Menko Polhukam dan Mendagri Puji Kesuksesan PON XX Papua 2021

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memberikan apresiasi dan pujian atas kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang diselenggarakan 2-15 Oktober 2021.

Menko Polhukam dan Mendagri Puji Kesuksesan PON XX Papua 2021 Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memberikan apresiasi dan pujian atas kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang diselenggarakan 2-15 Oktober 2021.(foto:bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD memberikan apresiasi dan pujian atas kesuksesan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021 yang diselenggarakan 2-15 Oktober 2021.

Hal ini disamapikannya saat memimpin rapat rapat evaluasi pelaksanaan pengamanan PON XX dan rencana pelaksanaan pengamanan Peparnas XVI Papua 2021 di ruang Nakula Gedung, Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Selasa (26/10) sore. Hadir dalam rapat ini Menpora Zainudin Amali, Mendagri Tito Karnavian, Kemenkes, BNPB, perwakilan Polri dan TNI, Pemda Papua, PB PON serta NPC Indonesia.

“Kalau evaluasinya saya kira PON ini berhasil sekali. PON kita ini PON yang hebat, PON yang berkelas, dan sambutan masyarakat tentu luar biasa,” kata Mahfud MD.

Mantan Koordinator Presidium KAHMI ini pun mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat dalam kesuksesan PON XX ini, terutama pihak keamanan Polri-TNI. “Saya selaku penanggungjawab keamanan, saya mengucapkan terimakasih, atas usaha-usahanya menjaga kemanan selama PON XX berlangsung,” ucapnya.

Namun demikian, mantan Ketua MK ini mengingatkan agar lebih waspada dan antisipatif untuk kegiatan Peparnas yang digelar 2-15 November nanti sehingga tidak terjadi peningkatan kasus COVID-19. Hal ini merupakan instruksi langsung dari Presiden Joko Widodo.

“Tentu ada pesan dari sidang kabinet kemarin, semua elemen harus menjaga agar tidak terjadi gelombangang ketiga covid-19,” harapnya.

Senada dengan Mahfu MD, Mendagri Tito Karnavian memuji penyelenggaraan PON XX Papua yang berjalan sukses meski digelar ditengah-tengah pandemi COVID-19. Selain itu, penyelenggaraan dilakukan di Papua dimana masih ada gerakan separatis yang mengancam.

Disisi lain, secara akomodasi, transportasi dan infrastruktur juga Papua masih terbatas. Dengan demikian, dia mengapresiasi penyelenggaraan PON yang berjalan luar biasa dan berkahir dengan sukses.

Menurutnya, sebelumnya dia memberikan sejumlah kriteria nilai untuk penyelenggaraan PON yakni A, B, dan C. Nilai C apabila PON berlangsung aman. Sementara nilai B, apabila PON berjalan dengan aman, dan lancar sampai selesai.

“Nilai A apabila PON berjalan dengan aman, lancar dan beprestasi. Semua kegiatan berlangsung dengan bagus muncul prestasi-prestasi, rekor PON, maupun lebih dari itu. PON ini acara pembukaan luar biasa kelas standar internasional demikian juga acara penutupan. Memang ada problem, ribut-ribut dikit biasa. Tapi Secara umum semua berjalan dengan lancar,” ucapnya.

Sebelumnya, dalam kesempatan ini, Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Zainudin Amali melaporkan bahwa penyelengraan PON XX Papua 2021 berjalan dengan lancar, aman dan sukses. Tidak hanya itu, Menpora mengatakan bahwa PON kali ini berjalan sesuai rencana dengan empat kesuksesan sekaligus yakni sukses penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses administrasi.

“Sejak PON sebelum dimulai kita sudah mencanangkan ada empat suskes, suskes penyelenggaraan, sukses prestasi, sukses ekonomi dan sukses administrasi. Penyelenggaraan kita tahu semua secara umum sukses walaupun dalam perjalanan ada beberapa hal yang muncul. Tapi itu tIdak signifikan mengganggu penyelenggaraan PON,” kata Menpora Amali.

Menurut Menpora Amali, secara penyelenggaraan mulai dari pembukaan, pertandingan dan hingga penutupan semua berjalan dengan lancar. Meskipun, sebelum PON dimulai sebagian orang khawatir, takut, dan tidak percaya PON di Papua terselenggara.

“Ini terhapus karena kerja tim yang luar biasa baik tingkat pusat maupun tingkat provinsi, dan tingkat kabupaten kota. Saya kira ini kolaborasi, sesuatu yang dikerjakan dengan kompak dan kordinasi dengan baik, hal yang tidak mungkin menjadi mungkin dan berhasil,” pungkasnya.(ded)

BAGIKAN :
PELAYANAN