Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Hadir di Acara Buka Puasa Bersama Ketum PBNU, Menpora Pakai Kemeja Hitam Bermotif Logo Asian Games

...

Pelaksanaan Asian Games yang sudah dekat membuat Menpora Imam Nahrawi terus meminta doa agar ajang tersebut bisa berjalan sukses, khususnya sukses prestasi yang menjadi tanggung jawabnya. Minta doa tersebut dilakukan Menpora saat menghadiri acara buka puasa bersama Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj di Aula Gedung PBNU Lt.8, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/6) malam.(foto:bagus/kemenpora.go.id)
Jakarta: Pelaksanaan Asian Games yang sudah dekat membuat Menpora Imam Nahrawi terus meminta doa agar ajang tersebut bisa berjalan sukses, khususnya sukses prestasi yang menjadi tanggung jawabnya. Minta doa tersebut dilakukan Menpora saat menghadiri acara buka puasa bersama Ketua Umum  Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH. Said Aqil Siroj di Aula Gedung PBNU Lt.8, Kramat Raya, Jakarta Pusat, Jumat (8/6) malam.

Dengan menggunakan kemeja hitam bermotif logo Asian Games, Menpora terlihat khidmat mengikuti acara pengajian di kantor PBNU tersebut. Dalan setiap acara, Menpora tidak pernah lupa berdoa  untuk kesuksesan Asian Games. "Saya minta doa kalau sebentar lagi Indonesia  akan menjadi tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018. Semoga kita bisa sukses prestasi, sukses administrasi, sukses penyelenggaraan, dan sukses secara ekonomi untuk masyarakat," ujar Menpora. 

Sementara itu, KH. Said Aqil Sirodj menyampaikan bahwa bulan Ramadhan berasal dari kata Ramdhan yang memiliki
arti batu yang mengandung panas karena sehari penuh menyerap panas matahari. Pada bulan Ramadhan umat islam berhasil melawan musuh bebuyutan yaitu hawa nafsu. "Hawa nafsu membuat manusia mudah terpedaya oleh dunia, harta kekayaan, dan jabatan," ucap Said. 

Hawa nafsu yang paling banyak, lanjutnya,  justru dengan polesan agama. Seperti menggunakan alasan agama tetapi ada niat tertentu di baliknya. "Mari berjuang demi syariat Islam, demi Agama, demi Al-Qur'an. Menjadi tokoh juga jangan  mudah terjebak pada kesombongan. Penceramah senang ditepuktangani karena ramai. Itu tertipu oleh hawa nafsu," katanya. 

Turut hadir pada kesempatan kegiatan tersebut Menteri Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, Wakil Ketua PBNU H Maksum Mahfoedz, Sekjen PBNU H Ahmad Helmy Faisal Zaini, Bendahara PBNU Bina Suhendra, sejumlah Ketua PBNU, ketua lembaga dan banom NU. (rep)