Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Niam Sosialisasikan Perpres 66/2017 Kepada Pemkab se-Jawa Timur

Kamis, 08 Maret 2018 10:50:28

Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh mensosialisasikan Perpres Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan di hadapan pejabat pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan kepemudaan se-Jawa Timur di Malang, Kamis (8/3).(dok/kemenpora.go.id)

Malang: Deputi Pengembangan Pemuda Kementerian Pemuda dan Olahraga Asrorun Niam Sholeh mensosialisasikan Perpres Nomor 66 Tahun 2017 tentang Koordinasi Strategis Lintas Sektor Penyelenggaraan Pelayanan Kepemudaan di hadapan pejabat pemerintah kabupaten/kota dan pemangku kepentingan kepemudaan se-Jawa Timur di Malang, Kamis (8/3).

Dalam paparannya, mantan aktifis 98 ini menegaskan, layanan kepemudaan tidak semata menjadi tanggung jawab kementerian pemuda dan olahraga, atau dinas pemuda. "Setidaknya, ada 26 kementerian dan lembaga yang menangani layanan kepemudaan. Ini perlu disinergikan agar layanan kepemudaan bisa berjalan optimal. Inilah PR besar kita yang harus diikhtiarkan", tegasnya. 

"Penyusunan program dan kegiatan kepemudaan perlu sinkronisasi sejak di perencanaan, sehingga ada konsolidasi dan koordinasi. Dan perlu dipastikan setiap rupiah yang kita anggarkan, menjawab permasalahan yang dihadapi pemuda", ujarnya. 

Layanan kepemudaan, jelas Niam, memiliki tiga aspek penting, yaitu penyadaran,  pemberdayaan, dan pengembangan. "Untuk pengembangan pemuda, perlu difokuskan pada tiga hal mendasar sebagaimana amanat UU,  kepemimpinan, kewirausahaan, dan kepeloporan," ujar mantan Ketua KPAI ini. 

Karenanya, di level daerah,  untuk optimalisasi koordinasi  perlu ada tindak lanjut dengan penyusunan rencana aksi daerah di bidang kepemudaan,  dan kelompok kerja untuk pelaksanaan koordinasi lintas sektor. 

Dalam pertemuan itu,  Niam juga menjelaskan, salah satu kegiatan Kemenpora untuk memberikan stimulasi agar kabupaten/kota memberikan prioritas pembangunan kepemudaan, yaitu apresiasi melalui Kabupaten/Kota Layak Pemuda. "Menpora memiliki inisiatif cerdas dengan KLP sebagai wujud apresiasi pada kabupaten dan kota yang memiliki komitmen terhadap layanan kepemudaan. Ayo kita berlomba menjadi yang terbaik", tegasnya. 
 
Di kesempatan yang sama, dosen Pascasarjana UIN Jakarta ini mengingatkan bahwa Indonesia akan menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Paragames, sebuah perhelatan olahraga terbesar se-Asia, yang akan dilaksanakan pada 18 Agustus hingga 2 September mendatang. 

"Kami mengingatkan agar seluruh elemen dapat menyemarakkan event ini dengan sosialisasi secara optimal agar ada kesemarakan,  dengan harapan kita bisa sukses dalam penyelenggaraan, prestasi, administrasi, dan ekonomi. Jangan lupa pasang spanduk,  baliho,  dan berbagai media sosialisasi yang kita punya. Di berbagai kegiatan kita. Dengan dukungan kita semua, Asian Games akan menjadi sarana diplomasi efektif untuk mengenalkan Indonesia yang baik dan ramah kepada dunia", pungkasnya.

Hadir dalam pertemuan koordinasi yang diselenggarakan oleh Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur ini unsur biro kesejahteraan sosial kabupaten/kota se-Jatim,  unsur dinas pemuda, unsur pramuka, unsur perguruan tinggi, unsur organisasi kepemudaan, unsur TNI/POLRI, dan unsur peneliti. Hadir juga utusan dari UNICEF.  Acara dilaksanakan mulai 7 sampai 9 Maret 2018. (dok)
Bookmark and Share
Juni 2018
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30