Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diberitahukan bahwa saat ini Call Center Kemenpora (1500 928) sudah aktif kembali.

Menyongsong Asian Para Games 2018, Kemenpora Siapkan Classifier Olahraga Disabilitas

Sabtu, 25 November 2017 19:00:00

Pentingnya Classifier sebagai tenaga keolahragaan yang bertugas melakukan klasifikasi kecacatan atlet sebelum bertanding menjadi perhatian penuh Kemenpora dalam menyiapkan tenaga classifier menghadapi Asian Para Games 2018. Itulah yang disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasai Keolahragaan Marheni Dyah Kusumawati pada acara Pelatihan Nasional Classifier Olahraga Disabilitas (23 – 27/11) di Hotel Ambhara Blok M, Jakarta. (foto:dok/kemenpora.go.id)

Jakarta: Pentingnya Classifier sebagai tenaga keolahragaan yang bertugas melakukan klasifikasi kecacatan atlet sebelum bertanding menjadi perhatian penuh Kemenpora dalam menyiapkan tenaga classifier  menghadapi Asian Para Games 2018. Itulah yang disampaikan Asisten Deputi Peningkatan Tenaga dan Organisasai Keolahragaan Marheni Dyah Kusumawati pada acara Pelatihan Nasional Classifier Olahraga Disabilitas (23 – 27/11) di Hotel Ambhara Blok M, Jakarta. 
 
“Saat ini Indonesia belum mempunyai tenaga classifier olahraga disablitas yang bersertifikat IPC, melalui kegiatan ini diharapkan dapat diperoleh kandidat untuk selanjutnya kita kirim ke luar negeri agar memperoleh sertifikat dari IPC dan dapat bertugas sebagai classifier di Asian Para Games 2018,” kata Marheni.  
 
Acara yang dibuka langsung oleh Staf Ahli Bidang Kerjasama Kelembagaan Adiati Noerdin dalam sambutannya mengatakan “Asian Para Games sama pentingnya dengan Asian Games,terutama strategis dalam memberikan pesan kepada bangsa-bangsa Asia bahkan dunia bahwa Indonesia ramah disabilitas, oleh karena itu Kemenpora bersama-sama dengan Indonesia Asian Para Games Organizing Committee (Inapgoc) tengah melakukan berbagai persiapan, diantaranya menyiapkan tenaga classifier,” katanya. 
 
Sementara Sekretaris Jenderal Inapgoc 2018, dr.Bayu Rahardian Menyampaikan pihaknya mengucapkan terima kasih atas fasilitasi dari Kemenpora untuk menyiapkan tenaga classifier. "Bahwa classifier ini merupakan gerbang utama bagi atlet untuk bisa bertanding di Asian Para Games 2018, tanpa melalui lulus klasifikasi maka atlet tidak dapat bertanding, saya berharap para peserta memperleh ilmu dari narasumber Malaysia, sehingga bisa kami berdayakan di Asian Paragames 2018 mendatang," katanya
 
Sedangkan Ketua Pelaksana KegiatanYayan Rubaeni mengatakan kegiatan ini diikuti oleh 50 orang yang berasal dari 11 Provinsi yang merupakan hasil seleksi, mayoritas peserta berprofesi sebagai dokter, selanjutnya ada dari fisioterapis, perawat dan akademisi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Kemenpora bekerjasama dengan, National Paralympic Committee (NPC) dan INAPGOC 2018 dan menghadirkan , nara sumber dari Malaysia Rosli Bin MD Sah dan Nur Azimah Binti Bahaudin. (dok)
 
Bookmark and Share
Desember 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31