Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Ucapan/Event

Waktu Pendaftaran Pemilihan Wirausaha Muda Berprestasi dan Penggerak Wirausaha Berprestasi Tingkat Nasional Tahun 2019 di wirausahaberprestasi.kemenpora.go.id sampai Tanggal 15 Agustus 2019

Siaran Pers No. 4/Kom-Publik/Kemenpora/1/2017: Up Date Realisasi Program Kemenpora Untuk 1 Desa 1 Lapangan

Sabtu, 21 Januari 2017

(Jakarta, 21 Januari 2017). Sejak tahun 2015 Kemenpora telah menggulirkan Program Dana Bantuan Pemerintah Untuk Pembangunan dan/atau Rehabilitasi Lapangan Olahraga Desa atau yang lebih popular dikenal dengan nama program 1 desa 1 lapangan. Program yang pertama kali digagas oleh Menpora Imam Nahrawi (karena belum pernah terjadi sebelumnya) ini  merupakan penjabaran kebijakan pemerintah berdasarkan 9 agenda prioritas  Nawa Cita khususnya butir ketiga "membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan”. Adapun tujuan program ini adalah untuk: a. Meningkatkan peran serta dan partisipasi masyarakat dalam pembangunan di bidang Keolahragaan; b. Meningkatkan prasarana dan sarana olahraga yang layak dan memenuhi standar; dan c. Mengembangkan minat, bakat dan potensi olahraga di daerah khususnya di tingkat desa.

 

Sebagai tindak lanjut dari program tersebut, pada tanggal 19 Januari 2017 telah berlangsung peresmian perdana lapangan desa yang telah dibangun di seluruh Indonesia di akhir tahun 2016  untuk Desa Kantan Dalam, Desa Kantan Muara, Desa Desa Talio Muara dan Desa Talio Hulu, yang keempatnya terletak di Kabupaten Pulang Pisau, yang berjarak sekitar 2,5 jam perjalanan darat dari Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Turut hadir dalam peresmian itu adalah Asdy Narang (Anggota DPR-RI Komisi X), Gatot S. Dewa Broto (Deputi 4 Bidang Peningkaran Prestasi Olahraga Kemenpora), dan Edy Pratowo (Bupati Pulang Pisau) serta para tokoh dan masyarakat dari keempat desa tersebut yang acaranya dipusatkan di Desa Kantan Dalam, Kecamatan Pandih Batu.

 

Sebagai informasi, khusus Pulau Kalimantan, dari 5 Provinsi hanya 3 Provinsi yang mendapat bantuan program lapangan desa tahun 2016. Jumlah penerima bantuan lapangan desa di Provinsi Kalimantan Tengah merupakah yang terbanyak dibanding 2 provinsi lainnya yang menerima pada tahun 2016. Istimewanya, dari 4 desa penerima bantuan tahun 2016, semuanya berada di kecamatan Pandih Batu, Kabupaten Pulang Pisau. Bantuan pemerintah melalui program ini dalam pelaksanaannya diutamakan dengan cara swakelola dengan semangat gotong royong memberdayakan seluruh lapisan masyarakat. Sehingga dari program ini diharapkan mampu menumbuh-kembangkan partisipasi seluruh unsur atau potensi yang ada di desa dalam pembangunan dibidang olahraga.

 

Untuk tahun 2016 yang baru saja berlalu, Kemenpora memberikan bantuan ini untuk sebanyak 346 desa di seluruh Indonesia dari total yang direncanakan dibantu adalah sebanyak 765 desa. Ini merupakan penurunan dibandingkan tahun 2015 dimana berhasil diberikan bantuan untuk 470 desa di seluruh Indonesia. Untuk itu Kemenpora menyampaikan permohonan maaf atas penurunan jumlah bantuan yang di luar perkiraan. Adanya penurunan jumlah ini adanya dampak pemotongan anggaran di Kemenpora yang cukup signifikan di tahun 2016, yang faktanya berimbas di hampir semua program kegiatan. Penyebab lain adalah kurangnya koordinasi yang bagus antara pusat dan daerah, belum terkelolanya sumber data yang cukup akurat sehingga data sering beragam, adanya persyaratan yang kurang lengkap, adanya duplikasi proposal (cukup banyak yang sekedar copy paste dari proposal serupa),  adanya persengketaan status tanah pada lahan yng diusulkan, adanya beberapa kejadian kurannya tertib administrasi di lapangan, dan juga tidak dipungkiri adanya dugaan oknum-oknum tertentu yang menawarkan bantuan ke beberapa kepala desa untuk meraup keuntungan tertentu. Menghadapi sejumlah persoalan tersebut, Kemenpora berkomitmen untuk lebih konsisten, rapi dan koordinatif di tahun anggaran 2017 ini. Kemenpora menjamin program ini dilakukan secara obyektif dan tranparan, karena sebagai informasi di tahun 2015 telah diterima lebih dari 4.000 proposal kepala desa dan jumlah yang hampir sama di tahun 2016, dan kesemuanya itu diproses secara obyektif tanpa preferesi dan pretensi apapun.

 

Adapun asas pelaksanaan program ini meliputi: a. Efisien, berarti harus diusahakan dengan menggunakan dana dan daya yang minimum untuk mencapai kualitas dan sasaran dalam waktu yang ditetapkan atau menggunakan dana yang telah ditetapkan untuk mencapai hasil dan sasaran dengan kualitas yang maksimum; b. Efektif, berarti sesuai dengan kebutuhan dan sasaran yang telah ditetapkan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya; c. Transparan, dilaksanakan secara terbuka baik pada perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporan; d. Akuntabel, berarti sesuai dengan aturan dan ketentuan yang terkait  dengan Pengadaan Barang/Jasa sehingga dapat dipertanggungjawabkan; dan e. Manfaat, dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat untuk mendukung kegiatan keolahragaan. Sedangkan bentuknya bisa dalam bentuk bantuan: a. Lapangan Futsal; b. Lapangan Bola Voli;  c. Lapangan Bulutangkis; d. Lapangan Panjat dinding; atau e. Lapangan Sepak Bola. Namun demikian paling banyak yang mengusulkan untuk lapangan sepak bola.

 

Prosedur dan persyaratan untuk memperoleh bantuan tersebut adalah sebagai berikut: a. Pemerintah Desa mengajukan surat permohonan dan Proposal pengajuan bantuan yang ditujukan kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Tembusan Kepada SKPD Keolahragaan Provinsi dan 
kab/kota; b. Ketersediaan lahan/bangunan yang cukup untuk membangun/ 
merehabilitasi lapangan olahraga; c. Status tanah tidak dalam sengketa, serta dibuktikan dengan fotokopi atas hak yang jelas (sertifikat, akta jual beli, girik dan lain-lain); d. Pada tahun anggaran 2015 dan 2016 tidak sedang menerima 
program sejenis yang bersumber dari dana APBN/APBD; e. Rencana Anggaran Biaya (RAB) lapangan olahraga dan Gambar 
Rencana Kerja yang telah disetujui Satuan Kerja Perangkat Daerah 
Pekerjaan Umum/prasarana di Kabupaten atau Unit Teknis Terkait; f. Adanya rekomendasi dari Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menangani keolahragaan di Kabupaten/Kota yang 
ditembuskan ke Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi. Sebagai gambaran besaran bantuannya adalah sebagai berikut:

 

No.

Jenis Bantuan

Jumlah Bantuan (Rp)

1.

Lapangan voli

100.000.000

2.

Lapangan bulutangkis

100.000.000

3.

Lapangan panjat dinding

145.000.000

4.

Lapangan futsal

170.000.000

5.

Lapangan sepak bola

185.000.000

 

---------------------------

Deputi 4 Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga merangkap Kepala Komunikasi Publik Kemenpora (Gatot S Dewa Broto, HP 0811898504, Email: gsdewabroto@gmail.com, Twitter: @gsdewabroto). 

 

September 2019
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30