Menpora Amali Berpesan kepada Mahasiswa UICI: Manfaatkan Bonus Demografi untuk Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berpesan kepada mahasiswa dan pemuda Indonesia agar bisa memanfaatkan bonus demografi untuk bangsa. Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami bonus demografi dimana jumlah usia-usia pemuda atau usia produktif lebih banyak.

Menpora Amali Berpesan kepada Mahasiswa UICI: Manfaatkan Bonus Demografi untuk Bangsa Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berpesan kepada mahasiswa dan pemuda Indonesia agar bisa memanfaatkan bonus demografi untuk bangsa. Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami bonus demografi dimana jumlah usia-usia pemuda atau usia produktif lebih banyak.(foto:putra/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berpesan kepada mahasiswa dan pemuda Indonesia agar bisa memanfaatkan bonus demografi untuk bangsa. Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang mengalami bonus demografi dimana jumlah usia-usia pemuda atau usia produktif lebih banyak.

Hal ini disampaikan Menpora Amali saat memberikan Pesan Kebangsaan dengan tema "Membangun Mental Konsistensi dan Produktivitas Generasi Milenial" kepada mahasiswa Universitas Insan Cita Indonesia (UICI) secara virtual, Rabu (21/9) siang.

Menurut Menpora Amali bonus demografi dapat manfaat buat bangsa Indonesia. Namun juga bisa menjadi mudharat. Sebab, ada banyak contoh negara-negara yang berhasil dalam manfaatkan bonus demografi. Namun ada pula negara yang gagal memanfaatkan bonus demografi.

“Kalau kita bisa memanfaatkan bonus demografi, maka itu akan bermanfaat buat bangsa dan negara ini. Tetapi kalau kita tidak bisa manfaatkan itu, maka bonus demografinya akan menjadi mudharat buat negara kita dan sudah ada contoh-contoh negara yang tidak bisa mermanfaatkan itu,” jelasnya.

Adapun contoh negara yang berhasil mengelola bonus demografi antara lain Jepang dan Korea. Sementara negara yang gagal memanfaatkan bonus demografi seperti Afrika Selatan dan Brazil.

Oleh karenannya, menurut Menpora Amali peran perguruan tinggi dan institusi pendidikan sangat penting dalam agar bonus demografi ini bisa dimanfaatkan.
 
“Kalau kita lihat bahwa bonus demografi ini harus dikelola dengan baik, maka di situ peran perguruan tinggi sangat menentukan. Karena mereka yang produktif itu rata-rata berada di sekolah-sekolah atau di perguruan tinggi. Kalau tidak, seperti yang saya sampaikan tadi yang akan menjadi mudharat,” tukasnya.

Dikatakannya, negara-negara yang berhasil meanfaatkan bonus demografi mereka sudah menikmati hasilnya antara lain meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB), meningkatkan pendapatan perkapita, tingkat pendidikannya tinggi dan juga tingkat kesehatan masyarakatnya tinggi.

“Karena memang pemerintah berkonsentrasi mengalokasikan sumber dayanya untuk mengelola bonus demografi terutama juga memberi dukungan yang luar biasa kepada sekolah-sekolah, kepada perguruan tinggi, sehingga mahasiswa, lulusan perguruan tinggi dia menjadi produktif. Karena benar-benar apa yang ada sesuai dengan kebutuhan dengan pasar, tenaga kerja sesuai dengan dunia industri dan lain sebagainya dan kesehatan dari masyarakat itu juga menjadi lebih baik,” paparnya.

Sementara itu, negara yang gagal memanfatkan bonus demografi maka hasil yang didapatkan sebaliknya, dimana tingkat kesehatan di negara tersebut tidak baik, pendidikannya tidak terlalu baik dan alokasi dari sumber daya yang ada lebih banyak disalurkan untuk social safety net atau bantuan untuk masyarakat miskin.

“Sehingga alokasi untuk pendidikan atau alokasi untuk kesehatan itu menjadi berkurang,” ujarnya.

Terkait tantangan tersebut, Menpora Amali pun mendorong mahasiswa agar terus berolahraga untuk menjaga kebugaran jasmani. Sebab, menurutnya, percuma memiliki kemampuan intelektual namun fisiknya tidak sehat.

Disamping itu, Menpora juga meminta mahasiswa untuk lebih kreatif dan inovatif. Sebab, hanya orang-orang yang memiliki inovasi dan kreatifitas yang dibutuhkan di dunia kerja.

“Ketiga, jadilah orang yang mandiri. Jadi tidak punya ketergantungan kepada siapapun. Saya berharap lulusan dari UICI ini akan menjadi job creator, bukan menjadi job seeker, dia bisa menciptakan lapangan kerja. Tapi bukan menjadi pencari kerja yang bawa ijazah ke sana kemari,” harapnya.(ded)

Tag
BAGIKAN :
PELAYANAN