Kemenpora Ingin Cabor Persiapkan Atlet Sebaik Mungkin Untuk Hadapi Asian Games 2023 dan Kualifikasi Olimpiade Paris 2024

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menginginkan cabang olahraga yang akan tampil untuk menghadapi Asian Games 2023 dan Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 mempersiapkan atletnya sebaik mungkin. Hal ini diharapkan untuk meraih prestasi olahraga di level yang tertinggi.

Kemenpora Ingin Cabor Persiapkan Atlet Sebaik Mungkin Untuk Hadapi Asian Games 2023 dan Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menginginkan cabang olahraga yang akan tampil untuk menghadapi Asian Games 2023 dan Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 mempersiapkan atletnya sebaik mungkin. Hal ini diharapkan untuk meraih prestasi olahraga di level yang tertinggi. (foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) menginginkan cabang olahraga yang akan tampil untuk menghadapi Asian Games 2023 dan Kualifikasi Olimpiade Paris 2024 mempersiapkan atletnya sebaik mungkin. Hal ini diharapkan untuk meraih prestasi olahraga di level yang tertinggi. 

"Kemenpora terus hadir dan memastikan cabor mempersiapkan atlet sebaik mungkin untuk menghadapi Asian Games hingga kualifikasi Olimpiade Paris," kata Juru Bicara Kemenpora, Hamdan Hamedan dalam wawancara bersama Metro TV secara virtual, Senin (22/5). 

Hamdan optimis Indonesia akan sukses saat mengikuti ajang olahraga pada level yang lebih tinggi nantinya. Saat SEA Games 2023 Kamboja, menurutnya para atlet mampu berjuang dan sudah menunjukkan kemampuan terbaiknya. 

"Awalnya ditargetkan 69 emas, tapi Alhamdulillah atlet Indonesia dengan determinasi dan kerja keras serta didukung tim pelatih dan masyarakat mampu mendapatkan 87 emas," ujarnya. 

Lebih lanjut, Hamdan bilang beberapa cabang olahraga bahkan keluar sebagai juara umum. Misalnya wushu, pencak silat, balap sepeda, tenis, esports, bulu tangkis, voli, dan angkat besi.

"Tak kalah pentingnya lagi adalah berhasil mendapatkan emas pertama misalnya basket putri, hoki indoor putra. Kemudian ada tenis regu putri setelah 18 tahun akhirnya mendapatkan emas lagi. Lalu juga ada sepak bola meraih emas setelah 32 tahun," jelasnya. 

"Jadi capaian ini adalah kerja keras dari semua pihak, butuh kerja sama dan gotong royong. Kerja keras dari para atlet ini dibalas tunai dengan mendapatkan medali emas, bahkan melampaui target," pungkas Hamdan. (jef)

BAGIKAN :
PELAYANAN