Buka Puasa Bersama Pegawai, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Bertransformasi Menuju Kemenpora Lebih Baik

Jumat, 06 Maret 2026
Bagikan:
Kemenpora RI menggelar kegiatan buka puasa bersama di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Halaman Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3) petang.(foto:Herry/kemenpora.go.id)
Kemenpora RI menggelar kegiatan buka puasa bersama di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Halaman Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3) petang.(foto:Herry/kemenpora.go.id)

Jakarta: Keluarga besar Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) menggelar kegiatan buka puasa bersama di tengah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah yang diselenggarakan di Halaman Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Jumat (6/3) petang.

Dalam kesempatan ini, Menpora Erick menegaskan komitmen serta mengajak seluruh pejabat, pegawai hingga staf untuk berubah, bertransformasi menuju Kemenpora yang lebih baik.

"Ini puasa hari ke-16. Tentu makna puasa bagi umat islam dan kita adalah makna yang baik dimana kita ingin mentransformasi diri kita untuk memiliki akhlak yang baik," ujar Menpora Erick dalam sambutannya.

"Kita harap dan saya memohon maaf, saya datang ingin menaikkan marwah kementerian ini yang jelas-jelas masih Kelas C. Tetapi, saya tidak mungkin bekerja sendiri tanpa dibantu semua kita karena kita sebuah tim, hanya mau tidak kita semua bertransformasi," imbuhnya.

Menurut Menpora Erick, tidak mudah merubah kebiasaan. Bahkan lanjutnya, perubahan itu akan selalu dipandang negatif. Dan manusia yang tidak mau berubah akan ketinggalan dari zaman ke zaman.

"Saya ingin bersama-sama mengawal perubahan ini. Dengan niat baik dulu. Misalnya, mulai Senin besok kita akan lihat soal kebersihan kantor ini seperti dari toiletnya, ruangannya bersih atau ngga. Karena kalau mau direnovasi harus ada komitmen perubahannya," tegasnya.

"Supaya kita dilihat oleh banyak kementerian lainnya dan masyarakat bahwa Kemenpora saat ini berbeda menuju lebih baik. Mudah-mudahan dengan niat baik dan sama-sama mengawal mudah-mudahan tahun depan bisa naik kelas. Tapi, ini masih panjang ini, kita maraton. Yang dinilai adalah kinerja kalian, kejujuran dan kapabilitas," pungkas Menpora Erick. 

Dalam kegiatan buka puasa bersama ini diisi pula tausiyah yang dibawakan oleh Ust. Choirul Anam, M.Pd. Ia menyampaikan tentang merubah nasib. Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum jika tidak kaum itu sendiri yang merubahnya.

"Allah SWT tidak akan merubah nasib suatu kaum, jika tidak kaum itu sendiri yang merubahnya. Dan Kemenpora ini bisa diibarkan kaum itu. Kemudian jika kita ingin menjadi hamba Allah yang tidak merugi selama hidup, maka kata Allah, syaratnya adalah melakukan 3 (tiga) perkara. Pertama mendirikan sholat, memperbanyak membaca alquran, dan orang-orang yang menginfaqkan hartanya," urainya.

"Semoga kita semua menjadi bagian dari hamba Allah yang memiliki tiga ciri-ciri ini. Semoga ibadah kita diterima Allah SWT dan kita semua kuat hingga selesai bulan suci ini," tutupnya.

Nampak hadir pada acara ini Wamenpora Taufik Hidayat, istri Menpora Liza Erick Thohir, istri Wamenpora Ami Taufik Hidayat, para pengurus dan anggota DWP Kemenpora. Sesmenpora Gunawan Suswantoro, para Staf Khusus, para Tenaga Ahli, para Pejabat Tinggi Madya, para Pejabat Tinggi Pratama dan para karyawan. (ben)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026