HSP HSP
Selamat Datang Di Website Baru KEMENPORA RI Selamat Datang Di Website Baru KEMENPORA RI
Laporan Pajak Laporan Pajak
Selamat bergabung keluarga kemenpora RI Selamat bergabung keluarga kemenpora RI

Muhammad Taufik, Anak TKI yang Sukses Kibarkan dan Harumkan Merah Putih di SEA Games 2019

Atlet modern pentathlon putra Muhammad Taufik memiliki mimpi untuk meraih medali emas di ajang olahraga multievent

Muhammad Taufik, Anak TKI yang Sukses Kibarkan dan Harumkan Merah Putih di SEA Games 2019

Jakarta: Atlet modern pentathlon putra Muhammad Taufik memiliki mimpi untuk meraih medali emas di ajang olahraga multievent. Mimpi itu akhirnya mampu ia capai di ajang SEA Games ke-30 Filipina 2019 lalu, Taufik panggilannya berhasil menyumbangkan satu medali emas dan satu medali perunggu untuk Bangsa Indonesia.

"Ini SEA Games pertama saya, saya merasa senang, bahagia, terharu sekaligus bangga impian saya selama 15 tahun akhirnya terwujud," ujar Taufik di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (12/12) kemarin.

Pemuda kelahiran Tasikmalaya, 32 tahun lalu itu mengaku tidak dibina di Sekolah Olahraga khusus melainkan secara mandiri, meski sempat terkena paru-paru basah dirinya tetap terus berlatih hingga akhirnya dipanggil untuk mengikuti pelatnas.

"Dasar saya bukan seperti atlet lain yang dibina di olahraga pelajar, sekolah pelajar tapi saya mencoba untuk mandiri untuk mengikuti lomba-lomba lari akhirnya turun ke triathlon hingga akhirnya sampai ke modern pentathlon," kata anak pertama dari empat bersaudara ini.

"Saya tidak ada secara khusus menekuni bidang olahraga tertentu karena saya sempat kena paru-paru basah dan dokter menyarankan untuk lari dan renang selama satu tahun waktu masih sekolah SMA kelas XII," tambahnya.

Taufik dari kecil belum pernah bertemu dengan orang tuanya, ia bermimpi untuk menyusul orang tuanya yang bekerja sebagai Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Arab Saudi dengan hasil keringatnya sendiri."Waktu itu saya ada kejuaraan lari dan masih masa perawatan dan berhasil menjadi nomor 3 dari hadiah itu saya merasa termotivasi untuk bertemu dengan orang tua saya setelah 15 tahun tidak berjumpa karena bekerja di Arab Saudi," ujar putra pasangan Nurhayati dan Condri Syafiq ini.

Selesai mengenyam bangku sekolah SMA,  Taufik terus menekuni olahraga renang dan lari karena pelatih yang juga dari Kota Tasikmalaya menilai dirinya memiliki kemampuan, benar saja ia berhasil menjuarai beberapa even olahraga di Jawa Barat. Hingg di tahun 2015 Taufik terpanggil pelatnas SEA Games Malaysia tapi karena ada sesuatu hal dirinya tidak jadi diberangkatkan.

"Di tahun 2015 saya menjalani pelatnas SEA Games Kuala lumpur tapi tidak jadi berangkat di Asian Games 2018 saya menjadi cadangan dan alhamdulillah impian saya 15 tahun berhasil menjadi juara meraih emas di SEA Games Filipina ini tapi lebih dari itu saya bisa mempunyai hasil dari keringat saya sendiri untuk bertemu dengan orang tua saya yang bekerja di Arab Saudi dan alhamulillah 2017 saya berangkat ke Arab Saudi tapi ibu saya sudah meninggal disana," kisahnya.

"Medali ini untuk almarhum ibu saya, terima kasih kepada Bapak Menpora, Bapak Presiden, Bapak Gubernur Jabar, Bupati stakeholder kecamatan/desa dan orang tua saya karena dari doa orang 

tua menjadi kekuatan saya untuk mengibarkan Merah-Putih di negara lain sudah saya rasakan," bangganya. (ben)

BAGIKAN :
PELAYANAN