Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Siaran Pers No. 6/Kom-Publik/ Kemenpora/2/2017: Sidang Dewan Disiplin Anti Doping PON dan PEPARNAS 2016

Senin, 13 Februari 2017

(Jakarta, 13 Pebruari 2017). Pada tanggal 13 Pebruari 2017 telah berlangsung hearing Dewan  Didiplin  Anti Doping terhadap atlet  yang diduga terindikasi menggunakan zat doping pada PON XIX dan PEPARNAS XV di Jawa Barat 2016.  Sidang ini sebagai tindak lanjut Keputusan MenteriPemuda dan Olahraga No. 5 Tahun 2017 tentang Dewan Disiplin  Anti-Doping Pada Penyelenggaraan  PON XIX dan PEPARNAS  XV di Jawa Barat 2016. 

 

Sebelum berlangsungnya hearing, Kemenpora telah berkirim surat kepada ke 14 atlet yang terindikasi menggunakan doping pada awal bulan Januari 2017 yang intinya memberi penawaran apakah akan membuka Sampel B (sampel yang berizi urin yang masih ada di panitia penyelenggara PON dan PEPARNAS ke NDTL / New Delhi Doping Testing Laboratory dengan konsekuensi biaya sendiri untuk pembukaan dan pengujiannya sebesar US$ 255) atau langsung dilakukan hearing. Dari  14 atlet tersebut,  7 atlet mengambil kesempatan untuk membuka sampel B dan 7 atlet lainnya memberitahukan konfirmasi untuk lebih baik mengikuti hearing saja.

 

Sebagai tindak lanjutmaka hari ini sampai dengan 17 Pebruari 2017  akan berlangsung  hearing untuk 7 atlet yang tidak membuka sampel B, yang dilaksanakan di ruang sidang Lantai 3 Gedung  PP ITKON KemenporaHearing dipimpin oleh Drs. Cahyo Adi, SH., LLM., MEMOSsebagai ketua Dewan Displin  dan didampingi oleh 2 anggotanya yaitu   dr. HaryonoSp.PDdan Rizky Mediantoro, SH serta dihadiri juga oleh perwakilan dari  KONI Pusat, LADI dan PB. PON. Sedangkan hearing  untuk 7 atlet lainnya,akan dilaksanakan setelah hasil pembukaan sample B diperolehdari NDTL India, yang diperkirakan pada bulan Maret 2017.

 

Sesuai undangan, telah memenuhi panggilan untuk sidang hari ini 2 orang atlet dari cabang olahraga berkuda dari Jawa Tengah dan cabang olahraga menembak dari Riau. Sidang akan berlanjut Selasa tanggal 14 Pebruari 2017  dan Jumat  tanggal 19 Pebruari 2017 serta bersifat terbuka untuk media, dengan tujuan untuk menunjukkan adanya transparansi dan adanya jaminan bahwa Dewan Disiplin betsidang secara fair, profesional dan tidak ada penekanan  / intimidasi dalam bentuk apapun dari Dewan Disiplin.

 

Dalam sidang tadi atlet didampingi oleh orang pendamping untuk melakukan pembelaan atau meringankanTerdapat beberapa concern yang dipertanyakan oleh pendamping, antara lain prosedur pengambilan samplepenyebutan nama sebelum hearing dan ketidaktahuan  dan tidak adanya sosialisasi yang cukup untuk atlet tentang yang dikategorikan doping. Keputusan akan diambil 14 hari setelah sidang. Sedangkan hasil akhir / final dari rangkaian proses seluruh atlet diperkirakan akan selesai pada bulan Maret 2017.

 

---------------------------

Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merangkapsebagai Kepala 

Maret 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31