Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Pejalan Kaki Libya Nuri Fawnas Diterima Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga

Rabu, 01 Februari 2017 11:26:55

Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto menerima pejalan kaki dari Libya Nuri Fawnas yang didampingi Dubes Libya untuk Indonesia Sadegh M. Ben Sadegh di Ruang Tamu Kemenpora, Rabu (1/2) pagi. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Staf Khusus Menpora Bidang Kemitraan Anggia Ermarini, Sesdep Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Bambang Laksono, dan Asdep Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahardian.(foto:raiky/kemenpora.go.id)

Jakarta: Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Gatot S. Dewa Broto menerima pejalan kaki dari Libya Nuri Fawnas yang didampingi Dubes Libya untuk Indonesia Sadegh M. Ben Sadegh di Ruang Tamu Kemenpora, Rabu (1/2) pagi. Hadir pula dalam kesempatan tersebut Staf Khusus Menpora Bidang Kemitraan Anggia Ermarini, Sesdep Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga Bambang Laksono, dan Asdep Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus Bayu Rahardian. 
 
Pada pertemuan tersebut, Gatot menyampaikan salam hangat dan ucapan selamat datang di Indonesia dari Menpora, semoga misi mulianya ingin mengenal Indonesia dan negara-negara di Asia berjalan lancar. Gatot juga berpesan kepada Nuri Fawnas agar disampaikan  dinegaranya bahwa tahun depan 2018 Indonesia akan menjadi tuan rumah even besar setelah Olympiade yaitu Asian Games. "Selamat datang di Indonesia, selamat mengenal negeri yang sangat ramah tamah dengan penduduk muslim terbesar, dan tolong kabarkan Indonesia tahun depan menjadi tuan rumah even besar setelah Olympiade yaitu Asian Games 2018," kata Gatot. 
 
Nuri Fawnas sebagai traveller dengan andalan berjalan kaki setelah berkeliling Afrika, Eropa, dan Amerika menempatkan Indonesia sebagai negara start awal menuntaskan misinya melaju seluruh negara-negara Asia.
 
Salah satu alasan menempatkan Indonesia sebagai awal start perjalanan Asia karena Indonesia telah dikenal lama dan memiliki hubungan sejarah yang baik sejak Konferensi Asia-Afrika 1955, bahkan nama Ahmed Soekarno (begitu orang Libya menyebutnya) sebagai Presiden Indonesia telah melegenda di Libya bahkan di negara-negara Afrika lainnya.
 
"Saya kagum Indonesia, tidak saja seperti cerita sejarah yang melegenda tentang Ahmed Soekarno, ternyata penduduk muslim banyak dan sangat akrab serta ramah, akan saya kabarkan ke masyarakat terutama pemuda-pemuda Lybia agar lebih mengenal lagi Indonesia," kata Nuri Fawnas.
 
Diakhir pertemuan Gatot S. Dewa Broto memberikan cindera mata kepada Nuri Fawnas, dan sebagai kebanggan telah diterima dengan penuh kekeluargaan Nuri Fawnas meminta tanda-tangan dan kata-kata penyemangat dari Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga yang dibubuhkan pada bajunya. (cah)
Bookmark and Share
Mei 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31