Kemenpora Dukung Penguatan Komunikasi Publik Program Imunisasi Lebih Kuat dan Terpercaya melalui Forum Bakohumas
Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) mendukung penguatan komunikasi publik terkait program imunisasi melalui Forum Tematik Bakohumas bertema “Sinergi Humas Pemerintah untuk Program Imunisasi yang Lebih Kuat dan Terpercaya”, Selasa (21/4), di Kantor Direktorat Jenderal SDMK Kemenkes, Jakarta.
Forum yang diselenggarakan oleh Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) ini membahas strategi komunikasi pemerintah dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap imunisasi, termasuk dalam menghadapi dinamika informasi di ruang digital.
Ketua Pelaksana Bakohumas sekaligus Direktur Kemitraan Komunikasi Lembaga dan Kehumasan, Marroli Jeni Indarto, menyampaikan bahwa sinergi antarhumas pemerintah diperlukan untuk memastikan penyampaian informasi yang konsisten, akurat, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.
“Sinergi antar humas pemerintah menjadi kunci untuk memperkuat kepercayaan publik terhadap imunisasi. Diperlukan narasi yang konsisten dan dapat dipertanggungjawabkan dalam menghadapi arus informasi yang berkembang,” ujarnya.
Wakil Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Prof. Dante Saksono Harbuwono, dalam sambutannya menyampaikan bahwa imunisasi merupakan salah satu intervensi kesehatan yang efektif dalam pencegahan penyakit. “Imunisasi merupakan intervensi kesehatan yang efektif dalam mencegah penyakit. Selain penguatan layanan, komunikasi publik yang tepat menjadi faktor penting dalam meningkatkan kepercayaan masyarakat,” jelasnya.
Dalam sesi diskusi, dokter muda sekaligus influencer kesehatan, Muhammad Hildan Erriansyah, yang merupakan representasi generasi muda dan narasumber dari Kementerian Kesehatan, menyampaikan bahwa pendekatan komunikasi kepada generasi muda perlu disesuaikan dengan karakteristik audiens.
“Penyampaian informasi kesehatan kepada generasi muda perlu dilakukan dengan pendekatan yang lebih personal, sederhana, dan mudah dipahami, agar pesan dapat diterima secara efektif,” ungkapnya.
Ia juga menambahkan bahwa imunisasi dan aktivitas fisik merupakan bagian dari upaya menjaga kondisi kesehatan secara menyeluruh. “Imunisasi berperan dalam pencegahan penyakit, sementara aktivitas fisik dan olahraga berkontribusi dalam menjaga kebugaran tubuh,” tambahnya.
Selain itu, forum juga menghadirkan paparan dari Ismail Fahmi mengenai analisis percakapan publik di media sosial terkait imunisasi, termasuk dinamika penyebaran informasi dan respons masyarakat.
Melalui forum ini, diharapkan terbangun penguatan koordinasi antarinstansi dalam penyampaian komunikasi publik terkait imunisasi, serta peningkatan pemahaman masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pentingnya upaya pencegahan penyakit dan pemeliharaan kebugaran jasmani. (Wur/Dit)










