Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Beri Kuliah Tamu di UINSA Surabaya, Menpora Ingin Mahasiswa Miliki Pondasi Kuat Hadapi Bonus Demografi


Dalam menghadapi bonus demografi ke depan, Menpora Imam Nahrawi berpesan agar pemuda memiliki niat tulus dan ikhlas dalam menatap masa depab. Hal itu disampaikan Menpora saat memberi Kuliah Tamu pada Program Pasca Sarjana Program Studi (Prodi) Dirasah Islamiyah, di Ruang Amphitheater UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/10).(foto:kundimang/kemenpora.go.id)
Surabaya: Dalam menghadapi bonus demografi ke depan, Menpora Imam Nahrawi berpesan agar pemuda memiliki niat tulus dan ikhlas dalam menatap masa depab. Hal itu disampaikan Menpora saat memberi Kuliah Tamu pada Program Pasca Sarjana Program Studi (Prodi) Dirasah Islamiyah, di Ruang Amphitheater UIN Sunan Ampel Surabaya, Jawa Timur, Senin (15/10).

Sebagai mahasiswa bagian dari generasi muda bangsa harus tanggap dan menyadari perannya dalam tantangan zaman yang serba cepat dan semakin kompleks. 2030 sudah sering dilontarkan sejumlah pakar dan ahli statistik kependudukan bahwa Indonesia akan memasuki bonus demografi dimana jumlah usia muda produktif akan melimpah melebihi segmen umur yang lain."Pondasi pertama yang harus dimiliki sebagai mahasiswa dan pemuda adalah yakinlah dengan niat tulus dan ikhlas. Berbuat hari ini bukan untuk sekarang tetapi untuk mewarisi kehebatan di masa mendatang," pesan pertama Menpora.

Dalam setiap keyakinan yang diambil apapun hasilnya pasti akan ada saja menuai kritik. Untuk menghadapi situasi seperti itu tidak perlu risau, tetap petik kebaikan dari sepahit apapun suara sumbang yang menerpa dari serangkaian jerih payah yang terus dilakukan.

"Saya ada teori, MK5 (masuk kuping kiri keluar kuping kanan). Artinya saat kita sudah berbuat dengan penuh keyakinan ternyata masih ada yang nyinyir (bahasa saat ini), masukkan kuping kiri. Disitu ada jeda, dan pasti ada hikmah, ambil kebaikannya dan keluarkan melalui kuping kanan untuk berbuat yang lebih baik lagi," kata Menpora.

Terakhir Menpora memberikan semangat kepada para mahasiswa UINSA yang berbeground agama Islam untuk tidak pernah berkecil hati. Ada sesuatu yang tidak lazim sekalipun, dengan kesungguhan dan ilmu-ilmu yang didapat mampu menyelesaikan apapun yang ditugaskan.

"Mahasiswa UINSA berbuatlah sekarang untuk 20-30 tahun yang akan datang. Tidak perlu berkecil hati, orang pasti awalnya tidak menuangkan ternyata SAg (Sarjana Agama) mampu juga mengurus olahraga, alhamdulillah Indonesia sukses Asian Games dan Asian Para Games," ujar Menpora yang disambut tepuk tangan meriah dari seluruh civitas akademika yang hadir sebagai wujud kebanggaan.

Hadir, Mantan Rektor IAIN SA Ridwan Nasir, Warek I UINSA Wahidah Zein Br Siregar, Warek II Abu Azam Al Hadi, Warek III Ma'shum Nur Alim, Direktur Pasca Sarjana Aswadi, Kaprodi DI Suis Qoim Abdullah, Stafsus Bidang Komunikasi dan Kemitraan Zainul Munasichin. (cah)