APKORI Dukung dan Apresiasi Langkah Cepat Menpora Amali Terkait Sanksi WADA

Selasa, 19 Oktober 2021
Bagikan:
Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Prof. Djoko Pekik Irianto menilai, jatuhnya sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) lebih disebabkan karena tidak adanya komunikasi yang intensif antara kedu
Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Prof. Djoko Pekik Irianto menilai, jatuhnya sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) lebih disebabkan karena tidak adanya komunikasi yang intensif antara kedu

Jakarta: Ketua Asosiasi Profesor Keolahragaan Indonesia (Apkori) Prof. Djoko Pekik Irianto menilai, jatuhnya sanksi Badan Anti-Doping Dunia (WADA) kepada Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) lebih disebabkan karena tidak adanya komunikasi yang intensif antara keduanya. Apkori apresiasi Menpora Amali gerak cepat membentuk Tim Akselerasi dan Investigasi.

Ia mencontohkan, Ketua LADI sebelumnya Hapmi Sari Ambarukmi, memiliki komunikasi dengan WADA yang luar biasa bagus, sehingga kalaupun ada hal-hal semacam ini akan terjadi sanksi dan sebagainya, biasanya sebelum berkirim surat, pihak WADA akan memberikan kabar terlebih dahulu atau setidaknya personal by phone.

"Komunikasi intensif ini terjadi di masa lalu sehingga kalau akan ada sanksi tentu bisa kita kejar agar tidak di sanksi. Saat ini Indonesia sudah disanksi sudah dibuktikan dengan tidak berkibarnya Merah-Putih di Piala Thomas," kata Prof. Djoko Pekik, Selasa (19/10).

Ia melanjutkan selain sanksi tidak berkibarnya Merah-Putih di beberapa kejuaraan internasional, sanksi WADA juga akan menyebabkan Indonesia tidak bisa mengikuti bidding menjadi penyelenggara kejuaraan-kejuaraan olahraga internasional.

"Sanksi ini juga menyebabkan Indonesia tidak bisa mengikuti bidding internasional seperti balap motor, bulutangkis dan sebagainya," ujarnya.

Menurutnya, ketidaktaatan Indonesia memberikan pelaporan terhadap pemeriksaan doping menjadi pemicunya. Sedangkan LADI, beralasan karena adanya pandemi. Ia menambahkan, persyaratannya memang cukup berat, Indonesia untuk memiliki laboratorium terakreditasi, dalam satu tahun perlu mengadakan uji doping minimal 3000 sample.

"Untuk regulasi rutin, artinya setiap tahun memang LADI harus melaporkan pengambilan sample anti doping kepada WADA. Tentu ada aturan minimalnya berapa, dan itu harus dilakukan secara berkala dan tertip. Ini yang nampaknya tidak dilakukan LADI dengan alasan anggaran, pandemi dan sebagainya," urainya.

Prof. Djoko memberikan apresiasi kepada Menpora Amali yang telah mengambil langkah cepat dengan membentuk Satgas dalam rangka mempercepat pencabutan sanksi WADA kepada Indonesia.

WADA adalah badan yang terafiliasi kepada IOC, kemudian LADI terafiliasi dengan WADA, ini independent. Yang harus diperhatikan, jangan sampai niat baik Pak Menpora dianggap intervensi kepada WADA dari pemerintah Indonesia.

"Saran saya, segera saja LADI berkomunikasi intensif dengan WADA jika perlu datang langsung ke kantor WADA di Canada untuk menanyakan langsung masalah apa yang terjadi meskipun kita sudah tahu, kemudian apa solusi yang harus dilakukan," katanya.

Dengan LADI yang proaktif dengan WADA tentu akan menjadi catatan tersendiri bagi WADA untuk bagaimana membantu menyelesaikan sanksi itu bagi Indonesia. "Niat pak Menteri bagus membentuk Satgas hanya saja kita khawatir tim itu nanti dianggap bentuk intervensi kepada WADA," imbuhnya.

"Poinnya biarkan saja LADI saja yang berkomunikasi langsung dengan WADA difasilitasi oleh Kemenpora. Sedangkan, NOC Indonesia itu tidak ada afiliasinya ke WADA. NOC Indonesia afiliasinya ke IOC. Jadi, Ketua NOC Indonesia berkomunikasi dengan Ketua IOC Thomas Bach menyampaikan masalah ini dan upaya apa yang diambil Indonesia, sehingga ada dua jalan, LADI ke WADA di Canada dan NOC Indonesia ke IOC," lanjutnya.

Terkait dengan kejuaraan internasional bulutangkis di Bali, PB PBSI juga bisa berkomunikasi dengan BWF untuk menyampaikan hal yang sama seperti yang NOC Indonesia lakukan kepada IOC. Sehingga pencabutan sanksi itu bisa segera dilakukan tanpa menimbulkan masalah berikutnya. 

"Sekali lagi kami apresiasi kepada Pak Menpora yang telah cepat membentik tim akselerasi dan investigasi tapi saran kami tetap saja LADI yang menjadi leading sector untuk bertemu dengan WADA menyelesaikan masalah sanksi ini. Semoga dengan komunikasi intensif LADI dan WADA poin-poin dan skema penyelesaian masalah utamanya untuk mempercepat pencabutan sanksi bisa segera terwujud," tutupnya.(ben)

Wamenpora RITaufik Hidayat menghadiri turnamen bulu tangkis Kapolri Cup 2026. Ajang pembinaan atlet bulu tangkis muda ini diharapkan PBSI dapat menghasilkan calon juara dunia.(foto:nurohman/kemenpora.go.id)
Senin, 27 Juli 2026

Jadi Ajang Pembinaan Atlet Muda, Wamenpora Taufik Hadir dan Dukung Kejuaraan Bulu Tangkis Kapolri Cup 2026

Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indnesia (Wamenpora RI) Taufik Hidayat menghadiri turnamen bulu tangkis Kapolri Cup 2026. Ajang pembinaan atlet bulu tangkis muda ini diharapkan PBSI dapat menghasilkan calon juara dunia.

Ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia usai sukses keluar sebagai juara di Turnamen China Open 2026.(Foto: dok.PBSI)
Senin, 27 Juli 2026

Membanggakan, Ganda Putra Fajar/Fikri Juara China Open 2026 Cetak Back-to-Back Gelar dan Motivasi Junior Ganda Putra Indonesia lainnya

Ganda putra bulutangkis Indonesia, Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia usai sukses keluar sebagai juara di Turnamen China Open 2026.(Foto: dok.PBSI)

Kemenpora berkolaborasi dengan Car Free Day (CFD) Kabupaten Purworejo untuk mengajak masyarakat rutin berolahraga demi mewujudkan kehidupan yang aktif dan sehat.(foto: Muchlis/kemenpora.go.id)
Minggu, 26 Juli 2026

Kolaborasi CFD-BUGAR Kemenpora Ajak Masyarakat Purworejo Aktif dan Rutin Berolahraga

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) terus berkomitmen membudayakan gaya hidup sehat di tengah masyarakat melalui program strategis Gerakan Masyarakat Aktif dan Bugar (GEMAR). Kali ini, Kemenpora berkolaborasi dengan pelaksanaan Car Free Day (CFD) Kabupaten Purworejo untuk mengajak masyarakat rutin berolahraga demi mewujudkan kehidupan yang aktif dan sehat.

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG). (foto:Andre/kemenpora.go.id)
Minggu, 25 Januari 2026

Dari ART Bergaji Rp 150 Ribu per Bulan, Marlina Kini Sukses Hattrick Medali Emas ASEAN Para Games

Masa depan tak ada yang tahu, itulah yang kini dirasakan atlet para bulutangkis Rina Marlina yang sukses meraih medali emas ASEAN Para Games (APG) 2025 Thailand, pada laga final nomor Women's Single SH6 melawan wakil tuan rumah Thailand dua set langsung dengan skor telak 21-5, 21-1.

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni meraih medali emas ASEAN Para Games 2025 Thailand.(foto: Andre/kemenpora.go.id)
Sabtu, 24 Januari 2026

Alvin Nomleni Pemuda NTT Bangga Persembahkan Medali Emas untuk Indonesia di ASEAN Para Games 2025 Thailand

Atlet para atletik asal Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT) Alvin Nomleni menyampaikan rasa bangganya usai sukses menyabet medali emas dan mempersembahkannya untuk Merah Putih pada laga ASEAN Para Games 2025 Thailand.

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025.(foto:Thomas/kemenpora.go.id)
Senin, 19 Januari 2026

Atlet Dayung Perahu Naga Mariyati Ingin Daftar Haji dan Umrahkan Orang Tua dengan Bonus SEA Games 2025

Rasa syukur tiada tara kepada Allah SWT dipanjatkan Mariyati, atlet dayung perahu naga atau dragon boat di SEA Games Ke-33 Thailand Tahun 2025. Bersama timnya, perempuan asal Banyuasin, Sumatera Selatan (Sumsel) itu ikut membawa Indonesia keluar sebagai juara umum dalam nomor cabang olahraga (cabor) ini.

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah di SEA Games 2025 Thailand.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Januari 2026

Ardana Cikal, Atlet Muda Panjat Tebing Indonesia Gunakan Bonus Untuk Investasi dan Kembangkan Fasilitas Panjat di Bandung

Atlet muda panjat tebing Indonesia Ardana Cikal Damarwulan merasa bangga dan mengucapkan terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah atas capaian prestasinya di SEA Games 2025 Thailand lalu dengan meraih emas di nomor lead putra.

Menpora Erick Buka Turnamen Voli Putri Piala Arie One Cup II, Tekankan Pentingnya Dampak Sosial dan Ekonomi dari Event Olahraga
Sabtu, 25 Juli 2026

Menpora Erick Buka Turnamen Voli Putri Piala Arie One Cup II, Tekankan Pentingnya Dampak Sosial dan Ekonomi dari Event Olahraga

Menpora Erick membuka Turnamen Open Voli Putri Piala Arie One Cup II di Lapangan Voli RW 013, Villa Mahkota Indah, Bekasi, Jawa Barat, Sabtu (25/7).

Kemenpora Apresiasi RALB KOI 2026, Yakin Kolaborasi yang Kuat Akan Tingkatkan Prestasi Indonesia di Panggung Dunia
Rabu, 22 Juli 2026

Kemenpora Apresiasi RALB KOI 2026, Yakin Kolaborasi yang Kuat Akan Tingkatkan Prestasi Indonesia di Panggung Dunia

Momentum rapat ini penting untuk memastikan setiap keputusan organisasi berjalan sesuai mekanisme yang telah disepakati

Menpora Erick Raker dengan Komisi X DPR RI, Siapkan Blueprint Kepemudaan 100 Tahun ke Depan
Senin, 20 Juli 2026

Menpora Erick Raker dengan Komisi X DPR RI, Siapkan Blueprint Kepemudaan 100 Tahun ke Depan

Komitmen Menpora Erick Thohir untuk mengembangkan potensi pemuda tanah air

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

banner-desktop banner-mobile