Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Acara Puncak Kirab Pemuda 2018 akan Diramaikan Karya dan Kreativitas Menarik Pemuda Indonesia


Usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla menerima peserta Kirab Pemuda 2018. Menpora Imam Nahrawi juga menjelaskan jika acara Puncak Kirab Pemuda 2018 akan dilaksanakan di Gelanggang Atletik GOR Rawamangun, (15/11) besok. Pada acara puncak tersebut akan disuguhkan berbagai karya dan kreativitas pemuda akan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI). (foto:putra/kemenpora.go.id)
Jakarta: Usai mendampingi Wapres Jusuf Kalla menerima peserta Kirab Pemuda 2018. Menpora Imam Nahrawi juga menjelaskan jika acara Puncak Kirab Pemuda 2018 akan dilaksanakan di Gelanggang Atletik GOR Rawamangun, (15/11) besok. Pada acara puncak tersebut akan disuguhkan berbagai karya dan kreativitas pemuda akan tercatat di Museum Rekor Indonesia (MURI)  
 
Kegiatan Kirab Pemuda lanjut Menpora, yaitu Deklarasi Pemuda Pawai Kebinekaan, jalan sehat, senam pagi, bakti sosial, seminar-seminar, festival-festival, berkunjung ke media, sekolah ,ponpes dan menjadi pelatih olahraga. "Kegiatan pemuda inspiratif juga dilakukan 16 kota di titik singgah kurang lebih 16 ribu orang mengikuti kegiatan itu serta berpartisipasi sehingga  total 1.000.048 pemuda selama 3 bulan," lanjutnya.
 
"Ada juga kegiatan Pemuda Membaca Kitab Suci di 8 provinsi yang diikuti 5 ribu anak muda dalam memberikan rasa penghormatan satu sama lainnya juga pawai dan sekolah kebangsaan, bakti sosial, panggung budaya," tambah Menpora. 
 
Selama kirab tercatat beberapa pemecahan Rekor Muri yakni Senam Posa- Asa di Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara, Meriam Bambu di Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat sebanyak 2018 unit dan permainan Congklak Terbesar dan peserta terbanyak pada puncak Kirab Pemuda 2018 di GOR Rawamangun, 15 November esok. 
 
Pasca kegiatan kirab ini tutur Menpora, peserta diwajibkan memberdayakan 20 orang pemuda di daerahnya agar menjadi pemuda yang inovatif, bermanfaat, kreatif dan berdaya saing. "Peserta kita bebani untuk mendokumentasikan segala sesuatunya melalui sosial media dan dijadikan sebuah buku, selain itu juga mereka harus merekrut minimal 20 pemuda agar menjadi pemuda yang mandiri dan bermanfaat menghadapi globalisasi perkembangan zaman dan terus kita pantau," kata Menpora.
 
Turut hadir Deputi Bidang Pemberdayaan Pemuda Faisal Abdullah, Deputi Bidang Pengembangan Pemuda Asrorun Ni'am Sholeh, Staf Khusus Anggia Ermarini, Staf Ahli Samsudin, Asdep Peningkatan Kreatifitas Pemuda Djunaedi, Sesdep Amar Ahmad dan Sesdep Esa Sukmawijaya. (ben)