Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia

Menpora RI Menerima Surat Komitmen Penyelenggaraan Piala Dunia U-20 Tahun 2021 Dari Gubernur Sumsel


Gubernur Sumatera Selatan Herman Daru bersama Walikota Palembang Harnojoyo, Senin (27/7) menyerahkan Surat Komitmen Penyelenggaraan Piala Dunia U20, Mei-Juni 2021, kepada Menpora RI Zainudin Amali di Lantai 10, Kemenpora, Senayan, Jakarta.(foto:dok/kemenpora.go.id)

Jakarta: Gubernur Sumatera Selatan Herman Daru bersama Walikota Palembang Harnojoyo, Senin (27/7) menyerahkan Surat Komitmen Penyelenggaraan Piala Dunia U20, Mei-Juni 2021, kepada Menpora RI Zainudin Amali di Lantai 10, Kemenpora, Senayan, Jakarta. 

Pertemuan tersebut terkait dengan Stadion Jakabaring yang rencananya akan dijadikan sebagai salah satu tempat pertandingan. Menurut Herman Daru, Stadion Jakabaring fasilitasnya sudah terintegritasi satu sama lain. "Lapangan untuk latihan sudah ada di sekitar komplek stadion," katanya. 

Selain itu, Ia juga menyatakan pihaknya bersama dengan Walikota dan pihak-pihak BUMN, BUMD serta TNI, dan Polri sudah siap. "Kami siap menyambut Piala Dunia untuk kejayaan bangsa," lanjutnya.

Sementara Menpora RI menyambut senang kesiapan Pemda Sumsel. "Presiden memang luar biasa, meski awalnya tidak ada dalam daftar stadion yang dikirimkan PSSI ke FIFA, tapi Presiden sudah memutuskan Jakabaring," tuturnya. 

Masih kata Menpora RI, tapi seluruhnya bergantung pada keputusan FIFA."Mudah-mudahan sih FIFA tidak keberatan atas perubahan itu," lanjut Menpora RI.  

Seperti kita ketahui, selain Jakabaring, PSSI juga mengajukan: Stadion Gelora Bung Karno (Jakarta), Stadion Manahan (Solo), Stadion Gelora Bung Tomo (Surabaya), Stadion I Wayan Dipta (Bali), dan Stadion Jalak Harupat (Bandung).  

Selain itu, Menpora RI meminta Pemda Sumsel dan Pemkot Palembang sudah harus berbenah. FIFA, lanjut Menpora RI berbeda dengan IOC. "Terlalu ketat. Jadi, jangan ada kekeliruan sekecil apa pun," katanya lagi. FIFA, menurut Menpora RI meminta banyak hal sebagaimana lazimnya diminta pada negara-negara yang menjadi tuan rumah. 

Hal ini hendaknya juga menjadi perhatian bukan hanya bagi Gubernur Sumsel, tapi juga para pimpinan daerah di mana stadion-stadionnya menjadi tempat pertarungan. Baik Menpora maupun Gubernur Sumsel sama-sama bertekad untuk menjadikan Piala Dunia U-20, tahun depan dapat mengangkat perekonomian Indonesia. Dan selama persiapan, geliat ekonomi sudah bisa tumbuh. (dok/nig)