wujud nyata dari apa yang dilakukan Edgar sebagai atlet, membuktikan bahwa saat ini menjadi atlet yang telah berjuang dan berlatih keras hingga mampu berpretasi akan memiliki masa depan yang tak bisa dipandang sebelah mata dan mengubah hidup menjadi jauh lebih baik.
Perhatian dan kehadiran pemerintah untuk para atlet berprestasi sangat luar biasa. Tak hanya itu pemerintah juga telah membekali para atlet berprestasi peraih bonus dengan memberikan pendampingan pengelolaan keuangan yang baik.
Saat ini, meski telah memutuskan untuk pensiun dari wushu di usia yang masih produktif, Edgar mampu mengelola keuangannya dengan baik. Tak hanya itu mimpinya untuk generasi berikutnya tetap ia perhatikan dengan membangun tempat latihan/sasana untuk terus mengembangkan cabang olahraga yang telah membesarkan namanya.
"Sementara uang bonus dari pemerintah saya investasikan di beberapa tempat," ujar Edgar Xavier peraih medali emas SEA Games Thailand 2025 saat dihubungi, Jumat (24/4).
Edgar menutup kiprahnya di ajang olahraga Asia Tenggara dengan catatan manis, ia mempersembahkan medali emas pada SEA Games 2025 Thailand yang juga sebagai capaian medali emas keempatnya selama ia mengikuti pesta olahraga Asia Tenggara itu sekaligus menandai penampilan terakhirnya di multievent tersebut.
"Puji Tuhan, selain itu saya juga investasikan di emas dan logam mulia. Juga ada yang saya depositokan. Ada juga yang saya pakai untuk bisnis. Semua demi masa depan dan juga demi keluarga," imbuh pemuda kelahiran 1998 ini.
Edgar yang juga sebagai juara dunia wushu tahun 2022 di Amerika Serikat ini menyampaikan bahwa, sasana akan menjadi wadah bagi atlet muda untuk berlatih sebelum kemudian turut unjuk kemampuan pada semua kejuaraan, bahkan untuk tahapan masuk tim nasional. Potensi Indonesia pada cabang olahraga ini lanjutnya, cukup besar.
"Kemudian, saya juga tetap ingin menabung lebih banyak agar bisa juga membangun tempat latihan Wushu dan membuka sasana untuk generasi Indonesia di masa depan, karena potensi wushu tanah air sangat besar," harapnya.
"Yang pasti saya ingin tiap atlet punya jiwa nasionalisme yang tinggi, jadi bisa mempunyai semangat untuk terus berprestasi mengharumkan Indonesia di kancang dunia," pungkasnya.(ben)










