Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Elang Gumilang, Kue Donat Keliling


Elang Gumilang, Pemuda Andalan Nusantara 2010. (foto: muchlis/kemenpora.go.id)
Siapa yang tidak punya mimpi menjadi kaya raya di masa muda ? Bagi pemuda yang memiliki orangtua kaya raya hal itu mungkin tidak sulit. Tapi, ternyata kaya raya semasa muda bukan tidak mungkin dicapai oleh semua kalangan. Elang Gumilang sudah membuktikannya dengan menjadi milyarder dengan memiliki delapan perumahan, pertambangan pasir dan pabrik batako di usianya yang masih 25 tahun. 

Elang tidak memulai usahanya dengan modal yang besar. Namun, ia mulai mengasah jiwa enterpreneurshipnya sejak di bangku sekolah menengah atas dengan menjadi penjual kue donat keliling. Hal itu dilakukan dengan satu tekad, yaitu tidak membebani orangtuanya saat ia harus melanjutkan ke bangku perguruan tinggi. 

 "Saya mulai terjun ke dunia wirausaha ini sejak kelas tiga SMU, mulai dari jual donat, jual minyak goreng keliling, jual lampu bahkan jadi tukang sepatu sampai marketing perumahan,” ujarnya saat berdialog dengan Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng di acara Malam Mutiara Bangsa di Auditorium Kementerian Pemuda dan Olahraga, Selasa (26/10) malam.  

Pekerjaan sebagai marketing perumahan memberikannya pengetahuan di dunia properti. Lalu, ia mulai mencoba membuat proyek perumahannya sendiri dengan modal yang didapat dari pinjaman tanpa agunan yang diberikan sebuah bank. 

 Bukan perumahan kelas atas yang dibangun Elang. Pemuda lulusan Institut Pertanian Bogor itu membangun perumahan untuk masyarakat menengah ke bawah di Bogor, Jawa Barat. Rumah-rumah yang berdiri di atas lahan seluas rata-rata 60 meter persegi itu ditawarkan dengan harga Rp 25 juta hingga Rp 37 juta per unit. Masyarakat dapat memilikinya dengan uang muka Rp. 1,25 juta dan cicilan Rp. 90 ribu per bulan. 

Elang memang sengaja membuat perumahan murah untuk warga kelas menengah ke bawah. Tujuannya, ia ingin melihat masyarakat tersebut memiliki kehidupan yang lebih layak dengan tinggal di rumah sederhana namun nyaman. 

"Di Indonesia masih ada 70 juta rakyat yang masih belum memiliki rumah. Kebutuhan nasional akan perumahan sebesar 800 ribu unit per tahun. Namun, baru bisa tercapai 200 ribu unit per tahun," jelasnya. 

Dengan mempelopori perkreditan rumah layak huni bagi masyarakat miskin, secara pribadi Elang berhasil mendapatkan keuntungan milyaran rupiah. Usahanya pun kini berkembang pesat dan sudah ada delapan perumahan yang ia buat. 

Bukan hanya itu, ia juga mendapat berbagai macam penghargaan seperti Juara ke-3 Kompetisi Ekonomi SMA se-Jabodetabek yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (2003); Juara ke-2 Java Economic Competition yang diselenggarakan oleh IPB (2003); Juara Pertama Marketing Games yang diselenggarakan oleh Fakultas Ekonomi Univ. Trisaksti (2005); Juara I Wirausaha Muda Mandiri (2007).  

Elang juga meraih Top Youth Enterpreuner versi Warta Ekonomi ( 2008); Man of the Year 2008 versi Group Jawa Pos; Pemuda Pilihan 2008 Versi TV One; dan Juara Lelaki Sejati Pengobar Inpirasi 2009 versi Bentoel. Terakhir, ia dinobatkan sebagai salah satu Pemuda Andalan Nusantara 2010 dan berhak mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 20 juta bersama tiga Pemuda Andalan Nusantara 2010 lainnya.(mal)