Dukung Pembinaan dan Pengembangan Pencak Silat, Menpora Erick Terima Penghargaan dari Presiden di Munas XVI IPSI
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menerima plakat penghargaan dari Presiden Prabowo Subianto atas dukungannya untuk pembinaan dan pengembangan pencak silat. Penghargaan itu diterima dalam pembukaan Musyawarah Nasional (Munas) XVI Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Tahun 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Sabtu (11/4) siang.
Selain Menpora, Presiden Prabowo yang juga Ketua Umum Pengurus Besar (PB) IPSI periode 2021-2026 ini memberikan plakat penghargaan kepada sejumlah tokoh. Di antaranya Panglima TNI Jenderal Agus Subiyakto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri.
Presiden Prabowo dalam sambutannya mengatakan, sebagai bela diri dan olahraga asli Indonesia, maka sudah sepatutnya pencak dilestarikan dan dikembangkan lebih luas. Salah satunya bisa dipertandingkan di ajang multi event terbesar di dunia, Olimpiade.
"Kenapa pencak silat itu harus kita jaga, kenapa pencak silat itu harus dilestarikan, kenapa pencak silat itu harus kita bina? Karena pencak silat itu adalah bagian dari budaya kita, dan pencak silat itu bagian dari ilmu ksatria, ilmu bela diri," ujar Presiden.
Karenanya Presiden Prabowo memberikan apresiasi kepada semua pihak yang telah memberikan kontribusi terhadap pencak silat. Khususnya para tokoh, kepengurusan IPSI, serta para pimpinan perguruan pencak silat di seluruh Tanah Air. Termasuk juga para atlet dan praktisi pencak silat.
Menurut Presiden yang telah sekira 34 tahun bergelut di kepengurusan IPSI, pencak silat merupakan kepribadian bangsa. Olahraga bela diri ini sarat dengan filosofi, salah satunya berkenan dengan kemerdekaan dan kemandirian, serta pelestarian nilai-nilai leluhur.
"Kemerdekaan suatu bangsa, kebangkitan suatu bangsa, keberhasilan suatu bangsa, ditentukan oleh semangat rakyatnya. Semangat rakyatnya ditentukan oleh kemampuan rakyatnya untuk menjaga dirinya, menjaga keluarganya, menjaga desanya, dan selanjutnya menjaga masyarakatnya," urai Presiden Prabowo.
"Sehingga filosofi ini adalah filosofi yang dianut oleh semua negara yang berhasil, semua bangsa yang berhasil. Bahwa setiap warga negara harus kuat. Kuat fisiknya, kuat jiwanya, kuat imannya, kuat akhlaknya. Kalau tidak ada kekuatan ini, bangsa itu tidak akan langgeng," tegas Presiden.
Seusai sambutan, Presiden Prabowo membuka secara resmi Munas secara simbolis dengan memukul gong didampingi Menpora Erick dan beberapa tokoh terkait. Adapun agenda Munas salah satunya adalah menentukan Ketua Umum PB IPSI masa bakti 2026-2030. (luk)










