Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Program Indonesia Emas Jadi Puncak Pembinaan Olahraga

Kamis, 23 September 2010 11:29:36

Menpora Andi Mallarangeng menjadi keynote speaker dalam Seminar Nasional Olahraga bertema 'Program Indonesia Emas Menuju Prestasi Dunia' di Wisma Kemenpora, Kamis (23/9) pagi. (foto: muchlis/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng berharap para pakar olahraga di Indonesia dapat memberikan pemikirannya guna pengembangan prestasi olahraga di Indonesia. Hal ini disampaikan Menpora saat menjadi keynote speaker sebelum Seminar Nasional Olahraga bertema Program Indonesia Emas Menuju Prestasi Dunia di Wisma Kemenpora, Kamis (23/9) pagi dimulai. 

Dalam acara seminar yang dihadiri Rita Subowo, Ketua KONI/KOI, Ferdiansyah, Anggota Komisi X) DPR-RI Tono Suratman, Ketua Satlak Prima, Forum Guru Besar Olahraga, dekan-dekan Ilmu Keolahragaan dan sejumlah mahasiswa pasca sarjana Universitas Negeri Jakarta, Andi berharap akan lebih banyak lagi kebijakan yang dapat mendukung keberhasilan prestasi olahraga Indonesia. Dikatakan,  Program Indonesia Emas (Prima) yang sudah digalakkan, menjadi puncak program pembinaan olahraga agar mencapai sasaran yang diharapkan. 

"Program Prima ini melakukan program sistematis yang melibatkan pengetahuan modern yang menghasilan prestasi olahraga. Kalau kita bicara Prima, ujungnya internasional. Bagaimana berprestasi di ajang regional dan internasional. Dan, jika bicara tentang kebijakan dan strategi pembangunan olahraga Indonesia secara komprehensif,   pembinaan bagi atlet Prima memang cukup besar. Atlet-atlet prima adalah puncak piramida sistem pembinaan olahraga Indonesia. Karena memang menyangkut kebanggaan bangsa dan  kebanggan negara, maka perhatian kita cukup besar. Program Prima ini melakukan program sistematis yang melibatkan pengetahuan modern yang menghasilan prestasi olahraga," jelas Andi. 

Untuk peningkatan prestasi olahraga, selain masukan dari para ahli olahraga dan para akademisi, Kemenpora juga menggencarkan terminologi pengarusutamaan pemuda dan olahraga, sehingga setiap pembuat kebijakan, tetap ingat pada kebutuhan kegiatan pemuda dan olahraga. Misalnya  kewenangan Menteri Perumahan dalam tata ruang penyediaan fasilitas sosial dan fasilitas umum untuk sarana olagraga, penyediaan lapangan sepakbola standar di tingkat kabupaten dan kota hingga kecamatan, tambahnya. 

Selain itu, partisipasi BUMN terhadap atlet juga semakin berkembang. Base-base olahraga di setiap cabang juga diharapkan semakin meluas. Menpora  merespon positif perkembangan olahraga rekreasi seperti sepeda atau futsal, sehingga penggiat olahraga di berbagai cabang semakin banyak dan menghasilkan atlet berprestasi melalui pembinaan sejak dini.  "Dengan demikian, Merah Putih akan terus berkibar dan selalu berkibar dan lagu Indonesia Raya selalu dikumandangkan. Mudah-mudahan buah pikiran Bapak dan Ibu jadi masukan bagi Kementerian ini dan kita bisa berjaya," kata Andi. 

Sementara itu, Tunas Dwidharto, Staf Ahli Bidang Sumber Daya Keolahragaan dalam sambutannya mengatakan, rangkaian kegiatan Haornas XXVII dalam bentuk Seminar Nasional Olahraga ini dapat memberikan pengaruh yang positif untuk Program Indonesia Emas. Dengan demikian, pada tahun 2011, saat Indonesia menjadi tuan rumah SEA Games dan  dapat meraih juara umum. Dikatakan, Kemenpora juga telah melakukan MoU dengan sejumlah BUMN dan perusahaan untuk mendukung kegiatan Prima, misalnya PT Bank Tabungan Negara yang mendukung judo, Asuransi Jasa Rahardja untuk softball, PT Jasindo untuk renang, Bank Mandiri untuk atletik dan PT Angkasa Pura I untuk gulat, dan PT Angkasa Pura II untuk wushu. 

Dalam laporannya, Joko Pekik Irianto, Panitia Pelaksana/Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga berharap seminar ini menjadi sarana untuk mendapatkan masukan yang maksimal dari stakeholder dan pengembangan prestasi olahraga nasional dan capaian prestasi Internasional. (rma)
Agustus 2016
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31