Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia

Staf Ahli Politik Yuni Poerwanti Buka Expert Forum Untuk Dukung Program Strategis Pemuda dan Olahraga

Kamis, 15 Juni 2017 20:23:16

Staf Ahli Bidang Politik Yuni Poerwanti mewakili Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto bersama Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Amar Ahmad hari Kamis (15/6) malam secara resmi membuka Expert Forum, Implementasi Skema Public Private Partnership Guna Mendukung Program Strategis Kepemudaan dan Keolahragaan Dalam Kerangka Hukum Nasional di Hotel Horison, Semarang, Jawa Tengah.(foto:yosi/kemenpora.go.id)

Semarang: Staf Ahli Bidang Politik Yuni Poerwanti mewakili Sesmenpora Gatot S. Dewa Broto bersama Kepala Biro Hubungan Masyarakat dan Hukum Amar Ahmad hari Kamis (15/6) malam secara resmi membuka Expert Forum, Implementasi Skema Public Private Partnership Guna Mendukung Program Strategis Kepemudaan dan Keolahragaan Dalam Kerangka Hukum Nasional di Hotel Horison, Semarang, Jawa Tengah.

Menurut Yuni, forum-forum keolahragaan termasuk kegiatan expert faorum ini adalah bagian yang diamanatkan oleh UU No. 3 Tahun 2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional yang di dalamnya terdapat bagian-bagian yang tidak dapat diselesaikan dari APBN. "Kami menginginkan sebuah wadah yang dapat menampung segala hal ikhwal untuk menumbuh suburkan program strategis Kemenpora di bidang pemuda dan olahraga untuk kemajuan bangsa," ujar Yuni dalam sambutannya.

Untuk mengelola industri kepemudaan dan keolahragaan pasti tidak terlepas dari anggaran untuk itu lintas kementerian, masyarakat, dunia olahraga, organisasi kepemudaan hingga dunia usaha harus menjadi satu. "Semoga kegiatan ini memberikan solusi, buah pikir untuk memajukan pemuda dan olahraga nasional, jika indutri (pemuda, olahraga) berjalan optimal maka kita tidak kekurangan cara mendorong pemuda olahraga menuju kondisi lebih baik," kata Yuni menambahkan.

Beberapa upaya terus dilakukan pemerintah melalui Kemenpora untuk lebih memajukan industri kepemudaan dan keolahragaan, beberapa contoh upaya yang telah dilakukan misalnya membuat profile para bintang olahraga yang menjadi idola untuk memancing lahirnya bibit-bibit atlet olahraga melalui desa-desa. "Kami sangat membutuhkan uluran hati dan bantuan dari berbagai stakeholder pemuda dan olahraga yang mewakili kementerian/lembaga, dunia usaha, organisasi pemuda dan olahraga untuk disatupadukan dalam program strategis pemuda dan olahraga," tuturnya berapi-api.

Sebelumnya, Kepala Biro Humas dan Hukum Amar Ahmad menyampaikan expert forum ini sebagai wahana untuk membahas isu-isu, regulasi dan hal yang menjadi tren di Kemenpora. "Dalam tiga hari kedepan kita akan mendiskusikan kerjasama dan kemitraan dalam rangka mengembangkan pemuda dan olahraga terlebih saat ini olahraga menjadi industri dan sesuai arahan Presiden Joko Widodo untuk memaksimalkan anggaran khususnya APBN," ucap Amar dalam laporannya.

Dalam forum, lanjutnya, pihaknya masih harus belajar banyak dari BUMN, kementerian/lembaga dan stakeholder lainnya. "Kita berharap melalui forum ini ada pembahasan detail untuk mengembangkan industri pemuda dan olahraga dengan anggaran tidak hanya dari APBN/APBD tetapi juga dari mitra dan sponsor pihak ketiga," tambahnya.

Kegiatan yang digelar hingga 17 Juni mendatang ini menghadirkan beberapa narasumber yang sangat ahli di bidangnya seperti Direktur Perencanaan dan Pengembangan, Pendanaan, Pembangunan Bappenas Teni Widuriyanti, Direktur Pengelolaan Dukungan Pemerintah dan Pembiayaan Infrastruktur Ditjen Pengelolaan Pembiayaan dan Resiko Kemenkeu Freddy R. Saragih, Direktur Pengawasan Lembaga Pemerintah Bidang Polsoskam dan lainnya BPKP Made Suherni, Kepala Biro Hukum Kemen BUMN Bastian.

Sementara itu Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Urip Sihabudin yang hadir dalam forum ini menilai adanya kesamaan antara dinas daerah khususnya Jawa Tengah dengan Kemenpora khususnya indikator prestasi, kesehatan dan anggaran jika hanya mengandalkan APBD maka sulit meraih jenjang tertinggi. "Upaya Kemenpora untuk menggandeng seluruh sumber daya di wilayah telah menjadi komitmen kami, contohnya even yang tidak seluruhnya menggunakan APBD misalnya Borobudur International Marathon, kedepan masyarakat sangat antusias tinggal kita create sebaik mungkin," katanya.

Ia menilai lahirnya Permen Tentang Ayo Olahraga sangat ditunggu dan menjadi prioritas di tahun 2017. "Masyarakat sangat menunggu dan menjadi pemacu kami dalam menggairahkan pemassalan olahraga, keluarga merupakan kelompok terkecil masyarakat yang butuh olahraga kedepan kita tinggal menfasilitasi saja, kami akan ajak keluarga di Jawa Tengah khsususnya untuk menggelorakan gerakan Ayo Olahraga ini," tuturnya mantap.

Turut hadir perwakilan dari Sekretariat Kabinet, Kementerian Setneg, Kemenko PMK, Kemenkeu, PSSI, KOI, Fakultas Hukum Unnes, Fakultas Hukum Undip, Dirut Mahkota Promotor, PT Liga Indonesia Baru serta para pejabat Eselon II,III dan IV Kemenpora. (ben)
Bookmark and Share
Juni 2017
Min
Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
 
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30