Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Siaran Pers No. 25/Kemenpora/8/2017: Hak Jawab Terhadap Berita Kompas Tentang Pengukuhan Kontingen Sea Games

Jumat, 04 Agustus 2017

(Jakarta, 4 Agustus 2017). Kemenpora melalui siaran pers ini bermaksud menyampaikan hak jawab atas pemberitaan di Harian Kompas yang terbit tanggal 4 Agustus 2017 di halaman  28 dengan judul berita:  Ketidakadiran Menpora Disayangkan. Dalam salah satu bagian berita tersebut disebutkan bahwa saat pengukuhan kontingen Indonesia pada tanggal 2  Agustus 2017 di Kemenpora yang akan diberangkatkan ke Sea Games 2017 di Kuala Lumpur ternyata tidak dihadiri oleh Menpora Imam Nahrawi yang sedang di luar kota.

 

Terhadap pemberitaan tersebut, Kemenpora menyampaikan hak jawab sesuai dengan yang diatur UU Pers sebagai berikut:

  1. Kemenpora pada dasarnya sangat menghargai kritik dan saran publik ataupun para pihak yang berkompeten dalam bidang olahraga untuk menyoroti kinerja Kemenpora dalam berusaha meningkatkan prestasi olahraga.
  2. Namun demikian, sangat disayangkan bahwa media nasional bereputasi tinggi selevel Kompas kurang hati-hati dalam melakukan pemberitaan. Memang betul bahwa Menpora tidak hadir karena sedang dinas di luar kota, tetapi yang sangat disayangkan adalah bahwasanya Kompas tidak mencoba melakukan penelusuran tentang perencanaan kegiatan tersebut meskipun ada upaya untuk konfirmasi tentang ketidak hadiran Menpora pada Sesmenpora sejauh pertanyaan apa betul Menpora tidak hadir.
  3. Sebagai informasi, Menpora baru menerima surat undangan acara pengukuhan tersebut pada malam sebelum acara tersebut berlangsung via WA, sedangkan secara fisik baru diterima hari berikutnya (tanggal 2 Agustus 2017) saat Menpora sore harinya tiba di Jakarta. Ini juga menjadi catatan bagi KOI untuk tidak secara mendadak menyampaikan undangannya, meskipun acara tersebut secara informal sudah disampaikan pada tanggal 31 Juli 2017 saat persiapan Sea Games 2017 namun belum secara resmi. Dan itupun setelah Kemenpora mengambil inisiatif untuk mengadakan rapat secara mendadak karena belum ada upaya penyelesaian penanda tanganan MoU antara Kemenpora dan KOI, hingga Kemenpora menuntut KOI untuk segera menanda-tangani MoU paling lambat tanggal 1 Agustus 2017. Jika mundur, Kemenpora juga yang akan dicecar publik.
  4. Sesuai yang tertera dalam undangan KOI, kehadiran Menpora hanya untuk menghadiri, bukan untuk mengukuhkan, sehingga seandainyapun cukup diwakilkan tidak menjadi masalah dan Ketua Umum KOI pun juga tidak mempersoalkan. 
  5. Khusus kepada nara sumber yang diwawancarai pun juga, kami cukup menyayangkan karena komitmen Menpora terhadap upaya peningkatan prestasi olahraga tidak perlu diragukan. Sehingga  ketidak hadiran Menpora tidak relevan dikaitkan dengan masalah perhatian pada masalah olahraga, karena itu memang ranah KOI. Dan pada saatnya nanti ada pelepasan kontingen oleh pemerintah juga. 
  6. Khusus untuk bantuan fasilitasi keberangkatan kontingen ke Sea Games 2017 ini, Kemenpora justru mampu menambahkan bantuan yang semula hanya Rp 30,5 milyar menjadi Rp 41,5 milyar dalam waktu yang sangat singkat meskipun KOI dan para pihak lain menyadari bahwa anggaran yang semula direncanakan hanya Rp 30,5 milyar. Itu semua adalah sebagai bagian dari demikian besarnya pergatian Kemenpora terhadap kepentingan persiapan atlet ke Sea Games.

 

----------

 

Sesmenpora (Gatot S Dewa Broto, HP: 0811898504, Email: gsdewabroto@gmail.com, Twiiter: @gsdewabroto).

Agustus 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31