Menpora Amali Apresiasi Disertasi Karya Ilmiah S3 Sulistiyono yang Sejalan dengan Inpres Nomor 3 tahun 2019

Selasa, 22 Juni 2021
Bagikan:
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi penguji pada Ujian Terbuka Promosi Doktor S3  Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) atas nama Sulistiyono melalui virtual, Selasa (22/6) d
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi penguji pada Ujian Terbuka Promosi Doktor S3 Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) atas nama Sulistiyono melalui virtual, Selasa (22/6) d

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali menjadi penguji pada Ujian Terbuka Promosi Doktor S3  Ilmu Keolahragaan Fakultas Keolahragaan Universitas Sebelas Maret (UNS) atas nama Sulistiyono melalui virtual, Selasa (22/6) dari Sitroom, Kemenpora.

Selain Menpora Amali, turut hadir Dewan Penguji antara lain Rektor Universitas Sebelas Maret (UNS) Prof Jamal Wiwoho, Rektor Universitas Negeri Surabaya (UNESA) Prof Dr Nurhasan dan Rektor Universirs Negeri Yogyakarta Prof Dr Sumaryanto.

Sulistiyono menyusun disertasi karya ilmiah S3-nya dengan judul Pengembangan Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Kelompok Umur 9 -12 tahun ( Studi Pengembangan pada Sekolah Sepak bola di Kabupaten Sleman).

Dalam paparannya, Sulistiyono mengatakan bahwa sekolah sepak bola sebagai akar rumput yang membina pemain usia 7 sampai 15 tahun. "Mengacu model pembinaan di negara maju dengan konsep Long Term Athlete Development (LTAD), pada usia 9-12 tahun, idealnya mereka masih berada pada level pengembangan tehnik dan karakter. Tetapi apa yang terjadi di Indonesia, lathan berorientasi  pada kemenangan tim ketika  bertanding dalam kompetisi, "ujarnya.

Menurutnya, di Indonesia model latihan lebih latihan bersifat  spesialisasi dini bahkan pengembangan karakter diabaikan oleh pelatih. "Solusi  yang saya prediksi dapat menyelesaikan masalah, kami mengajukan penelitian dengan judul Model Latihan Berbasis Games Experience Learning untuk Mengembangkan Keterampilan dan Karakter pada Siswa Sekolah Sepakbola Kelompok Umur 9 -12 tahun," jelasnya.

Sebelum melakukan penelitian disertasi ia telah  melakukan studi literatur terkait dengan penelitian yang relevan,  pengembangan skill maupun pengembangan karakter di dunia olahraga. "Pengembangan dan karakter dalam latar belakang olahraga prestasi belum kami temukan. Memang ada tapi masih dalam dunia pendidikan jasmani," ucapnya.

"Rumusan masalah yang dipilih ada 6, tetapi ada masalah yang paling paling yaitu masalah ke 6 yaitu, bagaimana efektivitas model latihan ini dibandingkan dengan model latihan yang bersifat konvensional atau saat ini banyak dilakukan  di lapangan,"tambahnya.

Ia melanjutkan,  kondisi yang terjadi di kabupaten Sleman, SDM pelatih 40% yang ada di lapangan belum memiliki lisensi pelatihan.  Pelatih berorientasi pada fisik, teknik dan taktik tetapi karakter belum menjadi perhatian khusus oleh mereka. Namun demikian, pelatih mengamggap bahwa olahraga dapat dijadikan media untuk mengembangkan karakte tapi diakui masih sering terjadi hal-hal yang tidak mengenakan di pertandingan sepakbola.

Berikutnya, masih katanya, para pelatih memberikan pendapat bahwa dari sekian banyak jenis karakter menurut mereka disiplin, kerja keras, kerja sama, jujur menghormati orang lain dan tanggung jawab menjadi karakter yang paling dianggap penting dari sekian karakter yang lainnya dalam mengembangkan pemain sepak bola.

Pada saat uji efektivitas, Sulistiyono mengunakan 2 kelompok dengan pendekatan ancova dan paired test maka  model yang dikembangkan dinyatakan lebih efektif  untuk mengembangkan skill dan karakter pada siswa usia 9 - 12 tahun. 

"Permainan menjadi hal yang  menyenangkan buat anak sehingga  mereka sangat enjoy  dalam menjalani model ini. Kesimpulan, model ini berpengaruh lebih signifikan dan efektif  dibandingkan latihan konvensional untuk mengembangkan skill dan karakter terhadap siswa SSB usia  9 - 12 tahun," tutupnya.

Menpora Amali pada kesempatan ini mengajukan sejumlah pertanyaan. Setelah mendengarkan paparan dan jawaban dari Sulistiyono, iapun mengapresiasi  terhadap penelitian yang dilakukan oleh Sulistiyono. "Dari hasil penielitian lembaga survey internasional bahwa 77% rakyat Indonesia sangat menyukai sepakbola tapi Indonesia sangat tertinggal dengan negara lain. Karena itu Bapak Presiden mengeluarkan Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan nasional. Dan ini kita bisa kolaborasikan," ujarnya.

Iapun setuju bahwa  para pelatih SSB banyak yang tidak berlisensi. "Saya pernah di satu kunjungan  kerja menemukan ada satu SSB yang melatih sesuai yang ia dapatkan oleh para pelatihnya dulu. Bisa dibayangkan usia 9-12 diberi porsi latihan senior. Tentu banyak hal yang tidak masuk di mereka, " ucapnya.

Karena ini sejalan dengan Inpres nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan persepakbolaan nasional. Iapun menjelaskan Inpres tersebut. "Sekarang ini kita punya Inpres  nomor 3 tahun 2019 tentang percepatan pembangunan sepakbola  nasional. Tugas Kemenpora menyusun dan menetapkan petunjuk, pedoman teknis pada kementrian dan lembaga terkait terhadap sepakbola kita," katanya.

Secara khusus, Kemenpora mendapatkan beberapa tugas."Pertama, kami melakukan pengembangan kurikulum, pengembangan bakat pemain sepakbola. Kemudian melakukan pembinaan usia dini dan muda secara berjenjang. Penyelenggaraan kompetisi kelompok usia, fasilitasi tenaga ahli, instruktur, wasit  dan pelatih. Bimbingan teknis pada centra olahraga sepakbola,"  ucapnya. (rep)

Menpora Erick berdialog dengan para peserta Wirasena Youth Camp 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Senin (26/10). (foto:Yayan/kemenpora.go.id)
Senin, 26 Oktober 2026

Berdialog Langsung dengan Peserta Wirasena Youth Camp, Menpora Erick Ajak Bangun Kultur Patriotik, Gigih, dan Berempati

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan pentingnya membangun kultur patriotik, gigih, dan berempati bagi generasi muda guna menghadapi tantangan zaman.

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat.(dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Tabungan Sampah Bisa untuk Bayar Sekolah, Peserta Wirasena Youth Camp Belajar dari Kampung Pramuka Cemara

Peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026 mengunjungi Kampung Pramuka Cemara di Kelurahan Tugu Utara, Jakarta Utara, pada Minggu (25/10), untuk mempelajari pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat. Dalam kunjungan tersebut, peserta melihat langsung praktik pengolahan sampah melalui bank sampah, pemanfaatan sampah organik, hingga sistem pembayaran biaya pendidikan anak usia dini (PAUD) menggunakan sampah.

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). (dok.Kemenpora)
Minggu, 25 Oktober 2026

Wirasena Youth Camp 2026 Ajak Peserta Belajar Patriotik, Gigih, dan Berempati Lewat Tur Jakarta

Peserta Wirasena Youth Camp 2026 mengikuti pembelajaran di luar kelas melalui kunjungan edukatif ke tiga lokasi di Jakarta, Minggu (25/10). Kegiatan ini menjadi sarana untuk memperkuat nilai patriotik, gigih, dan berempati melalui pengenalan inovasi lingkungan, sejarah dan budaya, serta perjuangan bangsa Indonesia.

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau,(dok.Gilang/Kemenpora)
Sabtu, 24 Oktober 2026

Baru Lulus SMA, Peserta WYC 2026 Raffi dari Malinau Sudah Bicara Isu Hutan di COP29 Baku, Azerbaijan

Baru lulus SMA pada 2026, Raffi Abya Saputra sudah punya pengalaman yang tak biasa bagi anak seusianya. Pemuda asal Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara itu pernah menjadi pembicara di Paviliun Indonesia dalam konferensi iklim COP29 di Baku, Azerbaijan.

Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.(dok.Yayan/Kemenpora)
Jumat, 23 Oktober 2026

Belajar dari Wirasena Youth Camp 2026, Lifia Siapkan Langkah Baru untuk Literasi dan Budaya BalI

Di tengah kehidupan anak muda yang lekat dengan tren digital dan budaya populer, salah satu peserta Wirasena Youth Camp (WYC) 2026, Ni Made Lifia Kristina justru memilih jalan berbeda. Gadis berusia 21 tahun asal Bali ini berupaya menghidupkan kembali aksara Bali yang perlahan mulai ditinggalkan generasi muda di tanah kelahirannya.

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.(dok.NPCI)
Jumat, 16 Oktober 2026

Juara Bertahan Asian Para Games, Rifky Pilih Tampil Lepas di Nagoya

Maulana Rifky Yavianda punya cara tersendiri menghadapi tekanan jelang Asian Para Games 2026. Perenang andalan Indonesia itu memilih kembali mengingat kecintaannya pada renang sejak usia empat tahun agar bisa tampil lepas di Nagoya, Jepang.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga
Rabu, 21 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

Goverment Public Relation

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026