Kemenpora Perkuat SDM Olahraga Disabilitas, 2.000 Penggerak Ditargetkan pada 2026

Jumat, 02 Oktober 2026
Bagikan:
Kemenpora RI terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA yang digelar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, (dok.Kemenpora)
Kemenpora RI terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA yang digelar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, (dok.Kemenpora)

Jakarta: Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora RI) terus memperkuat sumber daya manusia (SDM) olahraga disabilitas di daerah. Salah satunya melalui Training of Trainers (ToT) Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA yang digelar di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada 28-29 September 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Tjokro Hotel, Kabupaten Klaten, tersebut diikuti 120 peserta dari berbagai latar belakang, mulai dari organisasi olahraga, komunitas, pelatih, atlet, hingga unsur penggerak olahraga disabilitas.

ToT Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA merupakan bagian dari upaya Kemenpora meningkatkan kapasitas dan kompetensi SDM olahraga disabilitas di daerah. Program ini dilatarbelakangi masih terbatasnya tenaga yang memiliki kompetensi dalam melakukan identifikasi, klasifikasi, pembinaan, dan pengembangan potensi olahraga penyandang disabilitas.

Melalui program tersebut, Kemenpora mendorong lahirnya penggerak olahraga yang mampu mengajak masyarakat penyandang disabilitas untuk aktif berolahraga, mengembangkan potensi mereka, hingga membuka peluang menuju prestasi olahraga.

"BERDAYA bukan sekadar tagline, tetapi merupakan semangat yang kita bangun bersama. Para peserta diharapkan menjadi pribadi yang berdaya dalam pengetahuan, keterampilan, melakukan pembinaan, serta menciptakan kesempatan bagi penyandang disabilitas," ujar Asdep Olahraga Layanan Khusus Achmad Arsani dalam laporannya.

Semangat BERDAYA juga diarahkan untuk memastikan penyandang disabilitas tidak hanya menjadi objek dalam pembangunan olahraga, tetapi turut menjadi bagian aktif dalam ekosistem olahraga nasional. Program ToT Penggerak Olahraga telah dilaksanakan di 16 titik sebagai bagian dari rangkaian penguatan kapasitas SDM olahraga disabilitas di berbagai daerah.

"Pada 2026, Kemenpora menargetkan 2.000 tenaga olahraga dan penggerak olahraga disabilitas dalam Rencana Strategis (Renstra) Kementerian Pemuda dan Olahraga. Target tersebut merupakan bagian dari sasaran pembangunan kepemudaan dan olahraga dan disebut telah tercapai melalui rangkaian program yang dilaksanakan sepanjang tahun," tutur Arsani.

Pelaksanaan di Klaten menjadi kegiatan ToT terakhir dalam rangkaian program Penggerak Olahraga Disabilitas BERDAYA pada 2026. Peserta mendapatkan pembekalan melalui teori, praktik lapangan, dan evaluasi. Materi yang diberikan meliputi kebijakan olahraga disabilitas, klasifikasi, identifikasi bakat, strategi pengembangan dan pemberdayaan, serta metode kepelatihan.

"Peserta juga mengikuti praktik uji bakat dan penyusunan program latihan. Untuk mengukur pemahaman dan kemampuan, dilakukan pre-test, post-test, serta praktik mengajar," imbuhnya.

Pelaksanaan ToT di Klaten juga diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, organisasi olahraga disabilitas, pelatih, penggerak olahraga, komunitas, serta sekolah yang berkaitan dengan pembinaan penyandang disabilitas.

Kemenpora menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Klaten, NPCI Kabupaten Klaten, para narasumber, panitia, komunitas, organisasi olahraga, dan seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan kegiatan.

Para peserta juga diharapkan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas selama mengikuti ToT. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diharapkan diterapkan di lapangan dan disebarluaskan kepada penggerak olahraga lainnya.

Kegiatan tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni Prof. Dr. Sapta Kunta Purnama, M.Pd., Dr. Hendrig Joko Prasetyo, M.Or., dan Dr. dr. Retno Setianing, Sp.KFR(K).

Turut hadir, Plt. Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora Budi Aryanto Muslim turut hadir dalam kegiatan tersebut bersama Anggota Komisi X DPR RI Ledia Hanifa, perwakilan Pemerintah Kabupaten Klaten, NPCI Kabupaten Klaten, narasumber, dan para peserta.(ben)

Menpora Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pertama Kalinya Dispora Se-Indonesia Dikumpulkan, Menpora Erick Ajak Daerah Bangun Perspektif Baru Pemuda dan Olahraga

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak seluruh jajaran Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) dan pemangku kepentingan di seluruh daerah untuk melakukan transformasi fundamental.

Menpora Erick menghadiri pelantikan Pengurus Besar Esports Indonesia (PB ESI) masa bakti 2026-2030 di Hallf Patiunus, Jakarta, Kamis (15/10).(foto:Andre/Kemenpora.go.id)
Kamis, 15 Oktober 2026

Pelantikan PB Esports Indonesia, Menpora Erick Tegaskan Komitmen Presiden Perkuat Pelatnas dan Kesejahteraan Atlet

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI), Erick Thohir, menegaskan bahwa olahraga merupakan instrumen penting untuk mencerminkan kedigdayaan bangsa sekaligus membangun jenama nasional di tingkat global.

Kegiatan Rabu Bugar melalui Senam Jantung Sehat bersama komunitas Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026).(Foto:Kemenpora/Bagus)
Rabu, 14 Oktober 2026

Senam Rabu Bugar di Kemenpora Dihadiri Klub Jantung Sehat dan Komunitas Tai Chi ADYTI

Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menggelar kegiatan Rabu Bugar melalui Senam Jantung Sehat bersama komunitas Asosiasi Dong Yue Taiji Quan Indonesia (ADYTI) di halaman kantor Kemenpora, Jakarta, Rabu (21/10/2026), mulai pukul 07.00 WIB.

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (dok. Gilang/Kemenpora)
Senin, 21 September 2026

Dua Tahun Tekuni Teqball, Debut Sumaya Sukses Raih Medali Perak Pertama untuk Indonesia di Asian Games 2026

Sumaya sukses mempersembahkan medali perak untuk Indonesia dari cabang olahraga teqball nomor Women's Singles pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026. (foto: Instagram Mikhayla Shanum Caya)
Kamis, 17 September 2026

Mikhayla Shanum Caya, Atlet 11 Tahun wakili Papua Pegunungan di Asian Games 2026

Usianya baru 11 tahun, tetapi Mikhayla Shanum Caya sudah bersiap membawa nama Indonesia di panggung olahraga Asia. Atlet yang mewakili Papua Pegunungan itu akan tampil di Asian Games 2026.(foto: instagram @kekesrintil)

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara ISS 2026 di Jakarta (foto: Suci/Kemenpora
Sabtu, 12 September 2026

Lewat Sports Dance, Tasya Buktikan Disabilitas Bisa Berkontribusi bagi Indonesia

Seorang atlet muda dari Special Olympics Indonesia (SOIna) Jakarta, Tasya, tampil dalam senam bersama tim sports dance yang ditampilkan pada festival olahraga disabilitas, salah satu rangkaian acara Indonesia Sports Summit (ISS) 2026 di Jakarta International Convention Centre (JICC). Ini merupakan kali pertama Tasya mengikuti kegiatan tersebut.

Saskia Mayesa, anak umur 4 tahun yang menginspirasi pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.(dok.Suci/Kemenpora)
Jumat, 11 September 2026

Kehilangan Orang Tua di Usia 2 Tahun, Semangat Belajar Saskia Tak Pernah Padam

Saskia Mayesa, 4 tahun, yang dengan penuh percaya diri mampu melafalkan Surat Al-Fatihah di hadapan para tamu undangan pada kegiatan Doa dan Makan Bersama Menpora Erick dan anak-anak panti asuhan dalam rangkaian acara Indonesia Sports Summit 2026.

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026
Rabu, 07 Oktober 2026

Menpora Erick Thohir Buka Indonesian Padel League 2026

Indonesian Padel League 2026 menjadi langkah pengembangan ekosistem padel nasional melalui penyelenggaraan kompetisi liga sekaligus penguatan pembinaan atlet dan tim nasional. Perkembangan tersebut turut melanjutkan momentum prestasi padel Indonesia yang meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand
Senin, 05 Oktober 2026

Momen Pertandingan Final FIFA ASEAN CUP 2026 Antara Indonesia Melawan Thailand

Timnas Indonesia menutup final FIFA ASEAN Cup 2026 dengan kemenangan atas Thailand melalui adu penalti 4-2 setelah bermain imbang 2-2 hingga 120 menit. Perayaan gelar juara di SUGBK semakin meriah dengan kehadiran Presiden RI Prabowo Subianto, Presiden FIFA Gianni Infantino, Menpora Erick Thohir, serta penampilan Anggun C. Sasmi dan Judika.

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026
Minggu, 04 Oktober 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Closing Ceremony Asian Games Aichi-Nagoya 2026 menjadi momen penutup perjuangan kontingen Indonesia, sekaligus panggung bagi Meydiana Laviola untuk membawa Merah Putih dan memperkenalkan kekayaan budaya Indonesia melalui busana Prada Bali dan Songket Bali. Indonesia menutup ajang tersebut dengan total 39 medali, terdiri atas 5 emas, 11 perak, dan 23 perunggu.

UPDATE INFORMASI

INSTAGRAM

FACEBOOK

Banner desktop HSP 2026 Banner website HSP 2026