Kuliah Kewirausahaan Pemuda Harus Didesain Menumbuhkan Semangat dan Jiwa Wirausaha di Kalangan Mahasiswa

Kuliah Kewirausahaan Pemuda Harus Didesain Menumbuhkan Semangat dan Jiwa Wirausaha di Kalangan Mahasiswa

Kuliah Kewirausahaan Pemuda Harus Didesain Menumbuhkan Semangat dan Jiwa Wirausaha di Kalangan Mahasiswa

Jakarta: Kemajuan ekonomi sebuah bangsa diukur dari seberapa banyak prosentase masyarakatnya berwirausaha. Kalimat itulah yang disampaikan Menpora RI Zainudin Amali saat memberikan sambutan secara virtual pada acara Kuliah Kewirausahaan Pemuda Kemenpora RI bersama LP2M Universitas Negeri Jember (UNEJ), Kamis (17/9) pagi.  

 

Menpora RI Zainudin Amali bersama Wakil Rektor I Zulfikar menekankan bahwa, penumbuhan minat wirausaha bagi mahasiswa sangatlah penting demi kemajuan ekonomi sebuah bangsa. "Kemajuan ekonomi sebuah bangsa diukur dari seberapa banyak prosentase masyarakatnya berwirausaha, saat ini kita masih rendah, jangankan dengan Amerika, Tiongkok, yang sudah jauh maju, dengan Malaysia saja kita masih rendah, ini yang mendasari kewirausahaan pemuda menjadi salah satu program prioritas Kemenpora RI 2020-2024," kata Menpora RI. 

 

Bagi UNEJ, kerjasama tahun ini merupakan yang pertama. Ada tiga tahapan yang harus dilalui oleh para peserta, diawali Kuliah Kewirausahaan Pemuda yang didesain untuk menumbuhkembangkan semangat dan jiwa wirausaha atau enterpreneur. Dari perkuliahan ini dilanjutkan dengan seleksi guna memilih para mahasiswa yang serius serta mampu membuat usulan atau proposal usaha yang visibel, realistis, mudah dan cepat direalisasikan. 

 

Terakhir bagi yang terpilih akan diberikan pendampingan oleh Kemenpora dan para mitra pelaku usaha serta diberikan fasilitasi permodalan guna memulai bisnisnya."Semangat kewirausahaan harus terus ditumbuhkan, sekarang sudah ada PT yang menjadikan kewirausahaan Mata Kuliah Umum (MKU) di semua jurusan," tambah Menpora RI.

 

Sebelumnya Warek I UNEJ Zulfikar mewakili Rektor Iwan Taruna yang memohon izin karena ada kegiatan lain yang tidak dapat ditinggalkan, menekankan bahwa tantangan dunia usaha, bisnis, enterpreneur, di era Revolusi Industri 4.0 ditambah kondisi Pandemi Covid-19 semakin berat. Komunikasi melalui internet sekarang menjadi kebutuhan mutlak karena diseluruh tataran generasi prosentase penggunaan internet melonjak tajam antara 61-79%. "Kerjasama ini sangat bermanfaat karena dunia wirausaha dan komunikasi yang saat ini sudah bergerak menuju internet basis perlu segera disikapi. Ini titik awal dan semoga terus berlanjut," katanya.(cah)

BAGIKAN :
PELAYANAN