Muhammad Taufik, Anak TKI yang Sukses Kibarkan dan Harumkan Merah Putih di SEA Games 2019

Atlet modern pentathlon putra Muhammad Taufik memiliki mimpi untuk meraih medali emas di ajang olahraga multievent
Jumat, 13 Desember 2019

Jakarta: Atlet modern pentathlon putra Muhammad Taufik memiliki mimpi untuk meraih medali emas di ajang olahraga multievent. Mimpi itu akhirnya mampu ia capai di ajang SEA Games ke-30 Filipina 2019 lalu, Taufik panggilannya berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu untuk Bangsa Indonesia.

"Ini SEA Games pertama saya, saya merasa senang, bahagia, terharu sekaligus bangga impian saya selama 15 tahun akhirnya terwujud," ujar Taufik di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/12) kemarin.

Pemuda kelahiran Tasikmalaya, 32 tahun lalu itu mengaku tidak dibina di Sekolah Olahraga khusus melainkan secara mandiri, meski sempat terkena paru-paru basah dirinya tetap terus berlatih hingga akhirnya dipanggil untuk mengikuti pelatnas.

"Dasar saya bukan seperti atlet lain yang dibina di olahraga pelajar, sekolah pelajar tapi saya mencoba untuk mandiri untuk mengikuti lomba-lomba lari akhirnya turun ke triathlon hingga akhirnya sampai ke modern pentathlon," kata anak pertama dari empat bersaudara ini.

"Saya tidak ada secara khusus menekuni bidang olahraga tertentu karena saya sempat kena paru-paru basah dan dokter menyarankan untuk lari dan renang selama satu tahun waktu masih sekolah SMA kelas XII," tambahnya.

Taufik dari kecil belum pernah bertemu dengan orang tuanya, ia bermimpi untuk menyusul orang tuanya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dengan hasil keringatnya sendiri."Waktu itu saya ada kejuaraan lari dan masih masa perawatan dan berhasil menjadi nomor 3 dari hadiah itu saya merasa termotivasi untuk bertemu dengan orang tua saya setelah 15 tahun tidak berjumpa karena bekerja di Arab Saudi," ujar putra pasangan Nurhayati dan Condri Syafiq ini.

Selesai mengenyam bangku sekolah SMA,  Taufik terus menekuni olahraga renang dan lari karena pelatih yang juga dari Kota Tasikmalaya menilai dirinya memiliki kemampuan, benar saja ia berhasil menjuarai beberapa even olahraga di Jawa Barat. Hingg di tahun 2015 Taufik terpanggil pelatnas SEA Games Malaysia tapi karena ada sesuatu hal dirinya tidak jadi diberangkatkan.

"Di tahun 2015 saya menjalani pelatnas SEA Games Kuala lumpur tapi tidak jadi berangkat di Asian Games 2018 saya menjadi cadangan dan alhamdulillah impian saya 15 tahun berhasil menjadi juara meraih emas di SEA Games Filipina ini tapi lebih dari itu saya bisa mempunyai hasil dari keringat saya sendiri untuk bertemu dengan orang tua saya yang bekerja di Arab Saudi dan alhamulillah 2017 saya berangkat ke Arab Saudi tapi ibu saya sudah meninggal disana," kisahnya.

"Medali ini untuk almarhum ibu saya, terima kasih kepada Bapak Menpora, Bapak Presiden, Bapak Gubernur Jabar, Bupati stakeholder kecamatan/desa dan orang tua saya karena dari doa orang 

tua menjadi kekuatan saya untuk mengibarkan Merah-Putih di negara lain sudah saya rasakan," bangganya. (ben)

Bagikan:
Ketegasan Menpora Erick Thohir dalam menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet mendapat dukungan dari Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari. (foto:dok/kemenpora.go.id)
Selasa, 03 Maret 2026

Dukung Ketegasan Menpora Erick, Ketua Umum NOC Indonesia Kawal Investigasi Dugaan Kekerasan Seksual Terhadap Atlet Panjat TebingTanpa Kompromi

Ketegasan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir dalam menyikapi kasus dugaan pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang terjadi di pelatihan nasional (pelatnas) cabang olahraga panjat tebing, dengan mengawal proses investigasi internal oleh Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) dan mendorong sanksi berat jika terduga pelaku terbukti bersalah, mendapat dukungan dari Ketua Umum NOC Indonesia, Raja Sapta Oktohari.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Fauzi mengapresiasi langkah cepat Menpora terkait kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik terhadap atlet. (foto:istimewa)
Senin, 02 Maret 2026

Apresiasi Langkah Cepat Menpora Erick, Kementerian PPPA Dorong Penguatan Sistem Pencegahan Kekerasan Seksual di Lingkungan Olahraga

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) mengapresiasi langkah cepat Menteri Pemuda dan Olahraga RI (Menpora) Erick Thohir dalam menyikapi kasus pelecehan seksual dan kekerasan fisik yang dialami atlet panjat tebing Indonesia.

Kemenpora RI bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan kepada atlet mendapat dukungan KONI Pusat.(foto:dok/kemenpora.go.id)
Senin, 02 Maret 2026

KONI Pusat Dukung Menpora Erick Lindungi Atlet dan Dorong Sanksi Tegas Dalam Kasus Dugaan Pelecehan Seksual Cabor Panjat Tebing

Upaya pencarian fakta oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI bersama Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) terkait dugaan pelecehan seksual dan kekerasan kepada atlet yang dilakukan oknum pelatih berinisial HB mendapat dukungan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI)Pusat.

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG). (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Minggu, 25 Januari 2026

Dari ART Bergaji Rp 150 Ribu per Bulan, Marlina Kini Sukses Hattrick Medali Emas ASEAN Para Games

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, pada laga final nomor Women's Single SH6 melawan wakil tuan rumah Thailand dua set langsung dengan skor telak 21-5, 21-1.

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni meraih medali emas ASEAN Para Games 2025 Thailand.(foto: Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Alvin Nomleni Pemuda NTT Bangga Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni menyampaikan rasa bangganya usai sukses menyabet medali emas dan mempersembahkannya untuk Merah Putih pada laga ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.(foto:Thomas/kemenpora.go.id)
Senin, 19 Januari 2026

Atlet Dayung Perahu Naga Mariyati Ingin Daftar Haji dan Umrahkan Orang Tua dengan Bonus SEA Games 2025

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025. Bersama timnya, perempuan asal Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) itu ikut membawa Indonesia keluar sebagai juara umum dalam nomor cabang olahraga (cabor) ini.

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah di SEA Games 2025 Thailand.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Ardana Cikal, Atlet Muda Panjat Tebing Indonesia Gunakan Bonus Untuk Investasi dan Kembangkan Fasilitas Panjat di Bandung

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah atas capaian prestasinya di SEA Games 2025 Thailand lalu dengan meraih emas di nomor lead putra.

Menpora Erick Hadiri Kejuraan Asian Cadet and Junior Fencing 2026
Jumat, 27 Februari 2026

Menpora Erick Hadiri Kejuraan Asian Cadet and Junior Fencing 2026

Menpora Erick Thohir hadiri Asian Cadet and Junior Fencing Championship 2026 di JICC, Jumat (27/2/2026).

Silaturahmi dengan Media, Menpora Erick Sampaikan Program Besar Kemenpora
Selasa, 24 Februari 2026

Silaturahmi dengan Media, Menpora Erick Sampaikan Program Besar Kemenpora

Menpora Erick Thohir melakukan silaturahmi dengan media, Selasa (24/2) malam.

Menpora Erick Bertemu dengan Dubes Indonesia untuk Malaysia, Bahas SEA Games 2027
Jumat, 20 Februari 2026

Menpora Erick Bertemu dengan Dubes Indonesia untuk Malaysia, Bahas SEA Games 2027

Menpora Erick Thohir bertemu Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Malaysia Raden Dato' Mohammad Iman Hascarya Kusumo

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner-desktop banner-mobile