Angkatan PKPBN 2024 Kemenpora Sampaikan Lima Komitmen Bela Negara dalam Api Semangat Bela Negara

Suasana penuh haru menyelimuti para peserta program Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara (PKPBN) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI saat mengikuti kegiatan Api Semangat Bela Negara (ASBN), Minggu (19/5) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari PKPBN di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Rumpin, Bogor, yang berlangsung sejak Rabu (15/5).

Angkatan PKPBN 2024 Kemenpora Sampaikan Lima Komitmen Bela Negara dalam Api Semangat Bela Negara Suasana penuh haru menyelimuti para peserta program Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara (PKPBN) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI saat mengikuti kegiatan Api Semangat Bela Negara (ASBN), Minggu (19/5) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari PKPBN di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Rumpin, Bogor, yang berlangsung sejak Rabu (15/5).(foto:egan/kemenpora.go.id)

Bogor: Suasana penuh haru menyelimuti para peserta program Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara (PKPBN) Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI saat mengikuti kegiatan Api Semangat Bela Negara (ASBN), Minggu (19/5) malam. Kegiatan ini merupakan bagian dari PKPBN di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) Bela Negara Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, Rumpin, Bogor, yang berlangsung sejak Rabu (15/5).

Dimulai sekira pukul 22.00 WIB, ASBN menjadi malam renungan bagi para peserta PKPBN tentang kesadaran bela negara, meresapi perjuangan para pahlawan Indonesia yang telah gugur dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. Ke-97 peserta PKPBN berbaris mengelilingi api unggun yang dinyalakan Pimpinan Acara Nurosi Nurasjati yang juga Ketua Tim Kerja Pendidikan Kader Pemuda Bela Negara Kemenpora RI.

“Melalui kegiatan Api Semangat Bela Negara, saya mengajak seluruh peserta diklat kader bela negara untuk senantiasa mengingat, meneguhkan tekad kita, sesuai dengan bidang profesi kita masing-masing, dalam rangka bela negara untuk membangun kejayaan bangsa,” tutur Nurosi dalam sambutannya.

Selepas pembacaan puisi kebangsaan, masing-masing peserta secara bergantian maju untuk mencium bendera Merah Putih. Dengan diiringi pemutaran rekaman pidato Bung Tomo saat 10 November 1945 dan juga lagu Gugur Bunga, momen ini meninggalkan kesan mendalam pada masing-masing peserta.

Para peserta PKPBN 2024 yang menamakan diri Angkatan Satria Baswara Nusantara itu pun lantas secara bergantian melakukan penandatanganan Pakta Integritas Komitmen Bela Negara. Setidaknya ada lima komitmen yang dibuat, yaitu yang pertama menjadi kader pemuda yang sadar akan kehormatan dan pembelaan negara yang pantang menyerah.

Kedua, berintegritas dan berjiwa Pancasila untuk menjunjung tinggi Indonesia Emas 2045. Ketiga, berintelektual dan berbudi luhur untuk menjadi pemuda Indonesia. Keempat yaitu Muda, cerdas, dan berkarakter. Serta kelima adalah kubangun, kujaga, dan kubela Indonesia.

Atas komitmen tersebut, Pimpinan Acara Nurosi Nurasjati mengucapkan terima kasih. Dia mengingatkan bahwa komitmen tersebut bukanlah komitmen para peserta dengan Kemenpora ataupun Kemhan, melainkan komitmen dengan diri sendiri serta yang paling utama yaitu dengan Allah SWT.

“Jika kalian niatkan semuanya untuk ibadah, niscaya Allah akan memberkati dan memudahkan ini terwujud. Komitmen kalian itu adalah pesan untuk kalian sendiri dan itu akan meresap ke alam bawah sadar. Selamat berjuang, saya tunggu di hari saat kalian menjadi pemuda yang sukses dan berhasil, untuk diri sendiri, untuk keluarga, dan untuk negara,” ujar mantan atlet karate nasional yang karib disapa Rosi ini.

Sementara itu Senat Peserta PKPBN Kemenpora 2024 Estomihi Sitinjak menerangkan, nama Angkatan Satria Baswara Nusantara memiliki arti Pemuda Bercahaya dari Penjuru Nusantara yang siap bela negara. Nama ini dipilih dengan harapan para peserta bisa selalu siap siaga dalam membela negara ke depannya.

Secara pribadi Estomihi mengaku senang mengikuti rangkaian PKPBN tahun ini. Menurutnya banyak hal yang didapatkan selama mengikuti PKPBN.

“Yang pertama itu tentunya kedisiplinan, kemudian kekompakan, materi-materi dari TNI-Polri, sangat-sangat luar biasa, patut diapresiasi. PKPBN ini sangat luar biasa,” kata Estomihi. 

Mahasiswa Universitas Riau ini menyatakan selepas PKPBN bakal mengimplementasikan ilmu yang didapat tersebut ke lingkungan di tempatnya tinggal. Mulai dari lingkungan pertemanan, kampus, hingga ke masyarakat di perdesaan dan perkampungan. Dia pun berharap kegiatan PKPBN akan selalu digelar Kemenpora di tahun-tahun berikutnya dengan lebih baik lagi.
 
“Semoga ke depannya PKPBN ini di tahun 2025 tetap ada, selalu dibuat pengkaderan-pengkaderan seperti ini, karena pengkaderan seperti ini sangat bermanfaat bagi kader pemuda di seluruh Indonesia. Semoga nantinya di tahun 2025 akan ada kader-kader yang lebih bagus, yang lebih paten,” harap Estomihi. (luk)

Tag
BAGIKAN :
PELAYANAN