Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Jadi Narasumber After Hours, Menpora RI Sampaikan Kinerja Kemenpora RI hingga Persiapan Piala Dunia U-20 


Menpora RI Zainudin Amali menjadi narasumber program televisi After Hours with Helmy Yahya di Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta. Menpora RI sampaikan dunia olahraga yang tak luput dari dampak Pandemi Covid-19, persiapan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 hingga memperbaiki tata kelola Kemenpora RI. (foto:satria/kemenpora.go.id)

Jakarta: Menpora RI Zainudin Amali menjadi narasumber program televisi After Hours with Helmy Yahya di Gedung iNews Center, Kebon Sirih, Jakarta. Menpora RI sampaikan dunia olahraga yang tak luput dari dampak Pandemi Covid-19, persiapan Indonesia jadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021 hingga memperbaiki tata kelola Kemenpora RI. 

Dari pandemi ini salah satu sektor yang terpukul adalah dunia olahraga. Di dalam negeri banyak turnamen dan kompetisi yang terhenti. Juga ada even internasional yang tertunda seperti Olimpiade Tokyo. 

"Dunia olahraga tak luput dari dampak pandemi ini misalnya yang profesional ada sepakbola Liga 1, Liga 2 yang terhenti, basket ada IBL stop, bola voli Proliga juga stop. Kemudian ada pelatnas yang latihan virtual dipandu pula oleh pelatih dengan virtual," kata Menpora RI, Jumat (7/8) petang. 

Kemenpora RI tak berhenti berinovasi di tengah pandemi, pihaknya terus memproduksi adanya tutorial-tutorial tentang senam-senam yang bisa dilakukan di rumah dan semua sosialisasi dilakukan dengan online. "Produk kita ada Senam SAH, Senam WAH dan untuk lansia dan sekarang eranya online semua diskusi seminar melalui webinar," tambahnya. 

Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah Piala Dunia U-20 tahun 2021, menurut Menpora RI hal itu tak lepas dari peran Presiden Joko Widodo yang meyakinkan FIFA bahwa Indonesia layak menghelat hajat akbar itu. "Piala Dunia U-20 adalah kesempatan luar biasa, bidding Indonesia waktu itu melawan Brasil dan Peru. Presiden Jokowi menulis langsung kepada FIFA bahwa Indonesia layak menjadi tuan rumah," tegasnya. 

"Kita sebagai tuan rumah maka otomatis mendapat 1 tiket dan 23 negara lainnya kompetisi. Ada 6 venue yang menjadi penyelenggaraan yakni Stadion GBK di Jakarta, Stadion Si Jalak Harupat di Jawa Barat, Stadion Manahan di Solo Jawa Tengah, Stadion GBT Surabaya, Stadion I Wayan Dipta Bali dan Stadion Jakabaring Palembang," urainya.  

Menpora RI juga menyampaikan perintah Presiden untuk membenahi tata kelola Kemenpora agar menjadi lebih baik. "Perbaiki tata kelola Kemenpora adalah hal utama yang dipesankan Presiden Joko Widodo untuk itulah hal itu menjadi prioritas yang pertama, perbaikan ini mulai tata kelola keuangan, pelayanan publik, birokrasi dan regulasinya," urainya. 

"Saya yakinkan kepada teman-teman di Kemenpora, jika mau berubah mari terus bersama-sama dan alhamdulillah hasilnya WTP yang bisa dinikmati bersama dan menjawab semua tantangan," tutup Menpora RI. (ben)