Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Diserahkan, Penghargaan Bagi Mereka yang Berprestasi


Menpora Andi Mallarangeng menyerahkan penghargaan kepada mereka yang berprestasi dalam bidang olahraga, pada Puncak Peringatan HAORNAS 2011 hari Jumat (9/9) pagi di Tenis Indoor Senayan. (foto: bagus/kemenpora.go.id)

Jakarta: Pada  Puncak Peringatan HAORNAS 2011 pemerintah memberikan  sejumlah hadiah dan penghargaan bagi atlet yang berprestasi. Dermikian juga pemerintah  melipat gandakan jumlah beasiswa kepada atlet-atlet Indonesia  yang ada di SD, SMP, SMA, termasuk madrasah, serta perguruan tinggi, termasuk mereka yang menempuh program   S-2 dan S-3. 

"Sekarang, para atlet dapat berkarir sebagai PNS, pegawai BUMN, serta dengan terbentuknya Komite Olahraga Militer Indonesia atau KOMI, para atlet juga bisa berkarir sebagai anggota TNI. Serta juga anggota POLRI. Kita berharap tidak perlu lagi ada cerita atlet yang terlantar pada masa tuanya. Setiap tahun Pemerintah memberikan penghargaan berupa rumah dan tunjangan hari tua," kata Menpora pada puncak peringatan HAORNAS di Tenis Indoor Senayan hari Jumat (9/9) pagi.

Dalam acara yang juga dihadiri Wapres Boediono beserta sejumlah menteri ini, Menpora menjelaskan, Kemenpora menyediakan 75 rumah yang dibagikan kepada mantan atlet berprestasi yang belum mempunyai rumah seharga masing-masing Rp 125 juta. "Ada 65 tunjangan hari tua kepada mantan atlet berprestasi sebesar masing-masing Rp. 30 juta. Juga, mulai pada HAORNAS  tahun ini pemerintah memberikan penghargaan khusus berupa lencana emas kepada mantan olahragawan yang berprestasi di bidang olahraga, sekaligus sukses dalam berbagai karir kehidupan," katanya.

Menurut Menpora, penghargaan ini penting untuk memberi inspirasi bagi para atlet bahwa sukses sebagai atlet dapat dijadikan modal untuk sukses dalam karir kehidupan selanjutnya. Pada HAORNAS tahun  ini pemerintah juga memberikan penghargaan khusus atas jasa-jasa mereka kepada para atlet, guru penjasor, pelatih, wasit, pembina dan penggerak, keluarga perprestasi olahraga, tokoh olahraga, masseur, dokter olahraga, pakar olahraga, wartawan olahraga, serta organisasi/badan/membaga olahraga. Tahun ini, jumlah  medali dan piagam untuk penghargaan bidang olahraga 1.460, dan total hadiah uang sebanyak Rp 896 juta. 

Beberapa perwakilan atlet yang menerima penghargaan; 

Penghargaan Bantuan Rumah (Rp 125 juta):  Suharto (balap sepeda) meraih medali emas SEA Games Malaysia tahun 1979, Marina (pencak silat) meraih medali emas Asian Games tahun 1980, Thimotius Sukai Ndiken (atletik) meraih medali emas SEA Games Filipina 1991 dan emas di SEA Games Thailand 1995, Osrita Muslim (BPOC tenis meja) meraih medali emas Asean Para Games II Vietnam tahun 2003 dan La Dai (dayung) meriah medali emas kejuaraan Aisa Kayak Turing tahun 1989.

Penghargaan Bantuan Hari Tua senilai Rp 30 juta: Hapsani (balap sepeda), Heru Tjahyo Pratikno (bola volly), Papat Yunisial (sepak bola puteri), Benny Maniani (tinju), Johanis Paulus Lay (atletik).

Penghargaan Bidang Olahraga: Murtiningsih (guru penjasor), Bujang (pelatih atletik), Arphelius Balebu (wasit bola volly).  Mewakili siswa SLTP Wesley Viananta (atlet tenis), mewakili SLTA Aero Sutan Aswar (atlet jet ski),  mewakili mahasiswa Winarno (pelatih sepak takraw).

Penghargaan Bagi Mantan Olahragawan Berprestasi di Bidang Olahraga dan Karir: Utut Adianto (catur/Anggota Komisi X DPR RI), Susi Susanti (bulu tangkis/pemilik Astec Sport), Budi Dharma Sidi (atletik/dosen ITB), Moh Sarengat (atletik/dokter pribadi Wakil Presiden periode 1974-1979), dr Leane Suniar (panahan/direktur RS UKI Jakarta).

Seluruh rangkaian kegiatan Puncak Haornas ini melibatkan seluruh atlet, mulai dari MC yaitu Donny Kesuma (atlet softball), Larasati (atlet berkuda), Chris Jhon (atlet tinju), Yuni Kartika (atlet bulu tangkis). Atlet tuna daksa Sabar yang mendaki Puncak Gunung Elbrus juga hadir mengibarkan bendera Merah Putih di penghujung acara. (rma)