Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Menpora RI Harap Stakeholder Olahraga Bersinergi Menjawab Arahan Presiden Jokowi untuk Mereview Ekosistem Olahraga Nasional


Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berharap Kemenpora bersama para stakeholder olahraga bersinergi untuk menjawab arahan Presiden Joko Widodo dalam mereview total ekosistem keolahragaan nasional. Pesan itu disampaikannya saat membuka Pelatihan SDM Pembina dan Instruktur Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus secara virtual.(foto:egan/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Zainudin Amali berharap Kemenpora bersama para stakeholder olahraga bersinergi untuk menjawab arahan Presiden Joko Widodo dalam mereview total ekosistem keolahragaan nasional. Pesan itu disampaikannya saat membuka Pelatihan SDM Pembina dan Instruktur Pengembangan Olahraga Tradisional dan Layanan Khusus secara virtual.
 
"Kita dan para stakeholder dibidang keolahragaan harus bisa menjawab tantangan untuk meningkatkan kebugaran masyarakat khususnya kami di Kemenpora apa yang diarahkan Presiden pada saat Haornas yang lalu untuk mereview total tentang ekosistem keolahragaan kita yang didalamnya ada olahraga masyarakat," ujar Menpora RI, Senin (14/9) siang di Jakarta. 
 
Tantangan dan PR (pekerjaan rumah) besar itu lanjutnya, kepada kami di Kemenpora, para penggiat olahraga, KONI, NOC, NPC Formi Nasional dan Formi Daerah harus di jawab dan harus bisa bersinergi untuk menjawab tantangan itu. "Kegiatan pelatihan ini kami sangat menyambut baik dan mengapresiasi, semoga menghasilkan hal yang baik untuk pengembangan olahraga masyarakat kita," urainya.
 
Pemerintah menyambut baik dan mendorong kegiatan seperti ini khususnya pelatihan bagi para penggiat dan penggerak olahraga baik untuk kalangan disabilitas, tradisional, lansia dan usia dini serta upaya-upaya dalam hal peningkatan kebugaran masyarakat. "Kami menyambut gembira dan mengapresiasi upaya-upaya kita untuk meningkatkan kebugaran masyarakat dan berbagai cara yang kita dorong untuk bisa meningkatkan kebugaran masyarakat yang semakin hari semakin mendapatkan tanggapan dan antusiasme dari publik," katanya.
 
Peringatan Haornas ke-37 lalu lanjut Menpora RI lagi, dijadikan sebagai momentum untuk menggiatkan, menggerakkan olahraga di tanah air baik untuk kebugaran atau prestasi dan sekaligus untuk membangkitkan ekonomi di tengah situasi krisis pandemi sekarang ini."Kebutuhan para pelatih dan penggiat untuk berbagai olahraga sangat banyak tetapi pemerintah tidak memiliki kemampuan cukup untuk menjangkau semuanya, untuk itu partisipasi dan kerjasama dengan berbagai pihak sangat dibutuhkan," harapnya.
 
Menurutnya, keterbatasan pemerintah bukan berarti pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa tetapi dengan keterbatasan ini kita mencoba melakukan sesuatu secara garis besar dan didetailkan bersama dengan keterlibatan stakeholder olahraga lainnya khsususnya para pemangku kepentingan dibidang olahraga masyarakat.
 
"Dengan adanya pandemi terbukti olahraga menjadi salah hal yang penting untuk meningkatkan kebugaran masyarakat. Dengan masyarakat yang bugar maka daya tahan tubuh dan imunitasnya meningkat. Membangun SDM tanpa keterlibatan unsur olahraga pasti SDM yang dihasilkan tidak akan sebagus jika unsur olahraganya terlibat dari sisi kebugaran, karakter, kedisiplinan, sportifitas dan sebagainya. Selamat mengikuti pelatihan ini terima kasih kepada narasumber yang membagikan ilmu dan pengalamannya," tutupnya. 
 
Sebelumnya, Deputi Bidang Pembudayaan Olahraga R. Isnanta menyampaikan dalam pelatihan ini tidak hanya mengajarkan teori tentang pembelajaran aktif tapi juga diskusi dan penugasan mandiri. "Pelatihan ini penting untuk disegerakan karena adanya keterbatasan SDM baik instruktur, wasit, penggerak maupun pembina olahraga disabilitas dan olahraga tradisional, lansi dan usia," ujar Isnanta.
 
"Jadi empat fokus ini (olahraga disabilitas, olahraga tradisional, lansi dan usia) akan kita latih dengan narasumber yang kompeten dari perguruan tinggi maupun para senior penggiat olahraga khusus," tambahnya seraya menyampaikan peserta yang hadir baru bisa dari 24 provinsi di Indonesia baik dari perguruan tinggi, Formi, guru penjas dan komunitas olahraga lainnya," tambahnya. (ben)