Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Dua Hari Sebelum Penutupan Asian Para Games 2018, Para Atletik Tambah 1 Perak dan 1 Perunggu


Dua hari menjelang penutupan Asian Para Games 2018, cabang olahraga para atletik menambahkan satu medali perak dan satu medali perunggu pada final nomor lari putra 400 meter T45/46/47 dan nomor 400 meter putra T12 masing-masing melalui Nur Ferry Pradana dengan catatan waktu 49,86 detik dan Eko Saputra dengan perolehan waktu 53,16 detik. (foto: beni/kemenpora.go.id)
Jakarta: Dua hari menjelang penutupan Asian Para Games 2018, cabang olahraga para atletik menambahkan satu medali perak dan satu medali perunggu pada final nomor lari putra 400 meter T45/46/47 dan nomor 400 meter putra T12 masing-masing melalui Nur Ferry Pradana dengan catatan waktu 49,86 detik dan Eko Saputra dengan perolehan waktu 53,16 detik.
 
Nur Ferry harus mengakui ketangguhan atlet lari asal China Hao Wang yang berhasil meraih emas usai mencatatkan waktu tercepat 48,64 detik, sementara medali perunggu diraih oleh atlet asal India Sandeep Singh (50,07). Satu hari sebelumnya Ferry juga telah berhasil meraih medali perak pada final lari 100 meter T45/46/47. 
 
"Alhamdulillah, hasil ini luar biasa (2 medali perak) dan ini pertandingan perdana saya dengan kondisi saya yang masih sedikit cedera hasil ini justru melampaui target meski sebenarnya di 400 m ini target saya emas," ujarnya usai upacara pengalungan medali di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Kamis (11/10) malam.
 
Ferry mengaku dukungan riuh penonton dan supporter menjadikannya semakin percaya diri meski masih harus menahan sakit di pergelangan kakinya. "Karena dukungan penonton yang ramai banget membuat saya lebih semangat lagi walaupun lagi sakit, tekad saya awalnya yang penting sampai garis finis rasa sakit ini tak dirasakan sejenak, orang tua juga bilangnya tidak usah terlalu dipaksakan," akunya.
 
Ia mengaku untuk tampil di 400 meter dari kondisi cedera dan hanya dalam waktu satu hari yang ia lakukan adalah hanya dengan mengkompres pergelangan kakinya dan terus tapping. "Harusnya ini dironsen dulu pelatih bilangnya dibanyakin stretching dan kompres es tapi pelatih juga tidak memaksakan di final," kata atlet 23 tahun ini.
 
Catatan waktu yang ia bukukan lanjutnya ada peningkatan lebih baik sebelumnya ia hanya mampu meraih 50,05 detik pada Kejuaraan Dunia Paris Open 2018. "Kedepan saya terus fokus untuk SEA Games Filipina 2019 dan Paralympiade 2020," katanya menambahkan. 
 
Kontingen Indonesia hingga Kamis (11/10) malam pukul 20:30 WIB masih berada di peringkat enam (6) besar dengan total 96 medali terdiri dari 24 medali emas, 33 medali perak dan 39 medali perunggu, sementara China masih kokoh diurutan rangking paling atas dengan 135 emas, 67 perak dan 49 perunggu disusul Korea (43,37,34), Iran (39,31,31), Jepang (31,51,54) dan Uzbekistan (30,20,16).(ben)