Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Deputi Peningkatan Prestasi Mulyana jadi Keynote Speaker Seminar Nasional Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan UNJ


Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana bersama Staf Ahli Hukum Olahraga Samsudin menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (FIK UNJ) di Auditorium Pelangi, Hotel Grand Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (7/11) pagi. Seminar nasional ini bertemakan Integrasi Keolahragaan Dalam Membangun Budaya Olahraga Nasional.(foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Mulyana bersama Staf Ahli Hukum Olahraga Samsudin menjadi keynote speaker pada Seminar Nasional Keolahragaan Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Jakarta (FIK UNJ) di Auditorium Pelangi, Hotel Grand Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu (7/11) pagi. Seminar nasional ini bertemakan Integrasi Keolahragaan Dalam Membangun Budaya Olahraga Nasional.
 
Mulyana menyampaikan tentang program perencanaan Kemenpora terkait perencanaan keolahragaan dan budaya keolahragaan. "Kami juga harus menyampaikan apa saja program terencana Kemenpora dalam beberapa sisi misalnya budaya olahraga selain harus bugar harus kreatif, harus inovatif juga harus bisa menyampaikan pesan-pesan kepada generasi lainnya," tuturnya.
 
Terkait program perencanaan Kemenpora ia juga menyampaikan beberapa event yang akan dihadapi Indonesia salah satunya Sea Games 2019 di Filipina hingga kualifikasi olimpiade. "Semua akan berhasil jika ada perencanaan yang baik dukungan semua pihak dan masyarakat, melalui seminar ini juga paling baik mereka jadi tahu dan menjadi bagian daripada informasi yang akurat," tambahnya.
 
Mulyana berharap dari Seminar ini nantinya ada implementasi dan tindaklanjut yang nyata agar ilmu yang didapatkan dapat bermanfaat luas di tengah masyarakat. "Kami berharap kepada masyarakat khususnya peran perguruan tinggi agar sentuhan kemajuan teknologi dijadikan dasar menjadi budaya dan kebutuhan olahraga," katanya.
 
"Kemajuan teknologi ini sekaligus diimplementasikan untuk kehidupan sehari-hari baik dari sisi masyarakat itu sendiri maupun cabang olahraga karena dengan itulah kita berhasil di even sebesar Asian Games dan Asian Para Games 2018, dengan pendekatan ini pula kita akan terapkan ke Sea Games 2019 dan menuju kualifikasi Olimpiade 2020," tutupnya.Turut hadir Ketua KONI Pusat Tono Suratman, Dekan FIK Universitas Negeri Malang Prof. Winarno, Guru Besar UNJ Prof. Moch. Asmawi, Kadispora DKI Jakarta Ratiyono. (ben)