Kementerian
Pemuda dan Olahraga
Republik Indonesia
Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Kepada Peserta AMMY X dan AMMY+3, Menpora Ajak Kerjasama Kembangkan Kewirausahaan Pemuda


Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto bersama Wakil Menteri Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kamboja Mr. Nos Sles memimpin sekaligus membuka acara The 10th Asean Ministerial Meeting On Youth AMMY X dan AMMY+3 tahun 2017 di ruang Semeru, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/7) pagi. (foto:raiky/kemenpora.go.id)
Jakarta: Menpora Imam Nahrawi didampingi Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto bersama Wakil Menteri Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Kamboja Mr. Nos Sles memimpin sekaligus membuka acara The 10th Asean Ministerial Meeting On Youth AMMY X dan AMMY+3 tahun 2017 di ruang Semeru, Hotel Sultan, Jakarta, Kamis (20/7) pagi.
 
Pada pertemuan para menteri kepemudaan dari Asean dan 3 negara (Jepang, Tiongkok, Korea Selatan) tersebut, Menpora mengucapkan selamat datang di Jakarta tuan rumah Asian Games dan Asian Para Games 2018. Bulan Agustus 2017 mendatang Asean akan merayakan ulang tahun yang ke-50, selama lima dekade terakhir menurutnya, Asean telah menyelesaikan banyak hal bersama, berhasil mengatasi berbagai tantangan bersama dan membina kerjasama agar menjadi organisasi yang lebih matang dan kuat. "Sebuah organisasi yang berusaha membentuk identitas bersama dan membangun komunitas yang saling berbagai menuju Asean yang lebih inklusif, harmonis, sejahtera dan people oriented," ujarnya.
 
Menpora mendorong kepada Asean untuk terus membina kerjasama yang telah berlangsung lama serta menyampaikan terima kasih kepada para Menteri dari Republik Raktat Tiongkok, Jepang dan Korea yang telah menempuh perjalanan jauh untuk bergabung. "Inklusivitas adalah kunci untuk mempertahankan sentralitas Asean baik di platform regional dan global," katanya.
 
Tema yang diusung pada AMMY X ini adalah Menumbuhkembangkan Kewirausahaan Pemuda di Asean, dengan dua kata kunci penting yakni pemuda dan kewirausahaan. Pemuda, sekitar 26% populasi pemuda Asean atau sekitar 160 juta orang dikategorikan sebagai pemuda sebagai salah satu segmen terpenting masyarakat. "Indonesia dibentuk lebih dari seribu etnisitas dan bahasa, enam agama besar dan dapat hidup berdampingan di bawah ideologi Bhineka Tunggal Ika yang bermakna bersatu di dalam perbedaan," ujar Menpora.
 
Menurut Menpora Asean sebagai sebuah komunitas dan rumah bagi beragam budaya dan identitas juga dapat hidup berdampingan harmonis asalkan menjunjung tinggi semangat toleransi. Pemuda lanjutnya, adalah orang-orang yang memiliki energi tinggi berbakat dengan pikiran cerdas, tulang punggung masyarakat dan ujung tombak dalam menegakkan semangat toleransi di Asean pada generasi yang akan datang.
 
"Pemuda adalah aktor dan konstituen dari kebijakan Asean, mereka harus memainkan peran partisipatif yang lebih aktif dalam membangun sebuah komunitas yang kohesif, kuat, bersemangat dan sejahtera, mereka kelak akan menuai manfaatnya dan demikian penting bagi komunitas pemuda untuk mengambangkan rasa kepemilikan yang lebih kuat terhadap kawasan ini," urai Menpora.
 
Pertemuan seperti AMMY ini dinilai Menpora akan memperkuat identitas Asean dan tujuan bersama pasti akan tercapai. Lima bidang prioritas rencana kerja Asean untuk pemuda tahun 2016-2020 adalah untuk mendorong kewirausahaan dan mewujudkan lapangan kerja, peningkatan kesadaran terhadap apresiasi komunitas Asean, kesukarelawanan dan kepemimpinan pemuda serta ketahanan pemuda dalam membentuk kompetensi di bidang teknologi dan ketrampilan menejerial kewirausahaan. 
 
"Salah satu yang paling potensial adalah penciptaan lapangan kerja di sektor usaha kecil dan menengah serta peningkatan partisipasi pemuda dalam bidang kewirausahaan dapat menjadi alternatif untuk mengoptimalkan potensi para pemuda Asean," tambahnya.
 
Lebih jauh Menpora sampaikan bahwa membangun komunitas Asean adalah komitmen jangka panjang, semakin menjalin komunikasi maka akan tercipta rasa saling mengerti. "Mari kita bekerjasama mengembangkan kewirausahaan pemuda di Asean, saya percaya bahwa kewirausahaan adalah kunci untuk menciptakan efek multiplayer dalam masyarakat kita, sebagai pembuat kebijakan saat ini kita harus bekerja bahu-membahu untuk memastikan kualitas pemuda telah dibekali dengan ketrampilan yang diperlukan untuk menghasilkan interpreneur-interpreneur sukses," tuturnya. (ben)